Mengenal Miguel Oliveira, Pembalap MotoGP yang Juga Calon Dokter Gigi

Liputan6.com, Vienna – Miguel Oliveira bakal menjalani musim yang sibuk bersama Red Bull KTM Tech 3 di MotoGP 2019. Bukan saja karena agenda balapan, pembalap Portugal ini juga memiliki jadwal kuliah kedokteran gigi yang padat.

Oliveira yang merupakan runner up Moto3 2015 dan Moto2 2018, menyatakan menjadi dokter gigi adalah salah satu cita-citanya sejak kecil selain menjadi pebalap motor. Ia pun yakin profesi dokter gigi bisa ia jalani usai ia pensiun dari dunia MotoGP.

“Prioritas saya adalah balapan, tapi saya tak boleh memikirkan balapan selama 24 jam. Jadi saya menghabiskan waktu untuk hal lain usai latihan fisik. Menyelesaikan kuliah bakal butuh waktu, karena kuliah saya penuh praktik,” kata rider 23 tahun ini kepada Motorsport Total.

Oliveira yang juga dikenal sebagai rival bebuyutan Maverick Vinales saat anak-anak, turun di Grand Prix pada 2011 lalu, yakni di GP125 yang pada 2012 berubah menjadi Moto3. Pada 2016 ia pun naik ke Moto2, dan selama dua tahun terakhir menjadi kandidat juara dunia, sebelum naik ke MotoGP tahun ini.

Meski tak perlu menunda-nunda belajar, jadwal kuliah Oliveira bakal lebih padat tahun ini. “Saya harus datang setiap pekan untuk melakukan praktik tertentu, tapi saat ini tak memungkinkan. Semoga bisa jika segalanya berjalan baik. Dengan begitu, saya bisa mengakhiri karier balap saya 15-20 tahun lagi, kemudian bekerja sebagai dokter gigi,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Ingin Rawat Rival yang Cedera

Migel Oliveira, mengukir kemenangan perdana pada di ajang Moto2 setelah menjuarai balapan di Sirkuit Phillip Island, Australia, Minggu (22/10/2017). (Twitter/MotoGP)

Di lain sisi, Oliveira belum benar-benar menentukan apakah ia akan memanfaatkan gelar sarjananya sebagai dokter gigi suatu saat nanti, atau bertahan di arena balap untuk membantu rider-rider muda Portugal. Di lain sisi ia juga ingin merawat para rivalnya yang memiliki cedera gigi.

“Saya tak tahu apakah saya benar-benar akan jadi dokter gigi, tapi saya ingin menyelesaikan kuliah jadi saya bisa menjadi dokter gigi. Kemudian barulah kita lihat berapa banyak rider yang giginya patah, jadi saya bisa merawat mereka,” ujarnya sembari tertawa.

Ketika ditanya siapa pebalap yang ingin ia rawat, Oliveira tak mau menjawab, karena ia tak ingin cedera merundung rivalnya. “Saya harap saya tak harus menangani rival saya, tapi saya bakal tetap senang jika diperbolehkan mencabut beberapa gigi. Tapi jelas saya hanya bercanda!” tutupnya.

Sumber: Bola.net

3 dari 3 halaman

Jadwal MotoGP

1. GP Qatar: Losail International Circuit,10 Maret

2. GP Argentina: Termas de Rio Hondo, 31 Maret

3. GP Americas: Circuit of the Americas, 14 April

4. GP Spanyol: Circuito de Jerez-Angel Nieto, 5 Mei

5. GP Prancis: Le Mans, 19 Mei

6. GP Italia: Autodromo di Mugello, 2 Juni

7. GP Catalunya: Circuit de Barcelona-Catalunya, 16 Juni

8. GP Belanda: TT Circuit Assen, 30 Juni

9. GP Jerman: Sachsenring, 7 Juli

10. GP Cek: Automotodrom Brno, 4 Agustus

11. GP Austria: Red Bull Ring – Spielberg, 11 Agustus

12. GP Inggris: Silverstone Circuit, 25 Agustus

13. GP San Marino: Misano World Circuit Marco Simoncelli, 15 September

14. GP Aragon: MotorLand Aragon, 22 September

15. GP Thailand: Changi International Circuit, 6 Oktober

16. GP Jepang: Twin Ring Motegi, 20 Oktober

17. GP Australia: Phillip Island Circuit, 27 Oktober

18. GP Malaysia: Sepang International Circuit, 3 November

19. GP Valencia: Circuit Ricardo Tormo, 17 November.