Kalah Telak, Pelatih Chelsea Kurung Pemain di Ruang Ganti

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, langsung bertindak tegas menyusul kekalahan telak timnya atas Bournemouth di laga pekan ke-24 Liga Inggris. Usai pertandingan, ia mengurung dirinya bersama para pemain di dalam ruang ganti tanpa kehadiran staf pelatihnya.

Chelsea pulang dari markas Bournemouth dengan ekspresi lesu. Wajar saja, sebab mereka baru saja dibantai oleh tim peringkat 10 tersebut dengan skor telak 0-4, yang kesemua golnya tercipta pada babak kedua.

Hasil tersebut tidak hanya meninggalkan rasa pahit di hati para penggemarnya, tapi juga berpengaruh pada posisinya di klasemen. Chelsea harus mengikhlaskan peringkat empat ditempati Arsenal dan turun ke posisi lima.

Setelah pertandingan, Sarri tidak langsung menemui awak media seperti biasanya. Ia membuat mereka menunggu selama satu jam lamanya tanpa ada penjelasan yang pasti.

2 dari 3 halaman

Berbicara dengan Pemainnya

5. Maurizio Sarri – Kemampuan Sarii di kancah Serie A sudah terbukti usai membawa Napoli konsisten di papan atas. Sebelumnya, tim gurem Empoli sukses ia bawa promosi dari Serie B. (AFP/Ben Stansall)

Begitu muncul, eks nahkoda Napoli tersebut lalu menjelaskan alasan mengapa dirinya tidak langsung menemui para wartawan. Sarri mengaku bahwa dirinya butuh waktu lebih untuk berbicara langsung dengan para pemainnya.

“Pada momen itu, saya ingin berbicara dengan mereka sendirian, tanpa siapapun. Seperti yang saya katakan, saya harus paham. Mustahil bisa bermain dengan cara yang berbeda pada babak pertama dan kedua. Saya tidak paham mengapa itu bisa terjadi,” tutur Sarri seperti yang dikutip dari Goal.

“Saya ingin mencobanya lagi besok, karena kami ingin menuntaskan masalahnya. Kami hanya bisa meminta maaf kepada penggemar. Kami bisa kalah, tentu saja, di setiap pertandingan, tapi tidak dengan cara seperti ini,” lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Sarri Frustrasi

Hasil itu jelas membuat Sarri tersudut, dan mengundang banyak spekulasi soal masa depannya di Stamford Bridge. Namun, pelatih asal Italia itu lebih khawatir jika para pemainnya tak memahami pesan darinya.

“Saya merasa frustrasi, tidak merasa tertekan. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda hasil pekerjaan saya, jadi saya merasa frustrasi,” imbuhnya.

“Mungkin ini adalah kesalahan saya, mungkin saya tak mampu memotivasi mereka (para pemain Chelsea) tutupnya.

Sarri hanya punya waktu beberapa hari saja untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami Chelsea. Sebab pada hari Sabtu (2/2) nanti, mereka harus kembali beraksi di laga lanjutan Premier League melawan tim juru kunci, Huddersfield Town.

Sumber: bola.net