Jorge Lorenzo Geram Dianggap Tak Punya Semangat untuk Bangkit di MotoGP 2019

Misano – Pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, tak terima dengan komentar manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig, yang menyebut dirinya tidak punya motivasi lagi di MotoGP.

“Menurut saya, dia tak bisa mengatakan kalau saya tidak mau berusaha dan tidak mencoba bangkit. Saya mau, tapi cedera saya menghalanginya. Saya belum bisa melakukan banyak untuk tim, tapi bukan berarti saya tidak mau berusaha,” ujar Lorenzo mengutip Tuttomotoriweb, Jumat (13/9/2019).

“Kami bukan robot, kami adalah manusia yang punya perasaan. Jadi, wajar saja, jika kondisi fisik seringkali menghalangi cara kerja kami,” tambahnya.

Bos tim pabrikan asal Jepang itu sempat membandingkan kiprah Jorge Lorenzo dengan Marc Marquez pada perhelatan MotoGP musim 2019. Menurut Puig, pesona Lorenzo kalah cemerlang dari juniornya itu.

Puig juga mengklaim Lorenzo menjadi salah seorang rider Honda yang kurang memiliki semangat dan tidak begitu termotivasi untuk segera bangkit dari keterpurukan. Ia disebut belum bisa beradaptasi dengan Honda RC213V.

Situasi tersebut diperparah dengan cedera berkepanjangan yang menghantam Lorenzo sejak Juni 2019.

Nilai Jorge Lorenzo di mata manajemen Repsol Honda disebut makin jeblok. Alih-alih bangkit dan mencatatkan peforma positif bersama tim, Lorenzo justru dikabarkan akan kembali absen pada MotoGP San Marino dan Aragon. Kabarnnya, cedera yang ia peroleh setelah kecelakaan hebat di Assen belum sepenuhnya pulih.

2 dari 2 halaman

Masih Menghormati Alberto Puig

(JUAN MABROMATA / AFP)

Meski demikian, Jorge Lorenzo mengaku masih menaruh rasa hormat pada bosnya di Reppsol Honda itu. Lorenzo hanya kurang sependapat dengan apa yang dikatakan Puig kepada media.

“Jujur, dia adalah orang yang sangat saya hormati. Dia adalah profesional di bidang motor. Namun, saya agak tidak sependapat dengan komentarnya beberapa waktu lalu,” imbuhnya.

Melansir sumber yang sama, Lorenzo berharap agar manajemen Repsol Honda tidak hanya melimpahkan kesalahan padanya. Menurut mantan rider Ducati itu, Honda juga turut berperan dalam performa buruknya musim ini.

“Mungkin sebagian besar karena cedera, namun itu hanya 30-70 persen saja. Sementara 30 persen lainnya berada pada motor yang tidak begitu cocok dengan gaya membalap saya,” ucapnya.

Sumber: Tuttomotoriweb

Sumber: bola.com (Hesti Puji Lestari / Aning Jati)