Final Japan Open 2019: Jonatan Christie Mencari Kelemahan Momota dari Video Pertandingan

Liputan6.com, Tokyo – Lawan berat akan dihadapi Jonatan Christie di final Japan Open 2019. Tunggal putra Indonesia itu bakal menghadapi jagoan tuan rumah, Kento Momota.

Bertemu Momota di final Japan Open 2019 merupakan yang keempat untuk Jonatan. Di tiga pertemuan sebelumnya, pemain berusia 21 tahun itu menang sekali dan dua kali kalah.

Kemenangan Jonatan terjadi di ajang Malaysia Open 2019, April lalu. Saat itu peraih medali emas Asian Games 2019 tersebut menang 22-20 dan 21-15.

Momota bukan pemain sembarangan. Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu merupakan tunggal putra nomor satu dunia. “Kita tahu kalau dia (Momota) salah satu pemain terbaik saat ini. Dia pemain nomor satu dunnia dan juara dunia juga,” kata Jojo, sapaan akrab Jonatan, usai pertandingan di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Sabtu (27/7/2019).

“Saya rasa besok tidak akan mudah seperti sebelumnya, saya berharap bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya,” imbuh Jonatan.

Meski pernah menang, Jonatan akan tetap mempelajari kembali permainan Momota untuk meraih kemenangan di final Japan Open 2019. “Momota adalah pemain yang hampir mencapai sempurna bermainnya, tetapi tiap pemain pasti punya kelemahan,” ucapnya.

“Saya akan berusaha mencari kelemahan dia, lihat video pertandingan, sehingga saya sudah tahu besok akan menerapkan permainan seperti apa.”

2 dari 3 halaman

Jan O Jorgensen

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie tersenyum saat bersalaman dengan Jan O Jorgensen dari Denmark usai bertanding dalam babak semifinal Jepang Terbuka 2019 di Tokyo (27/7/2019). Jonatan Christie akan melawan Kento Momota dari Jepang di babak final. (AFP Photo/Toshifumi Kitamura)

Jonatan Christie lolos ke final Japan Open 2019 setelah menyingkirkan Jan O Jorgensen. Jonatan menang 21-14 dan 21-14 atas wakil Denmark tersebut dalam waktu 44 menit.

“Tadi habis tanding, Jorgensen bilang kalau saya kuat sekali,” ucap Jojo. “Mungkin karena faktor usia, saya lebih muda dan perbedaan usia kami terpaut cukup jauh. Ini salah satu keuntungan saya di pertandingan ini.”

Sebelum menghadapi Jonatan, Jorgensen harus bermain rubber game saat melawan Lin Dan, Chou Tien Chen, dan Rasmus Gemke. “Jadi mungkin dia kelelahan, kesempatan ini saya manfaatkan,” papar Jonatan.

3 dari 3 halaman

Performa Meningkat

Jonatan mengaku performanya terus meningkat di Japan Open 2019. “Mungkin karena saya sekarang bermain lebih tenang, lebih sabar, tidak buru-buru mau mematikan lawan,” katanya.

“Ini berdampak besar terhadap lawan-lawan saya, jadi lawan tak menganggap saya, “oh tunggu saja Jonatan bikin kesalahan sendiri”. Sekarang saya bisa berubah untuk lebih sabar, kuat, tahan dan berani adu reli sama lawan,” pungkasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: