MotoGP Belanda: Valentino Rossi Tak Habis Pikir Mesti Start dari Posisi Ke-14

Jakarta Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, benar-benar tak habis pikir. Setelah dua pekan lalu start di baris kedua di Catalunya, pada balapan MotoGP Belanda, Minggu (30/6/2019), dia akan menempati posisi start ke-14. 

The Doctor semakin bingung karena tiga pembalap lain yang menunggang motor Yamaha mampu lebih cepat daripada dirinya. 

Rekan setimnya, Maverick Vinales, akan memulai balapan dari urutan kedua. Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, bahkan merebut pole. Adapun Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) berada di posisi kesembilan saat memulai balapan MotoGP Belanda. 

Catatan waktu lap Rossi lebih lambat 1,449 detik dibanding Quartararo. Gap tersebut cukup besar untuk balapan sekelas MotoGP. 

“Pada FP3 saya tak terlalu buruk. Pada akhirnya saya mencatat waktu yang menempatkan saya di posisi kelima dan ke Q2. Sayangnya, saya menyentuh garis hijau ketika meninggalkan chicane terakhir, jadi waktunya tak dihitung. Tapi, saya sebenarnya cukup percaya diri untuk Q1. Saya pikir dengan kecepatan pada pagi hari saya bisa berada di posisi dua teratas dan lolos ke Q2,” urai Rossi, seperti dilansir Speedweek, Sabtu (29/6/2019). 

“Tapi, sayangnya saya mendapat masalah lagi pada siang pada suhu yang lebih tinggi. Kami kehilangan banyak grip. Saya kehilangan performa. Sekarang saya start dari belakang,” imbuh Valentino Rossi, yang pernah juara di MotoGP Belanda pada 2017. 

2 dari 2 halaman

Kondisi Aneh

Ketika ditanya mengapa Quartararo dan Vinales bisa lebih cepat dan start di baris pertama, Rossi mengaku bingung. Namun, dia menanggapinya dengan bercanda. 

“Kami hanya punya satu motor yang bagus. Pada satu balapan yang dapat motor itu Maverick, kemudian saya, kami saling bertukaran,” kata Rossi sembari tertawa. 

“Saya tak tahu bagaimana menjelaskannya. Maverick dan Quartararo sangat cepat akhir pekan ini. Di sisi lain, Franco dan saya kesulitan.”

“Sekarang kami harus memikirkan melakukan apa supaya lebih kuat saat balapan. Saya tak tahu mengapa dua pembalap lain lebih cepat. Ini aneh. Di Mugello kami lemah, di Barcelona perkasa, kemudian di sini tak melaju kencang lagi,” keluh Valentino Rossi.