Dibantai Fiorentina, Posisi Pelatih AS Roma Terancam

Liputan6.com, Jakarta AS Roma kalah telak 1-7 atas Fiorentina di babak perempat final Coppa Italia. Kekalahan ini membuat posisi pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, terancam.

Namun, pria berumur 49 tahun tersebut menolak mundur dari jabatannya sebagai pelatih AS Roma hanya karena hasil memalukan itu.

Di Francesco merupakan salah satu kunci kesuksesan AS Roma mencapai babak semi-final Liga Champions pada musim 2017-2018 lalu. Bahkan, kekalahan atas Liverpool bisa pada babak tersebut bisa dikatakan sebagai kesialan untuk mereka.

Sayangnya, magis dari racikannya tidak terlihat lagi pada musim ini. AS Roma menunjukkan performa yang inkonsisten, membuat posisinya sebagai pelatih semakin tersudut. Lebih parahnya lagi, Giallorossi tersingkir dari ajang Coppa Italia dengan cara yang tak elok.

2 dari 3 halaman

Menolak Mundur

Ekspresi pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco saat laga melawan Fiorentina pada laga Serie A di Artemio Franchi stadium, Florence, (5/11/2017). AS Roma menang 4-2. (Maurizio degl’Innocenti/ANSA via AP)

Roma datang ke markas Fiorentina dengan membawa segudang harapan, namun harus pulang sambil tertunduk lesu. Tidak hanya tersingkir, mereka juga kalah dengan skor telak 1-7 atas skuat besutan Stefano Pioli tersebut.

Hasil memalukan itu jelas membuat posisi Di Francesco sebagai pelatih semakin tersudut, di mana seruan untuk mundur semakin terdengar jelas. Namun, eks nahkoda Sassuolo itu menolak untuk melakukannya.

“Saya bisa menutup peluang untuk mundur. Itu tak pernah terpikirkan dalam benak saya,” tutur Di Francesco usai laga, seperti yang dikutip dari Football Italia.

3 dari 3 halaman

Masalah Psikologis

Lebih lanjut, Di Francesco menjelaskan bahwa timnya kekurangan beberapa elemen yang menbuat taktik racikannya gagal terlaksana. Masalah psikologis adalah satu hal yang diyakininya sedang dialami oleh AS Roma.

“Hingga sekarang, Roma masih menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Serie A. Sayangnya, taktik jadi tak berarti jika tak diikuti oleh elemen lainnya,” tambahnya.

“Kami telah membicarakan itu dengan senyuman dalam beberapa pekan terakhir, mendiskusikan sebuah tim yang telah pulih dari penyakitnya. Tapi kami dengan mudahnya kehilangan diri kami sendiri, jadi sederhananya ini adalah masalah mental,” tandasnya.

Hasil buruk tersebut jelas merusak torehan AS Roma yang telah dicapai sebelumnya. Dari lima pertandingan, sebelum dibantai Fiorentina, Giallorossi berhasil menuai empat kemenangan dan satu hasil imbang saja.

Sumber: bola.net