Cerita Gondangdia: Berbagi Kisah dengan Finalis Puteri Muslimah Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Ada suasana berbeda siang itu di markas besar KapanLagi Youniverse (KLY) di Gedung KLY, Gondangdia, Cikini, Jakarta. Awal pekan ini, puluhan gadis cantik, tinggi semampai, berjilbab, dan wangi menyambangi kami yang tengah diterjang penat dan kantuk lantaran sengatan matahari usai keluar makan siang.

Mereka, dara-dara cantik itu juga sangat santun menyapa sambil mengucap salam kepada setiap orang yang ditemui. Tak pelak, suasana kantor pun tiba-tiba heboh. Tak perlulah lagi bicara penat dan kantuk, hilang seketika…

Kiranya mereka adalah 20 finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019, sebuah ajang pencarian bakat bagi para muslimah berbakat yang digelar Indosiar. Ajang Puteri Muslimah Indonesia ini sendiri sudah memasuki tahun kelima. Seperti juga Indosiar, KLY berada di bawah naungan Emtek Group.

Tentu, ke-20 dara ini bukan sembarangan. Mereka telah melewati seleksi terbuka di empat kota: Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta, plus audisi special hunt di Padang, Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Semarang, serta Solo.

Tak heran, selain cantik, mereka juga penuh bakat, dan tentu saja berakhlak mulia. Sesuai seperti kriteria Puteri Muslimah Indonesia 2019: Akhlak, Bakat, dan Cantik alias ABC.

Ke-20 finalis ini akan memperebutkan gelar Puteri Muslimah Indonesia 2019 dalam Malam Puncak yang juga akan ditayangkan di Indosiar, Live, Senin (29/4) mulai pukul 18.30 WIB.

Kembali ke kantor kami. Ke Gondangdia, para Puteri Muslimah Indonesia ini tentu tak sekadar beranjangsana. Mereka diharapkan bisa mendapat tambahan wawasan terkait cara kerja jurnalis.

Sehingga menjadi tugas kami, berbagi kisah tentang bagaimana roda-roda redaksi itu berputar setiap harinya, di Gondangdia.

Head of Multimedia KLY, Andi Muhyiddin, berbagi pengalaman kepada 20 Finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 Indosiar, di Gedung KLY, Senin (21/4). (Edu Krisnadefa).

Divisi multimedia, mendapat kesempatan pertama yang dikunjungi Finalis Puteri Muslimah Indonesia. Di lantai 3 Gedung KLY, markas tim multimedia, mereka langsung disambut Andi Muhyiddin, Head of Multimedia KLY.

Mas Dio, panggilan Andi, lalu memberi sedikit tutorial tentang bagaimana cara membuat video sederhana. Ke-20 Puteri Muslimah ini pun tampak antusias, tak kalah antusias dari para awak redaksi yang sedari dari tadi mengamati setiap gerak mereka.

“Yang penting di lima detik awal….,” Mas Dio memberi tips.

Setelah itu, Irna, Coorporate Communication Emtek Group dan Kania Ramalda (Marcom KLY), mengajak gadis-gadis cantik ini mengunjungi vertikal-vertikal KLY yang berkantor di Gondangdia. Mulai Bola.com, Fimela, sampai ke redaksi Liputan6.com di lantai 5.

Beberapa vertikal KLY memang tak berkantor di Gondangdia. Sebut saja Merdeka.com dan Dream.co.id yang bermarkas di Tebet, Jakarta, dan KapanLagi.com di Malang.

Heboh di Lantai 5

Namun, kehebohan sesungguhnya terjadi di lantai 5 AKA markas Liputan6.com. Bagaimana tidak? Begitu memasuki pintu masuk ruang redaksi saja, dara-dara cantik ini sudah disambut meriah awak redaksi kanal News, Regional, Otomotif, Lifestyle, Global, Showbiz, Tekno, Bisnis, serta kanal lainnya. Mereka seperti terhipnotis dengan aura yang dipancarkan Kirana Rizky Santika dan kawan-kawan.

Telni Rusmitantri, Redaktur Pelaksana (Redpel) Showbiz Liputan6.com, menjadi komandan penyambutan. Didampingi Shinta Sinaga, Redpel Front Page dan Citizen, Nurseffi Dwi Wahyuni (Redpel Bisnis danTekno) Elin Yunita Kristanti (Redpel News, Global, dan Regional), dengan gaya khasnya, Telni yang juga dikenal sebagai MC, membuat suasana menjadi cair, bahkan penuh tawa.

Pasalnya, setiap ucapan dan penjelasannya, selalu diselingi joke-joke khasnya, yang selalu segar. “Saya ini juga bekas finalis Puteri Muslimah lho…tapi tahun 70-an,” Telni berseloroh disambut tawa awak redaksi.

Redpel Showbiz Liputan6.com, Telni Rusmitantri (kiri) berbagi pengalaman kepada 20 Finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 Indosiar. (Edu Krisnadefa)

Tanpa Pantun Pak Jatun

Usai mengunjungi lantai 5, puteri-puteri cantik ini kemudian kembali berkumpul di lantai 1. Kali ini, team leader di KLY yang mendapat kesempatan untuk berbagi.

Ada Darojatun, VP Sports KLY, yang juga Pemred Bola.com, Amelia Ayu Kinanti (Pemred Fimela.com) dan Dwi Ratih mewakili Dream.co.id. Sedangkan dari Liputan6.com, hadir Redpel Bola, Edu Krisnadefa dan Sigit Tri Santoso (Redpel Otomotif, Health, dan Lifestyle).

Sigit pun bercerita tentang cara kerja redaksi, mulai dari mengumpulkan informasi/data, verifikasi, mengolahnya, hingga akhirya matang untuk disajikan di situs tercinta ini: www.Liputan6.com.

“Salah satu keunggulan Liputan6.com adalah kami merupakan media terverifikasi dan bagian dari Jaringan Periksa Fakta Internasional atau Cek Fakta,” ujar Sigit, bersemangat. Gimana gak semangat? he, he, he….

FYI, Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) merupakan jaringan media yang berkomitmen mengurangi berita-berita bohong atau hoaks/fake news, melalui pemeriksaan fakta dan argumen secara detail. Jaringan ini didirikan tahun 2015, dan hingga kini telah memiliki 50 anggota di seluruh dunia.

Sementara Edu bercerita tentang nikmatnya menjadi jurnalis karena datang dari passion-nya menulis. “Saya ingin menjadi wartawan agar suara saya bisa didengar orang,” Ayu kemudian menimpali.

Sementara Dwi Ratih bercerita bagaimana dia dan kawan-kawan mengelola komunitas di Dream.co.id, yang merupakan situs muslim lifestyle pertama di Indonesia. Popo, panggilan Dwi Ratih memang mengemban tugas sebagai penanggung jawab komunitas di Dream.co.id.

Dwi Ratih dari Dream.co.id berbagi pengalaman kepada 20 Finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 Indosiar, di Gedung KLY, Senin (21/4). (Zulfikar Abubakar).

Terhibur Yel-Yel Puteri Muslimah Indonesia

Di kesempatan terakhir, giliran Darojatun mendapat kesempatan berbagi. Namun, Pak Jatun tidak banyak berbicara. Di luar dugaan, dia juga tak mengeluarkan jurus-jurus pantun, yang sudah menjadi trade mark-nya.

Pria lulusan ITB ini malah meminta para puteri-puteri cantik ini bercerita tentang pengalaman mereka berkaitan dengan sepak bola. Suasana rame lagi.

Sholichatinnisa Gusdiniartha dari Sidoardjo, Adinda Khoirunnisaa (Jakarta), dan Degina Agiya Agustina (Bandung) pun menuturkan pengalaman mereka terkait sepak bola Indonesia.

Seru juga mendengarkan gadis-gadis ini bercerita tentang sepak bola. Ada pahit, getir, tapi juga menyenangkan. Pak Jatun pun berkomentar pendek, dengan senyumnya yang khas. “Yah … itulah sepak bola Indonesia.”

Di ujung pertemuan, kami dihibur dengan yel-yel Putri Muslimah Indonesia 2019. Mereka pun serentak berdiri, bergaya, dan bernyanyi……

“Cantik-catik finalisnya, hebat pula bakatnya…Baik pula akhlaknya, kami putri muslimah…..”