Cetak Sejarah Tinju, Andy Ruiz Pukul KO Anthony Joshua

Liputan6.com, New York – Andy Ruiz Jr mengalahkan juara tinju kelas berat dunia WBA, WBO, dan IBF Anthony Joshua. Ia menang KO di ronde ketujuh dalam pertarungan di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat, Minggu (2/6/2019) pagi WIB.

Kemenangan Andy Ruiz Jr atas Anthony Joshua mengejutkan publik tinju dunia. Pasalnya, pasar taruhan menjagokan Joshua memenangkan duel ini dengan angka 1-25.

Mengutip dari BBC, pada awal ronde ketiga, pukulan kombinasi hook dan jab Joshua membuat Ruiz jatuh terduduk. Tapi, petinju Meksiko itu mampu bangkit dan melanjutkan pertarungan.

Ruiz kemudian membalas dengan melepaskan pukulan jab-jab bertubi-tubi yang membuat Joshua terjatuh. Petinju Inggris itu mampu bangkit meski lebih banyak bertahan.

Situasi ini dimanfaatkan Andy Ruiz Jur. Pukulan kerasnya mendarat di wajah Anthony Joshua dan membuat petinju 29 tahun itu terjatuh untuk kali kedua.

Jadwal MotoGP Italia: Marquez Balapan dari Posisi Terdepan

Liputan6.com, Jakarta Pembalap Repsol Honda Team, Marc Marquez akan mengawali balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello dari barisan terdepan. Saat sesi kualifikasi, kemarin, dia mengungguli pembalap asal Prancis, Fabio Quartararo.

Catatan waktu Marquez saat sesi kualitikasi MotoGP Italia, yakni 1 menit 45,519 detik. Dia unggul 0,214 detik dari Quartararo, pembalap Petronas Yamaha SRT.

Juara balapan tahun lalu, Jorge Lorenzo, masih kesulitan beradaptasi dengan Repsol Honda dan tercecer di posisi 17. Dia satu tingkat lebih baik ketimbang juara Mugello tujuh kali di kelas utama sekaligus favorit tuan rumah, Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha).

Sementara runner-up di klasemen sementara Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati) berada di posisi sembilan pada kualifikasi MotoGP Italia tahun ini.

Lihat jadwal balapan MotoGP Italia di halaman selanjutnya.

Liverpool Juara Liga Champions, Klopp: Malam yang Luar Biasa

Liputan6.com, Madrid – Jurgen Kloppp mengakhiri enam kekalahan di laga final usai membawa Liverpool memenangkan trofi Liga Champions 2018-19. The Reds mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Mohamed Salah membawa Liverpool unggul di menit kedua lewat eksekusi penalti. Divock Origi memastikan The Reds menang 2-0 usai mencetak gol di menit ke-87.

Trofi Liga Champions menjadi obat kekecewaan bagi Liverpool yang pada tiga pekan lalu gagal merebut gelar juara Liga Inggris. The Reds kalah bersaing dengan Manchester City dengan selisih satu angka usai mengumpulkan total 97 poin.

“Saya sangat senang untuk anak-anak, saya sangat bahagia untuk penggemar kami, saya sangat senang untuk keluarga saya,” kata Klopp usai pertandingan kepada BT Sport.

“Mereka selalu menderita setiap tahunnya ketika ketika tampil di final, pertandingan terakhir, dan kami kalah. Mereka lebih pantas mendapatkannya dari yang lain karena mereka begitu mendukung saya,” sambung juru taktik Liverpool asal Jerman itu.

3 Taktik Jitu Jurgen Klopp yang Membantu Liverpool Kalahkan Spurs di Final Liga Champions

Ini adalah keputusan yang brilian dari Jurgen Klopp dan hasilnya terbayar dengan gemilang. Saat unggul lebih dulu melalui penalti Mohamed Salah, Liverpool bisa menahan gempuran Spurs. Salah satu adalah karena Harry Winks dan Sissoko tidak dapat membuat banyak adalah karena tampilan yang tak kenal lelah dari Henderson serta Fabinho.

Bahkan, Eriksen juga tidak mampu membuat banyak, terutama di babak pertama. Hal ini tidak lepas dari kinerja Henderson. Kapten Liverpool tersebut membuat playmaker asal Denmark itu tidak berkutik.

Sementara itu, Fabinho melakukan apa yang telah dilakukan untuk sebagian besar musim ini: ia berjuang untuk setiap duel serta berlari tanpa lelah. Intersepsinya di lapangan tengah sangat penting.

Baik Henderson dan Fabinho memiliki permainan yang brilian. Tapi, kinerja pertahanan mereka jauh lebih baik daripada saat menyerang.

Final Liga Champions: Gol Penalti Cepat Liverpool Berdampak Besar untuk Tottenham

Liputan6.com, Madrid – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menyesalkan gol penalti cepat Liverpool dalam pertandingan final Liga Champions pada Minggu (2/6/2019) dini hari WIB di Wanda Metropolitano, Madrid. Spurs takluk 0-2 dari The Reds.

Dua gol Liverpool dicetak Mohamed Salah pada menit kedua melalui titik penalti setelah gelandang Tottenham, Moussa Sissoko menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang. Gol kedua pasukan Jurgen Klopp tercipta pada menit ke-87 lewat Divock Origi.

“Laga-laga final adalah mengenai kemenangan, bukan bermain bagus. Mendapat hukuman penalti ketika laga baru berlangsung 20 detik memberikan dampak yang besar,” ujar Pochettino, seperti dilansir situs resmi UEFA.

Tottenham sesungguhnya tidak bermain buruk dalam pertandingan final tersebut. Sejumlah peluang diperoleh Harry Kane dan kawan-kawan, tapi performa Alisson di bawah mistar gawang Liverpool mengesankan.

Kendati Tottenham kalah, Pochettino juga menganggap anak-anak asuhannya bermain maksimal. Pelatih asal Argentina ini memuji para pemain The Lilywhites yang mampu merepotkan Virgil van Dijk dan kawan-kawan.

Rossi Frustrasi Start di Belakang pada MotoGP Italia

Jakarta Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, frustasi setelah hanya menempati posisi start ke-18 pada balapan MotoGP Italia, Minggu (2/6/2019). Dia menilai akan sangat sulit bersaing di balapan tersebut.

Tanda-tanda kesulitan The Doctor sudah terlihat sejak latihan bebas pertama (FP1), Jumat (31/5/2019). Dia tak pernah menembus posisi 10 besar pada tiga tahap latihan bebas. Puncaknya, pembalap Italia tersebut gagal lolos langsung ke Q2 (kualifikasi kedua). 

Pada sesi kualifikasi, Sabtu (1/6/2019), performa Rossi tak menunjukkan kemajuan. Dia gagal melewati kualifikasi pertama, sehingga terpaksa memulai balapan dari urutan ke-18. Posisi itu jelas tak ideal untuk bersaing meraih podium pada balapan kandangnya di Sirkuit Mugello tersebut. 

“Balapan sepanjang 23 lap pada Minggu bakal sangat sulit, karena saya sangat, sangat di belakang,” keluh Valentino Rossi, seperti dilansir Speedweek

“Kecepatan balapan saya sebenarnya lebih baik daripada posisi start saya, tapi tak benar-benar mengagumkan. Sama sekali tak fantastis. Itulah sebabnya saya yakini balapan bakal berlangsung sulit,” imbuh Rossi. 

Posisi start Valentino Rossi paling buruk di antara tiga pembalap lain yang juga menggeber motor Yamaha. Fabio Quaratararo menempati posisi kedua, sedangkan Maverick Vinales dan Franco Morbidelli masing-masing akan mengawali balapan dari urutan ke-4 dan 7. 

Ini Penyebab Sergio Ramos Bertahan di Real Madrid

Jakarta – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane punya cara khusus guna membuat Sergio Ramos bertahan di Santiago Bernabeu. Seperti dirilis ESPN, Zidane merupakan faktor utama yang meyakinkan manajemen Real Madrid agar mempertahankan sang bek tengah.

Zidane bekerja keras agar tak kehilangan sang kapten. Ia melakukan beragam cara, selain berkomunikasi dengan manajemen. Satu di antaranya adalah memertemukan Sergio Ramos dan Presiden Klub, Florentino Perez. Zidan membuat hubungan dua orang tersebut kembali mencair, setelah sempat terlibat pertikaian keras. 

Seperti diketahui, hubungan Sergio Ramos dan Florentino Perez memanas setelah sang presiden mengeluarkan ucapan yang dianggap tak pantas. Hal itu terjadi setelah Real Madrid tersingki dari pentas Liga Champions, usai kalah kontra Ajax Amsterdam.

Kini, setelah proses damai tersebut terjadi, Sergio Ramos sepakat untuk tetap bertahan di Real Madrid. Rentang waktu tambahan Ramos di Bernabeu adalah sampai 12 bulan ke depan.

BBC Sport merilis, Sergio Ramos ingin menghabiskan kariernya bersama Real Madrid. Latar itu pula yang membuat bek berusia 33 tahun tersebut enggan hengkang.

Sekadar informasi, rencana kepergian Sergio Ramos dari Real Madrid santer terdengar dalam dua pekan terakhir. Selain pertengkaran dengan Perez, Ramos ingin mendapatkan gaji lebih tinggi. Apalagi, mantan personel Timnas Spanyol tersebut sudah dikaitkan dengan masa depan karier di China.

Neymar Tersandung Kasus Pemerkosaan

Liputan6.com, Jakarta Cobaan terus menimpa bintang Paris Saint Germain Neymar Jr. Kali ini pria asal Brasil itu dituduh melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita yang dikenalnya di Instagram.

Seperti diberitakan The Guardian, seorang wanita yang identitasnya dirahasiakan melaporkan Neymar ke kepolisian Sao Paulo pada Jumat (31/5/2019). Dia mengaku telah diperkosa Neymar di Paris. 

Menurut sang wanita, kejadian pemerkosaan terjadi pada 15 Mei pukul 8 malam di Hotel Sofitel Paris Arc Du Triomphe. Neymar sedang mabuk saat masuk ke dalam kamar.

Wanita tersebut mengaku berkenalan dengan Neymar di Instagram. Kemudian mereka sering berbalas pesan di Instagram hingga akhirnya Neymar mengundangnya ke Paris.

Seorang perwakilan Neymar bernama Gallo membelikan wanita tersebut tiket pesawat ke Paris dan memesankan kamar hotel. Neymar kemudian datang ke kamar hotal tersebut dalam keadaan mabuk.

Kepada polisi, wanita tersebut mengaku mereka memang saling menyentuh, tetapi Neymar menjadi agresif dan, dengan kekerasan, melakukan hubungan seksual melawan kehendaknya.

Mohamed Salah: Semua Pemain Liverpool Keluarkan Kemampuan Terbaik

Liputan6.com, Madrid – Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, memuji rekan-rekan setimnya yang bermain kompak di final Liga Champions 2019 kontra Tottenham Hotspur, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. The Reds menang 2-0 atas Spurs.

Menurut Mo Salah, seluruh pemain Liverpool bermain sebagai tim di laga yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano tersebut. Pemain internasional Mesir ini juga mencetak satu gol melalui titik penalti dalam pertandingan tersebut.

“Semua orang mengeluarkan kemampuan terbaik hari ini, tak ada penampilan individual yang luar biasa, seluruh tim tampil sangat mengesankan,” ujar Salah, seperti dilansir situs UEFA.

Gol penalti Mo Salah untuk Liverpool tercipta pada menit kedua setelah wasit Damir Skomina menilai gelandang Spurs, Moussa Sissoko menyentuh bola dengan tangan di dalam area terlarang. Gol kedua pasukan Jurgen Klopp lahir pada menit ke-87 lewat pemain pengganti Divock Origi.

Kegembiraan Mo Salah juga karena dia bisa bermain selama 90 menit penuh di final Liga Champions tahun ini. Pada final Liga Champions tahun lalu di Kiev, Mo Salah harus ditarik keluar di babak pertama karena cedera setelah insiden dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.

Pallotta Bantah Bintang AS Roma Dalang Pemecatan Di Francesco

Liputan6.com, Jakarta – Pemilik AS Roma Jim Pallotta bersikeras membantah soal keterlibatan pemain dalam kasus pemecatan Eusebio Di Francesco. Pelatih berusia 49 tahun ini, kehilangan pekerjaannya setelah Roma disingkirkan Porto di Liga Champions.

Belakangan beredar kabar bahwa sekelompok pemain senior AS Roma telah mendorong pergantian Francesco di tengah banyak pertikaian. Pemain bintang seperti Daniele De Rossi, Kostas Manolas, Aleksandar Kolarov dan Edin Dzeko, bersekongkol untuk memecat Di Francesco.

Namun, Pallotta menyangkal rumor ini, bahkan mengklaim bahwa De Rossi telah melobi agar Di Francesco dibiarkan bertanggung jawab untuk sisa musim sebelum pemecatannya pada bulan Maret.

“Beberapa aspek dari artikel itu membuat Daniele De Rossi terlihat buruk, yang tidak adil karena Daniele telah menjadi prajurit untuk Roma selama 18 tahun. Dia pantas dihormati dan saya selalu menghormatinya,” tulisnya dalam surat terbuka kepada penggemar di situs resmi AS Roma.

“Gagasan bahwa Daniele ingin memecat Eusebio Di Francesco adalah 100% salah dari semua percakapan saya dengannya.

“Faktanya, dengan 12 pertandingan tersisa di musim ini, saya memiliki percakapan telepon dengan Daniele dan dia secara pribadi meminta saya untuk tetap menjadi pelatih hingga akhir musim. Jadi jika ada yang menyarankan dia meminta Di Francesco untuk dipecat , itu tidak bisa jauh dari kebenaran,” kata bos AS Roma ini.

Berita video Daniele De Rossi yang meninggalkan AS Roma setelah manajemen tidak memperpanjang kontraknya.

Firasat Fabregas Sebelum Jose Antonio Reyes Wafat

Jakarta Gelandang Cesc Fabregas memiliki firasat buruk sebelum mantan rekannya di Arsenal, Jose Antonio Reyes, meninggal dunia. Reyes wafat karena kecelakaan di kota Utrera, Sevilla, Sabtu (1/6/2019).

“Dua hari yang lalu saya berbicara tentangmu dalam sebuah wawancara. Mungkin itu pertanda, siapa tahu, untuk mengingatmu,” tulis Fabregas dalam akun Instagramnya. 

Fabregas, jadi satu di antara eks pemain Arsenal yang sangat kehilangan atas kepergian Jose Antonio Reyes. Mereka berdua merupakan teman sekamar di klub.

“Teman baik pertama saya di dunia sepak bola profesional, teman sekamar saya, yang selalu ingin tidur dengan AC bahkan pada suhu minus 10 derajat. Seorang pria yang rendah hati yang selalu memiliki senyum di wajahnya, pesepak bola yang hebat dan orang yang hebat.

Banyak kenangan manis tentang Reyes di mata Fabregas. Ia pun mengunggah foto-foto lama yang merekam momen kebersamaan dengan Reyes di Arsenal.

“Saya tidak akan pernah melupakanmu, kami tidak akan pernah melupakanmu. Beristirahatlah dengan tenang Jose Antonio Reyes. Saya sangat mencintaimu,” tulis Fabregas.

Sebagai sahabat, Fabregas dan Jose Antonio Reyes, yang sama-sama berasal dari Spanyol, tak hanya dekat di lapangan. Di luar arena, mereka juga sering menghabiskan waktu bersama.

Fernandinho terlibat perkelahian dengan Cesc Fabregas usai Manchester City kalah dari Chelsea 1-3

Juara Liga Champions, Bek Liverpool: Impian Saya Menjadi Kenyataan

Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold tidak bisa menutupi kebahagiannya usai menjuarai Liga Champions. Ia mengaku bahwa mimpinya memenangkan turnamen paling bergengsi tersebut baru saja terwujud.

“Sulit bahkan untuk mengatakan apa yang terjadi, dan perayaan yang akan terjadi malam ini,” ucap pemain berusia 20 tahun itu seperti dikutip Sportskeeda.

“Musim yang kita miliki, saya pikir kita pantas mendapatkannya lebih dari tim lain. Dan perjalanan yang kita miliki, kami mengalahkan semua orang di jalan kami. Kami telah melakukan sesuatu yang istimewa lagi malam ini, gol awal dan gol akhir telah menghabisi mereka.’

“Kami mungkin telah didominasi melalui bagian utama permainan, tapi kami menunjukkan bahwa kami adalah tim kelas dunia dan kami tetap bisa menang,” ucap Arnold.

“Ketika kami melihat ke belakang malam ini, kami tidak akan berpikir itu adalah permainan yang lamban. Kita akan berpikir ‘kami baru saja memenangkan Piala Eropa’, dan kami baru saja melakukannya untuk semua penggemar.”

Ingin Gabung AC Milan, Inzaghi Rela Tunda Liburan

Liputan6.com, Jakarta AC Milan masih mencari pelatih baru untuk menggantikan posisi Gennaro Gattuso. Banyak kandidat yang tengah dipertimbangkan AC Milan, salah satunya adalah Simone Inzaghi.

Menurut laporan terbaru media Italia, Mediaset, Simone Inzaghi telah memutuskan untuk menunda liburannya di Amerika Serikat. Alasannya? Dia ingin segera bergabung dengan AC Milan.

Media tersebut melaporkan Simone Inzaghi sangat berhasrat melatih AC Milan. Kabarnya, ia ingin mengalahkan lawan utamanya Marco Giampaolo.

Namun, Presiden Lazio, Lotito, tidak berencana untuk menyerahkan sang manajer ke klub lain. Mereka akan menawarkan kontrak yang lebih baik. Bahkan, pembaruan tiga tahun dengan kenaikan gaji dari 1,5 juta euro menjadi 2 juta euro).

Di sisi lain, AC Milan siap untuk menawar Inzaghi sekitar 2,5 juta euro per tahun. Dan, mereka tidak berniat menawarkan kompensasi apa pun kepada Lazio.

Berita video momen keributan antara pemain AC Milan dengan Lazio setelah pertandingan lanjutan Serie A 2018-2019 di San Siro, Sabtu (13/4/2019).

Messi Bikin Grup WhatsApp Beranggotakan Neymar dan Suarez

Liputan6.com, Barcelona – Lionel Messi mengaku masih berhubungan dengan Neymar. Bintang Barcelona itu mengungkapkan bahwa dia punya grup WhatsApp dengan bintang Paris Saint-Germain tersebut dan rekan setimnya Luis Suarez.

Ketiganya membentuk salah satu trio penyerang terbaik dunia selama tiga musim di Barcelona. Namun, kombinasi ketiganya bubar setelah Neymar pindah ke raksasa Ligue 1 pada 2017.

Kolaborasi Messi, Neymar dan Suarez berbuah kesuksesan besar di Barcelona. Mereka memenangkan dua gelar La Liga, Liga Champions dan tiga Copa del Rey.

Neymar sendiri sedang dikaitkan kepulangannya menuju Camp Nou, markas Barcelona. Messi mengungkapkan ia masih berhubungan dengan penyerang Brasil itu.

“Saya memiliki grup di WhatsApp yang isinya – Suarez, Neymar dan saya,” kata Messi kepada Fox Sports.

“Neymar adalah fenomenal dan ya, kami masih terus berbicara. Nama grup ini ada hubungannya dengan Amerika Selatan, ‘The Three Sudacas’ atau sesuatu seperti itu.”

Liverpool Pupus Impian Spurs Juarai Liga Champions, Fans Arsenal Turut Bergembira

Jakarta Fans Liverpool bukan satu-satunya yang bersorak gembira merayakan keberhasilan The Reds menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019). Ternyata fans Arsenal turut berpesta pora, setidaknya di media sosial. 

Fans Arsenal lega karena Tottenham, sesama klub dari London Utara dan rival abadi, gagal mempermalukan mereka. Jika menjadi kampiun, Spurs akan mendahului Arsenal dalam urusan menyabet trofi Liga Champions. 

Meski berstatus tim raksasa Premier League, Arsenal memang belum pernah menggenggam trofi Si Telinga Besar.   

Kegembiraan fans Arsenal diekspresikan di media sosial, salah satunya melalui Twitter. Mereka memberikan selamat kepada Liverpool, sekaligus mengolok-olok fans Spurs.

“Terima kasih Tuhan Tottenham tidak menang atas Liverpool. Tapi, pertandingan itu membuat saya tertidur,” kata salah satu fans Arsenal, seperti dilansir Mirror

“Terima kasih Tuhan. Sekarang saya ingin melihat seluruh pemain dan fans Tottenham menangis,” tulis penggemar The Gunners lain. 

Video Salah dan Origi Bawa Liverpool Juara Liga Champions

Liputan6.com, Madrid – Liverpool juara Liga Champions untuk keenam kalinya. Gelar itu mereka dapatkan setelah mencatatkan kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (1/6/2019) atau Minggu dini hari WIB.

The Reds, sebutan Liverpool, sudah unggul di awal pertandingan. Pada menit pertama, gelandang Tottenham Hotspur, Sissoko melakukan handsball di kotak terlarang. Wasit pun menunjuk titik penalti.

Mohamed Salah yang menjadi algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Dia mengirim bola ke tengah gawang Spurs tanpa bisa dihentikan Hugo Lloris.

Liverpool menjauh dengan skor 2-0 berkat gol Divock Origi pada menit ke-87 setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti Tottenham. Liverpool berhasil mempertahankan skor hingga laga tuntas.

Bagi Liverpool, ini adalah trofi keenam di Piala/Liga Champions. Sebelumnya, mereka sukses menjadi kampiun di ajang ini pada musim 1976/1977, 1977/1978, 1980/1981, 1983/1984, dan 2004/2005.

Manchester City Putuskan Takkan Jual Ilkay Gundogan

Guardiola berharap kalau keputusannya untuk mempertahankan Gundogan dapat mengubah pendirian pemain tersebut. Gundogan diharapkan mau menandatangani kontrak anyar ketika musim 2019-20 berjalan.

Keraguan Gundogan untuk bertahan di Manchester City dikarenakan peluang bermain yang tidak terlalu banyak. Ia hanya berstatus sebagai pemain pelapis di klub tersebut.

Hal itu membuatnya mempertimbangkan untuk hengkang begitu kontraknya berakhir. Perjalanan Gundogan di Manchester City tidak selalu mulus sejak ia bergabung pada 2016.

KOLOM: Valentino Rossi, Mugello, dan Woodstock MotoGP

Liputan6.com, Roma – MotoGP pekan ini akan diselenggarakan di Italia, dimana sang legenda hidup Valentino Rossi akan menjadi tuan rumah. Berlaga di hadapan publik sendiri tentu menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi The Doctor. Meski sudah veteran, 40 tahun, usia tak menghalanginya untuk terus mencoba melakukan yang terbaik, untuk tetap meraih prestasi maksimal.

Sebuah mentalitas dan kharisma luar biasa, yang hanya seorang bernama Valentino Rossi-lah yang memilikinya. Valentino Rossi sendiri mengatakan bahwa, “Il Mugello e’ la Woodstock della Moto GP” (MotoGP Mugello merupakan Woodstock dari MotoGP).

Woodstock sendiri merupakan festival musik terbesar di Inggris yang dimulai sejak 1969.

Ya MotoGP Italia di Mugello, merupakan salah satu Grand Prix yang paling ditunggu-tunggu dan paling di apresiasi oleh para pembalap MotoGP. Sebuah sirkuit yang dinanti-nanti oleh semua; baik para pembalap atau para fans sendiri. Meski ketika berbicara mengenai karakteristik sirkuit itu sendiri, merupakan sirkuit yang sulit dan rumit.

Para tifosi di Italia telah begitu antusias sejak berhari-hari sebelum balap di mulai. Anima alias ruh dan soul tersendiri yang hanya bisa dirasakan di GP Mugello Italia.

Selain itu bagi The Doctor, Mugello sering kali membawa keberuntungan. Rossi Il Pilota Piu Vincente della storia Motomondiale su questa pista; Rossi adalah pembalap dengan record kemenangan terbanyak sepanjang sejarah MotoGP di sirkuit ini.

Valentino Rossi memulai debutnya di Mugello pada tahun 1996, ketika usianya baru 17 tahun, yang ketika itu finish di posisi keempat. Namun hanya berselang satu tahun, ia telah berhasil menguasai posisi pertama podium, pada usianya yang ke 18 tahun, pada GP 125 cc kala itu.

Pada kategori 250 cc, Valentino meraih posisi juara kedua pada tahun 1998 dan sebuah kesuksesan mutlak posisi juara pertama pada tahun 1999.

Pada awal debutnya di kelas utama MotoGP; beberapa kesulitan sempat ia hadapi, sempat kehilangan dua posibilitas dalam meraih gelar juara, sempat terjatuh pada tahun 2000 dan 2001.

Valentino Rossi (GIUSEPPE CACACE / AFP)

Duel Sesama Italia

Namun, seorang Valentino Rossi yang selalu pantang menyerah, terus gigih berjuang dan mulai meraih kemenangan demi kemenangan hingga akhirnya berhasil meraih gelar juara selama 7 kali beruntun, pada MotoGP Italia sejak tahun 2002 hingga tahun 2008, dengan Honda, lalu dengan Yamaha.

Begitu indah juga mengingat duel luar biasa Rossi dengan pembalap-pembalap terbaik dunia asal Italia lainnya kala itu: seperti Max Biaggi, Loris Capirossi dan Marco Melandri: ketiga pembalap ini mengikuti Rossi pada podium kedua, ketiga dan kempat; menjadikan all Italians winners di mata dunia. Sebuah moment yang tak terlupakan.

Setelah kemenangan indah pada tahun 2008, atas Ducati dari Casey Stoner, Valentino berhasil kembali ke podium hanya 1 kali saja; podium ke 3 pada tahun 2009. Pada 5 musim berikutnya, dikarenakan cedera serius yang dialami ketika free race pada tahun 2010 dan tidak cukup kompeitif-nya Ducati, sempat gagal meraih prestasi mumpuni.

Pada tahun 2014, the doctor mulai kembali ke top form-nya di Mugello, ia kembali begitu kompetitif; menunjukkan pada dunia bahwa usia bukan halangan; dengan meraih 2 kali posisi ketiga pada 2014 dan 2015.

Rossi dan Mugello telah mengukir begitu banyak kisah indah; 9 kesuksesan besar The Doctor, hanya saja kesuksesan besar itu terakhir kali pada tahun 2008… Namun seorang Rossi pasti mampu kembali meraih prestasi …. dengan kompetisi masih sangat terbuka, dengan 11 poin dan posisi ke 5 pada klasemen umum.

Kans Valentino Rossi pada MotoGP Mugello? Cukup menjanjikan, the doctor akan melakukan yang terbaik untuk meraih podium.

Heny Pratiwi

Pemerhati Olahraga tinggal di Italia

Gara-Gara Klopp, Bintang Liverpool Gagal Gabung MU

“Saya benar-benar hampir bergabung dengan Manchester United. Saya sudah berada di Manchester dan berbicara dengan Louis van Gaal,” ujar Mane.

“Mereka sudah mengajukan penawaran kontrak, namun pada saat yang sama, Jurgen Klopp menghubungi saya dan meminta waktu untuk berbicara.”

“Klopp benar-benar berhasil meyakinkan saya untuk bergabung dengan Liverpool. Pada akhirnya, saya memilih untuk bergabung ke Liverpool dan mengembalikan kontrak yang disodorkan Manchester United.”

Henderson: Tanpa Klopp, Liverpool Takkan Juara Liga Champions

 (AP/Francisco Seco)

Bagi Liverpool, ini adalah gelar keenam Liga Champions mereka. The Reds hanya kalah dari AC Milan (tujuh) dan Real Madrid (13).

“Saya sangat bangga menjadi bagian dari klub sepak bola ini dan gelar Liga Champions sangat istimewa bagi saya. Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik setiap kali bermain sepak bola dan membantu tim saya, apa pun yang terjadi. Saya mengalami masa-masa sulit, tetapi saya terus berjalan, seperti halnya klub ini.”

“Ini momen terbaik dalam hidup saya, ini yang saya impikan sejak kecil. Ini bukan tentang saya, ini bukan tentang saya menjadi kapten atau mengangkat trofi, ini tentang klub ini, para pemain dan manajer. Sekarang kami harus terus maju,” Henderson menambahkan.

Van Dijk: Ballon d’Or Milik Messi, Tapi Saya Juga Layak Mendapatkannya

Liputan6.com, Liverpool – Bek Liverpool, Virgil van Dijk, menilai striker Barcelona, Lionel Messi, layak mendapatkan Ballon d’Or 2019. Meski demikian, menurut Van Dijk, dirinya juga pantas mendapatkan penghargaan paling bergengsi itu.

Van Dijk berhasil membawa Liverpool menang 2-0 atas Tottenham pada final Liga Champions di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Dalam laga itu, gol The Reds dilesakkan Mohamed Salah (pen 2′) dan Divock Origi (87′).

Ini adalah gelar pertama Van Dijk bersama Liverpool. Berkat kesuksesan itu, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik final Liga Champions.

Van Dijk juga sebelumnya berhasil menyabet penghargaan Pemain Terbaik Liga Inggris. Kini, ia jadi kandidat kuat peraih Ballon d’Or 2019.

“Saya pikir Messi adalah pemain terbaik di dunia. Dia harus memenangkan Ballon d’Or, jadi saya tidak memikirkan itu. Tetapi jika saya menang, saya akan mengambilnya. Messi harus memenangkannya. Dia adalah yang terbaik di dunia, entah dia bermain di final atau tidak,” kata Van Dijk di Soccerway.

Liverpool Juara Liga Champions karena Klopp

Jakarta Keberhasilan Liverpool menjuarai Liga Champions musim ini tak lepas dari tangan dingin Jurgen Klopp. Kapten The Reds, Jordan Henderson, menilai The Reds mustahil bisa juara tanpa sosok Klopp.

Manajer asal Jerman itu mulai menangani Liverpool pada 8 Oktober 2015, menggantikan Brendan Rodgers yang dipecat. Pada musim perdana bersama skuat Si Merah, Jurgen Klopp belum menemukan ramuan yang tepat. 

Alhasil, Liverpool hanya finis di peringkat delapan klasemen akhir Premier League dan gagal di Piala Liga Inggris, Piala FA, serta Liga Champions 2015-2016.

Namun perlahan, dia membuat Liverpool menjadi klub yang kembali bertaji. Kehadiran nama-nama seperti Mohamed Salah, Andrew Robertson, Sadio Mane, Alisson, hingga Virgil van Dijk berhasil mendongkrak performa The Reds.

Di Premier League musim ini, Liverpool menempati posisi runner-up klasemen akhir dengan nilai 97. Mereka terpaut satu angka dari Manchester City di tempat teratas.

Puncaknya terjadi di Liga Champions. Bersua Tottenham Hotspur dalam laga final di Estadio Wanda Metropolitano, Sabtu (1/6/2019), skuat Si Merah sukses merengkuh kemenangan dua gol tanpa balas.

Mohamed Salah membuka keunggulan Liverpool pada menit ke-2 lewat eksekusi tendangan penalti. Masuk menit ke-87, Divock Origi mampu menggandakan skor sekaligus membuat The Reds memetik kemenangan. 

“Tanpa manajer (Jurgen Klopp), ini tidak mungkin. Anda melewati masa-masa sulit dalam satu musim, tetapi apa yang telah dia lakukan sejak datang ke Liverpool tidak dapat dipercaya,” ujar kapten The Reds, Jordan Henderson.

UEFA CHAMPIONS LEAGUE FINAL | TOTTENHAM HOTSPUR 0 – 2 LIVERPOOL | HIGHLIGHT | MADRID 2 JUNI 2019

Manajer Spurs Enggan Bicara Masa Depannya Usai Kalah di Final Liga Champions

Liputan6.com, Madrid – Tottenham Hotspur harus mengakui keunggulan Liverpool pada final Liga Champions di Stadion Wanda Mentropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Spurs kalah dengan skor 0-2 lewat gol Mohamed Salah dan Divock Origi.

Bicara dalam jumpa pers usai final Liga Champions, Manajer Spurs Mauricio Pochettino tak mau membahas tentang masa depannya di klub London Utara tersebut. Juru taktik asal Argentina itu telah dikaitkan dengan Manchester United dan Real Madrid.

“Saya pikir ini bukan waktu untuk berbicara terlalu banyak. Anda bisa menafsirkan dengan cara yang berbeda,” kata Pochettino seperti dikutip dari Sportskeeda.

“Beberapa orang ingin menjadi pintar dan membandingkan saya dengan manajer yang berbeda dan mereka tak tahu bahwa kami berada di proyek berbeda, di posisi berbeda.”

“Orang-orang ingin menjadi lebih pintar dan mereka ingin memberikan pendapat tanpa argumen,” ucap Pochettino. “Setelah lima tahun di Tottenham, proyek itu sangat jelas dan komitmen dari para pemain kami luar biasa – menyediakan bagi klub, untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, kesempatan untuk bermain di Liga Champions terakhir.”

Pochettino pun tidak ingin larut dengan kegagalan di final Liga Champions. “Sekarang adalah waktunya untuk tetap tenang dan mulai mengubah suasana hati, mengubah pikiran kita, dan tentu saja, kita akan punya waktu untuk berbicara,” uujarnya.

Alasan Messi Tak Yakin Bisa Ikut Piala Dunia 2022

Messi akan berusia 34 tahun ketika Piala Dunia 2022 di Qatar dimulai. Namun, ia tidak yakin bisa ikut ambil bagian di turnamen tersebut.

Saya tidak tahu apakah saya akan mencapai Piala Dunia di Qatar. Tuhan akan menentukan apakah itu akan diberikan kepada saya atau tidak,” lanjutnya.

“Hari ini saya merasa hebat, sangat sehat secara fisik, tapi saya hampir 32 tahun dan saya tidak tahu bagaimana yang akan terjadi.”

“Banyak hal bisa terjadi, semoga saya tidak mendapatkan cedera serius apa pun.”

Sumber: Bola.net

Lloris: Tottenham Demam Panggung

(AFP/Glyn Kirk)

“Selalu menyakitkan kalah dalam pertandingan yang begitu penting. Sulit untuk memulai pertandingan dengan cara ini, tetapi kami tidak menurun, kami bermain dengan prinsip kami,” kata Lloris kepada BFM TV.

“Kami agak malu sebelumnya dan baru benar-benar mulai bermain dalam 15 menit terakhir. Ini disayangkan. Kami mencoba melakukan apa yang biasanya kami lakukan, tetapi mudah bagi Liverpool untuk bertahan,” Lloris menambahkan.

Wenger: Liverpool Tampil Medioker

(AP/Felipe Dana)

Wenger menilai, Tottenham kurang kejam di laga itu. The Lilywhites tak terlalu ngotot dalam menggempur pertahanan Virgil van Dijk dan kawan-kawan.

“Tottenham kurang naluri pembunuh, dan saya merasa itu lebih terkait dengan sisi psikologis daripada kualitas nyata. Tottenham malam ini, saya merasa mereka percaya, tetapi tidak benar-benar 100 persen,” Wenger menambahkan.

Arsenal Harus Rombak Lini Pertahanan

Jakarta – Legenda Arsenal, Charlie Nicholas, menyarankan Unai Emery untuk merombak lini pertahanan The Gunners. Menurutnya, penampilan di final Liga Europa menguatkan penilaiannya tentang buruknya pertahanan pasukan Unai Emery tersebut.

Arsenal kalah dengan skor 1-4 dari Chelsea pada laga final Liga Europa. Beragam kritikan mengenai formasi yang diterapkan Emery mengalir deras.

Pemilihan pemain di lini pertahanan menjadi perhatian utama. Arsenal dianggap terlalu muda dibobol karena para pemain yang tidak kompeten.

“Jika saya jadi manajer Arsenal, saya tidak akan mempertahankan semua bek. Maitland-Niles, ia bukan pemain tipe bertahan, ia adalah gelandang tengah,” ujar Nicholas.

“Ia adalah pemain yang bagus, namun ia sama sekali tidak tahu cara bertahan. Lalu Kosciely, masa emasnya sudah lewat dan sudah terlalu lama cedera.”

“Ketika Arsene Wenger menunjuk Nacho Monreal sebagai bek tengah, saya tahu kalau Arsenal akan memiliki banyak masalah di lini pertahanan.”

“Saya tidak akan mempertahankan mereka, Arsenal harus menjualnya,” ungkap Nicholas.

Berita video statistik Chelsea vs Arsenal pada final Liga Europa 2018-2019.

Deretan Fakta Fakta Menarik Liverpool Juara Liga Champions Musim Ini

6 – Liverpool berhasil mengoleksi trofi keenam di Piala/Liga Champions. Mereka hanya kalah dari Real Madrid (13 kali) dan AC Milan (7 kali) dalam jumlah gelar juara di turnamen ini.

0 – Tidak ada pemain lawan yang mampu melakukan dribel untuk melewati Virgil van Dijk, dalam 64 penampilan terakhirnya di semua kompetisi bersama Liverpool.

6 – Keberhasilan Liverpool meraih enam trofi Piala/Liga Champions membuat titel juara mereka lebih banyak dua kali lipat, dibandingkan klub Premier League lainnya (Manchester United dengan 3 gelar).

4 – Jurgen Klopp adalah manajer keempat yang berhasil mempersembahkan titel Piala/Liga Champions untuk Liverpool, setelah Bob Paisley, Joe Fagan, dan Rafael Benitez.

2 – Divock Origi merupakan pemain Belgia kedua yang mencetak gol di final Piala/Liga Champions, setelah Yannick Carrasco. Carrasco menorehkan hal tersebut ketika Atletico Madrid bersua Real Madrid pada 2016.

5 – Mohamed Salah adalah pemain Afrika kelima yang berhasil mencetak gol di final Piala/Liga Champions. Sebelumnya ada Rabah Madjer, Samuel Eto’o, Didier Drogba, dan Sadio Mane.

2 – Gol Mohamed Salah yang tercipta pada 1 menit 48 detik adalah gol tercepat kedua di final Liga Champions. Gol legenda AC Milan, Paolo Maldini, ke gawang Liverpool pada 2005 masih menjadi gol tercepat di partai puncak Liga Champions (50 detik).

14 – Joel Matip mencatatkan 14 sapuan pada laga melawan Tottenham Hotspur. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pemain lain pada fase knock-out Liga Champions musim ini.

6 – Kiper Liverpool, Alisson Becker, menjadi penjaga gawang keenam yang menorehkan clean sheet di final Liga Champions pada abad ke-21. Sebelumnya ada Gianluigi Buffon (2003), Dida (2003), Vitor Baia (2004), Victor Valdes (2009), dan Julio Cesar (2010).

Sumber: Opta, Squawka/Bola.com

Gol Salah Bukan yang Tercepat di Final Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta Liverpool sukses menjuarai Liga Champions 2018-2019. Pasukan Jurgen Klopp menghajar sesama klub Inggris Tottenham Hotspur di partai final yang digelar Minggu (2/6/2019) dinihari WIB.

Sukses Liverpool mengalahkan Tottenham tak lepas dari gol cepat Mohamed Salah lewat titik penalti. Salah membuat gol pada saat laga berjalan satu menit 48 detik. Gol kedua Liverpool dibuat Divock Origi di menit 87. 

Gol Salah ini ternyata bukan yang tercepat di laga final Liga Champions. Ada dua gol lainnya yang lebih cepat dibanding pemain asal Mesir tersebut.

Gol tercepat di final Liga Champions masih dipegang bek AC Milan Paolo Maldini. Menariknya Maldini mencetak gol tersebut ke gawang Liverpool pada tahun 2005. Maldini cuma butuh 51 detik untuk mencetak gol.

Adapun gol tercepat kedua di final Piala/Liga Champions dicatatkan oleh Enrique Mateos pada menit pertama di final tahun 1959.

Bek Liverpool Jadi Pemain Terbaik Liga Champions

Jakarta Bek Liverpool, Virgil van Dijk terpilih sebagai pemain terbaik di final Liga Champions musim 2018-2019. Gelar ini sekaligus melengkapi kesuksesan Liverpool setelah menjadi juara Liga Champions usai menghajar Tottenham Hotspur 2-0.

Dua gol penentu kemenangan Liverpool pada laga ini dibuat oleh dua pemain yang berbeda. Mohamed Salah membuka keunggulan The Reds melalui titik putih di menit ke 2, sebelum Divock Origi mengunci kemenangan Liverpool di menit 87 dengan gol mendatarnya. Laga puncak digelar di Wanda Stadium, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. 

Berkat kontribusi mereka tersebut, nama Origi dan Salah disebut-sebut masuk nominasi pemain terbaik Final Liga Champions musim ini. Selain itu ada juga nama Alisson Becker yang dianggap pantas masuk nominasi setelah mematahkan beberapa peluang emas Tottenham.

Namun UEFA ternyata memiliki pilihan lain. UEFA menobatkan sosok Virgil van Dijk sebagai pemain terbaik di Final Liga Champions musim ini.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan UEFA, Virgil van Dijk dinilai telah melakukan kontribusi yang besar bagi The Reds sepanjang laga.

Berkat ketangguhannya, gawang Liverpool tetap perawan kendati terus menerus digempur oleh para penyerang Tottenham Hotspur.

“Van Dijk menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dan ia menjadi pemain bertahan terbaik Liverpool. Dia membuat intervensi krusial saat dibutuhkan dan ia bermain dengan kepala dingin sepanjang laga,” ujar Thomas Schaaf yang merupakan UEFA Technical Observers di Final Liga Champions tadi.

Berita video bek Liverpool, Virgil van Dijk, yang punya catatan bisa mengejutkan dan menjadi penentu saat bermain di kompetisi Eropa.

Pelatih Timnas Indonesia Kantongi Kekuatan Yordania

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemey tidak mengkhawatirkan kekuatan Yordania pada laga uji coba di Amman International Stadium, 11 Juni 2019. Dia justru mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan. 

Kedua kesebelasan berselisih 62 peringkat dalam ranking FIFA. Timnas Indonesia, yang berada di posisi ke-159 pada ranking FIFA per 4 April 2019, memberanikan diri untuk menantang Yordania yang menempati peringkat ke-97.

Sebelum meladeni Timnas Indonesia, Yordania akan lebih dulu beruji coba dengan negara Eropa, Slovakia, pada 8 Juni. Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengaku telah mengantongi kekuatan Yordania. Pasukan Vital Borkelmans itu memang termasuk tim nasional kuat di Asia.

“Yordania akan menghadapi Slovakia pada pada 8 Juni 2019. Tapi, kami juga melihat pertandingan-pertandingan mereka sebelumnya. Dari situ, kami mulai mempersiapkan taktik,” ujar McMenemy kepada wartawan.

“Saat latihan pertama, kami juga sudah bicarakan gaya bermain Yordania, menyerangnya seperti apa,” kata McMenemy.

Timnas Indonesia hanya punya waktu selama lima hari berlatih di Tanah Air sebelum menghadapi Yordania. Pemusatan latihan telah dimulai pada 31 Mei dan berhenti pada 3 Juni sebelum dilanjutkan pada 7 Juni 2019.

“Kami tidak bisa mempersiapkan banyak hal karena waktunya sangat sempit. Tapi, akan kami persiapkan sebaik mungkin,” imbuh pelatih berusia 41 tahun itu.

Sumber: Bola.com

Berikut jadwal laga Timnas Indonesia Senior dan Timnas U-23 dalam Timnas Match Day 2019

Neville: MU Kalah Segalanya dari City

Jakarta – Mantan bintang Manchester United (MU), Phil Neville, melontarkan kritik keras kepada Ole Gunnar Solskjaer. Neville mangatakan, saat ini, Setan Merah kalah segalanya dari Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.

“Ketika Anda melihat City, Liverpool dan Tottenham, fondasi mereka benar-benar kuat. Anda bisa mengatakan United kuat dari sisi finansial, tapi di lapangan?” ungkap Neville dalam sesi wawancara dalam program The Offside Rule Exclusives.

Neville yang saat ini memimpin Inggris di Piala Dunia Wanita, mengaku telah memperingatkan mantan rekan setimnya itu, untuk melakukan pembenahan total, terutama agresif di bursa transfer.

Namun, Neville menilai, kegagalan MU sudah dimulai sejak lima musim lalu. “Selama lima tahun terakhir, Anda telah melihat tim yang jauh dari visi dan filosofi tentang apa sebenarnya klub itu,” katanya.

Neville menilai tim Setan Merah seperti kehilangan jatidiri dan hanya bergerak tanpa ada dasar yang kuat.

“Jika Anda melihat tim-tim (City, Liverpool, Spurs), mereka memiliki sistem dan gaya permainan serta metode yang dicoba dan tepercaya, sedangkan United tampaknya bergerak ke kiri dan kanan, lalu dari manajer ke manajer,” jelas Neville.

Ia juga mengatakan, butuh waktu yang lama untuk tim pelatih di Manchester United untuk membangun fondasi tim.

“Anda berharap dengan Ole, Mick Phelan, Michael Carrick dan Nicky Butt di Akademi di MU. Saya pikir itu akan memakan waktu yang lama,” tegasnya.

Berita video statistik caretaker Ole Gunnar Solskjaer kembali memberi hasil positif bagi Manchester United (MU). Dia mempersembahkan kemenangan 3-1 atas Huddersfield Town di Old Trafford, Rabu (26/12/2018).

5 Pemain Ini Jadi Rebutan di Bursa Transfer Musim Panas

Tidak sia-sia Leicester City merogoh kocek hingga 20 juta poundsterling untuk merekrut James Maddison dari Norwich City. Pemain berusia 22 tahun jadi salah satu bintang muda yang bersinar di Premier League 2018/19.

Tampil 36 kali, Maddison mencetak tujuh gol dan memberi tujuh assists. Harganya saat ini, dilihat dari Transfermarkt, masih 30 juta euro. Namun, banderol Maddison bisa meningkat jika ia diminati oleh klub-klub besar Eropa.

Liverpool Juara Liga Champions, Klopp Bikin Rekor

Liputan6.com, Jakarta Liverpool berhasil menjadi juara Liga Champions 2018-2019. The Reds menang 2-0 atas sesama klub Inggris Tottenham Hotspur pada laga final yang digelar di Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol pada Minggu (2/6/2019) dinihari WIB.

Dua gol kemenangan Liverpool dicetak Mohamed Salah lewat penalti di menit kedua dan penyerang Divock Origi pada menit akhir pertandingan. 

Sukses Liverpool jadi juara Liga Champions membuat manajer Jurgen Klopp masuk buku sejarah. Dia menjadi manajer asal Jerman pertama yang memenangi trofi bersama tim Inggris.

Klopp juga merupakan manajer keempat Liverpool yang mampu mempersembahkan trofi Piala/Liga Champions. Klopp mengikuti jejak Bob Paisley, Joe Fagan dan Rafael Benitez.

Sebenarnya Klopp nyaris membuat rekor lebih cepat jika musim lalu Liverpool tidak gagal di partai final. Ketika itu The Reds kalah dari Real Madrid di partai puncak.

Mourinho: Liverpool Main Aman, Final Liga Champions Tak Menarik

Liputan6.com, Liverpool – Mantan Manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengkritik laga final Liga Champions antara Liverpool vs Tottenham Hotspur. Menurut dia, pertandingan itu tak menarik.

Liverpool menang 2-0 atas Tottenham pada final Liga Champions di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Dalam laga itu, gol The Reds dilesakkan Mohamed Salah (pen 2′) dan Divock Origi (87′).

Usai unggul cepat lewat gol Salah, Liverpool cenderung main aman dan mengatur tempo. The Reds juga lebih fokus dalam bertahan, ketimbang mencari gol kedua.

“Saya pikir tiga gelandang Liverpool, jika kita melihat gelombang posisi mereka, mereka bermain pada garis lurus di depan empat bek,” kata Mourinho di beIN Sports.

“Anda tidak ingat kapan Jordan Henderson, Gini Wijnaldum, Fabinho, James Milner dekat dengan tiga striker, tidak ada gelandang yang masuk ke kotak penalti. Liverpool menjadi tujuh blok, mereka sangat pragmatis, sangat solid dalam bertahan.”

Zlatan Ibrahimovic Sudah Kebal Hadapi Kritik

Jakarta – Zlatan Ibrahimovic mengaku sudah terbiasa dengan kritik tajam dari publik sepak bola. Komentar itu dilontarkan setelah ia menciptakan gol dan assist saat timnya, LA Galaxy menang 2-0 dari Sporting KC pada Rabu (29/5) di laga lanjutan Major League Soccer.

Seperti diketahui, Ibra mendapat kritik setelah dia dihukum dua pertandingan karena menyerang kiper New York City FC, Sean Johnson pada laga 11 Mei lalu. Hukuman tersebut pun diterimanya setelah dia juga mendapat denda dari MLS karena melakukan diving.

“Kritik akan selalu ada, dan saya menyukainya. Saya menyukainya seperti sedang makan pagi dan kemudian makan siang, seperti itu.”

Akibat perilakunya tersebut, LA Galaxy pun harus kewalahan di MLS Wilayah Barat dan harus tertinggal enam poin dari rival sekota, Los Angeles Football Club (LAFC).

“Kami memiliki performa yang baik di enam laga berturut-turut dan ​kalah empat laga beruntun. Semoga hal itu tidak terjadi lagi karena target kami bukan finis di empat besar, tapi di posisi teratas,” ujar Zlatan Ibrahimovic seperti dilansir dari ​Sky Sports.

“Saya tidak peduli dengan posisi playoff, tapi yang saya peduli di posisi pertama. Itulah alasannya kami ada di sini,” Ibrahimovic mengakhiri.

Berita video Zlatan Ibrahimovic memberikan wejangan untuk bek muda Manchester United, Victor Lindelof.

Istri Cantik dan Anak Bikin Messi Sadar Sepak Bola Bukan Segalanya

Messi mengatakan jiwa kebapakan yang dimilikinya membuat dia semakin dewasa melihat persoalan. Anak-anaknya membuat dia bisa melihat kekalahan dengan cara lain.

“Kekalahan itu menyakitkan tapi saya mencoba sembuhkan itu dengan cara yang lain,” katanya seperti dikutip foxsports Argentina.

“Saat Thiago lahir di 2012, saya mulai paham prioritas hidup mulai berbeda, bukan saja hal akhir pertandingan. Sangat menyakitkan saat kalah tapi saya sampai rumah dan melihat anak serta istri, semuanya hilang.”

Tiga Pemain yang Bakal Dibawa Sarri ke Juventus

Jorginho merupakan kunci dari permainan Sarri, Sarriball. Dia memainkan peran kunci di lini dengah. Dari Jorginho, serangan Chelsea dimulai.

Pastinya Sarri akan meminta Juventus untuk merekrut Jorginho musim depan. Kepergian Sarri dari Chelsea juga akan membuat Jorginho dilepas oleh The Blues.

Jorginho sudah ikut dengan Sarri sejak masih di Napoli. Jorginho takkan kesulitan beradaptasi di Juventus karena sudah lama bermain di Liga Italia.

AC Milan Bersedia Lepas Donnarumma ke MU

Menurut surat kabar Corriere della Sera, Manchester United (MU) telah meminta kepada Mino Raiola, agen Donnarumma, untuk membujuk kliennya pindah ke Old Trafford. Terkait minat MU, AC Milan dikabarkan tidak keberatan melepas Donnarumma.

Namun, AC Milan meminta harga mencapai 60 juta euro atau sekitar Rp 960 miliar. Harga itu masuk akal lantaran Donnaruma masih berusia 20 tahun.

Ia bisa menjadi pengganti jangka panjang David De Gea yang hingga kini belum juga menandatangani kontrak baru dengan MU.

Pelatih Persib Berikan PR Bagi Pemain Selama Libur Lebaran

Liputan6.com, Bandung Mulai hari ini, Sabtu (1/5/2019), rutinitas latihan Persib Bandung diliburkan. Sesuai jadwal yang diumumkan pelatih Persib, Robert Alberts, para pemain akan kembali bergabung dengan klub pada 8 Juni mendatang dan sudah menggelar latihan.

Menurut Robert, libur ini sengaja diberikan untuk memberikan kesempatan para pemain Persib merayakan Lebaran kumpul dengan keluarga.

Kendati libur, bukan berarti para pemain Persib tak menjalankan latihan sama sekali. Pelatih berkebangsaan Belanda itu tetap memberikan program latihan untuk dijalankan seluruh pemainnya selama liburan.

Sehingga, kondisi fisik serta kebugaran para pemainnya tak melorot tajam saat kembali ke klub.

“Ya, kita akan mulai libur dari hari ini dan pada 8 Juni nanti kita kembali ke latihan,” kata Robert, Sabtu (1/6/2019).

Robert mengaku telah memberikan pekerjaan rumah berupa program latihan melalui tayangan video.

“Mereka diberikan video yang harus dilakukan selama libur. Jadi nanti ketika kembali berkumpaul kita akan lihat apakah mereka menjaga tubuhnya atau tidak,” kata pelatih baru Persib itu.

Alasan Kolev Saat Persija Kembali Gagal Menang

Kolev mengatakan Persija memiliki peluang untuk mencetak gol ke gawang Bali United. Namun, peluang tersebut hilang begitu saja.

“Terakhir kita ada empat peluang luar biasa, dua kali Bruno, satu kali Simic, satu kali Novri, dan terakhir satu kesalahan yang dibuat pemain Bali. Dan kita kalah. Dan sekali lagi ini susah dipercaya,” sesal Kolev.

4 Momen Penting Liverpool Menuju Juara Liga Champions 2019

Lolos dengan status runner-up membuat Liverpool harus mendapat lawan berat di babak 16 besar, yakni Bayern Munchen. Kedua tim pun bermain imbang tanpa gol di leg pertama di Anfield.

Penampilan luar biasa diperlihatkan Liverpool di partai leg kedua. Sadio Mane tampil impresif dengan mencetak dua gol untuk membawa The Reds menang 3-1.

Buat Jurgen Klopp kemenangan ini amat berarti, saat menangani Borussia Dortmund ia kerap makan hati dengan Bayern. Berulangkali pemain-pemain terbaiknya dibajak, saat klub diasuhnya sukses mengoyang dominasi Bavarian.

Undian babak perempat final cukup berpihak pada Liverpool karena mendapat lawan yang pernah mereka singkirkan musim lalu, Porto.

Benar saja, Liverpool tak mendapat rintangan berarti di fase delapan besar ini. Pasukan Klopp berhak melaju ke semifinal berkat kemenangan agregat 6-1.

Gattuso Ungkap Kisah Lain di Balik Keputusannya Mundur dari AC Milan

Liputan6.com, Jakarta Mantan pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, mengungkapkan kembali soal pengunduran dirinya. Gattuso mengatakan bahwa dirinya sebenarnya memutuskan untuk meninggalkan AC Milan sebelum pertandingan melawan Sampdoria.

Seperti diketahui Gattuso berpisah dari AC Milan dengan persetujuan bersama. Ia melepaskan 90 persen dari gaji yang harus dia bayar untuk memastikan stafnya dibayar hingga akhir kontrak mereka.

“Itu adalah perjalanan yang luar biasa di Milan, baik sebagai pemain dan pelatih, jadi saya berutang banyak kepada klub ini. Saya membuat keputusan ini karena itu benar bahwa kami mengambil jalan yang terpisah pada saat itu. Mereka memberi saya kesempatan untuk melatih para pemain hebat ini selama 18 bulan, ”kata Gattuso kepada Sport Mediaset.

“Kelompok ini memberikan semua yang dimilikinya. Mungkin saya mengecewakan mereka, seperti pada saat kita harus mematikan kompetisi untuk empat besar, kita tidak dapat melakukannya. Ketika hasil tidak tiba, tanggung jawab selalu menjadi tanggung jawab pelatih.”

“Bagaimanapun, saya sudah memutuskan untuk meninggalkan AC Milan, apakah kami lolos ke Liga Champions atau tidak. Saya sudah membuat keputusan sebelum pertandingan Sampdoria,” ujarnya.

Hazard Bakal Pakai Nomor 7 di Real Madrid

Jakarta – Eden Hazard selangkah lagi akan pindah ke Real Madrid. Konon Hazard akan langsung dipercaya memakai nomor punggung 7 di Santiago Bernabeu. Hazard mewarisi nomor yang pernah dipakai Cristiano Ronaldo.

Meskipun akan menjadi rekrutan besar pertama Zinedine Zidane pada musim panas, Hazard tak bakal bisa memakai nomor punggung 10 yang disukainya. El Real tak akan membiarkan Hazard mengambil nomor itu dari Luka Modric. Apalagi Modric merupakan peraih Ballon d’Or pada tahun lalu. 

Opsi kedua bagi Hazard memakai nomor 7. Nomor tersebut saat ini dipakai striker Mariano Diaz, yang kemungkinan tak akan keberatan menyerahkannya kepada Hazard. 

Namun, langkah yang perlu diambil Real Madrid sekarang yaitu merampungkan transfer Eden Hazard dari Chelsea. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, berharap kontrak selesai diteken pada Senin (3/6/2019), kemudian sang pemain diperkenalkan ke publik pada pekan berikutnya. 

Kepergian Hazard ke Real Madrid tinggal menghitung waktu. Isyarat meninggalkan Stamford Bridge sudah dilontarkan pemain Belgia itu setelah mengantar Chelsea menjuarai Liga Europa, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB. Saat ditanya tentang masa depannya di Chelsea, dia menjawab singkat. “Saya rasa ini perpiasahan,” ujar dia.

Berita video Eden Hazard dikabarkan akan hengkang dari Chelsea, tim yang baru saja lolos ke final Liga Europa 2018-2019. Rekan setimnya berharap hal itu tidak akan terjadi.

Simon McMenemy Minta Pengorbanan Para Pemain Timnas Indonesia saat Lebaran

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Indonesia mengakhiri pemusatan latihan (training centre) hari pertama di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/5/2019) malam WIB, untuk menghadapi dua laga uji coba internasional. Pelatih Simon McMenemy meminta para pemain berkorban di bulan Ramadan.

Ya, TC Timnas Indonesia digeber berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah yang jatuh pada 5-6 Juni 2019. Persiapan Evan Dimas dan kawan-kawan akan berakhir pada 3 Juni. Tiga hari berikutnya atau pada lebaran hari kedua, para pemain diharuskan kembali berkumpul untuk berlatih sekali lagi pada 7 Juni.

Sehari berselang, Timnas Indonesia akan bertolak ke Amman untuk menantang Yordania pada 11 Juni 2019 dalam uji coba bertajuk FIFA Matchday.

“Berat memang kami mempersiapkan tim untuk melawan Yordania pada bulan ramadan ini. Saya harus melepas pemain ketika Lebaran dan mereka akan kembali dan akan ke Yordania,” ujar McMenemy kepada wartawan.

Setelah menghadapi Yordania, Timnas Indonesia telah ditunggu uji coba kedua melawan Vanuatu pada 15 Juni 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Menurut PSSI, pertandingan latih tanding itu bertajuk FIFA A Match karena tidak termasuk ke dalam kalender FIFA pada 3-11 Juni 2019.

Liverpool Juara Liga Champions usai Tekuk Tottenham 2-0

Tottenham Hotspur: Lloris, Trippier, Alderweireld, Vertonghen, Rose, Winks, Sissoko, Eriksen, Dele, Son, Kane

Cadangan: Gazzaniga, Vorm, Sanchez, Foyth, Davies, Aurier, Dier, Walker-Peters, Wanyama, Lucas, Lamela Llorente

Pelatih: Mauricio Pochettino

Liverpool: Alisson, Alexander-Arnold, Van Dijk, Matip, Robertson, Fabinho, Henderson, Wijnaldum, Salah, Mane, Firmino

Cadangan: Mignolet, Kelleher, Lovren, Gomez, Moreno, Milner, Lallana, Oxlade-Chamberlain, Shaqiri, Origi, Brewster, Sturridge

Pelatih: Jurgen Klopp

2 Fakta Menarik Mohamed Salah Usai Cetak Gol Pembuka Kemenangan Liverpool di Final Liga Champions 2019

Selain Salah, kondisi Liverpool malam ini membuat mereka mencatat beberapa hal istimewa. Satu di antaranya adalah kali pertama dalam sejarah Liverpool, mereka menggunakan starting XI yang sama persis dalam 53 pertandingan sepanjang musim ini di seluruh kompetisi.

Pada laga kontra Tottenham Hotspur, Manajer Liverpool, Jurgen Klopp memilih Allison sebagai kiper, lalu kuartet bek diisi Virgil van Dijk, Joël Matip, Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold.

Selain itu, area tengah menjadi tanggung jawab Fabinho, Georginio Wijnaldum dan Jordan Henderson. Sementara itu, tridente penggempur menjadi tugas Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Hal lain yang menarik adalah, kali ini Jurgen Klopp menikmati final ke-3 di pentas Liga Champions sebagai manajer. Artinya, hanya ada satu pelatih yang merasakan tiga kekalahan di final Liga Champions, yakni Marcello Lippi bersama Juventus pada 1997, 1998 dan 2003.

Sumber: BBC, Opta

Bawa Liverpool Juara Liga Champions, Jurgen Klopp Sukses Hentikan Kutukan Final

Madrid – Jurgen Klopp bisa dipastikan merupakan sosok yang paling berbahagia dengan sukses Liverpool menjuarai Liga Champions 2019. Sebab, dengan begitu pria Jerman ini sukses mengakhiri kutukan terhadap dirinya yang selalu kalah di final sejak tahun 2014.

Gol kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur di Wanda Stadium, Madrid, Minggu (2/6/2019) dicetak Mohamed Salah lewat titik penalti pada menit kedua serta Divock Origi pada menit ke-87.

Total sepanjang karier kepelatihannya, ia tujuh kali meloloskan klubnya ke final, dan hanya sekali sukses merengkuh trofi, yakni di Piala Jerman 2012. Sisanya ia selalu gagal.

Yang paling menyakitkan tentu di ajang Liga Champions, dua kali pelatih asal Jerman ini tertunduk lesu.

Pada 2013 saat membesut Borussia Dortmund, Klopp harus mengakui keunggulan Bayern Munchen dengan skor 2-0. Musim lalu di Liverpool digasak Real Madrid 1-3.

Jurgen Klopp dua kali merana bersama Liverpool di pentas Eropa. Musim 2016, The Reds kalah 1-3 melawan Sevilla.

Sebelum laga final Liga Champions musim ini, pelatih beken Jose Mourinho sempat berujar bahwa laga kontra Spurs jadi sebuah beban bagi Klopp.

“Saya berharap Jurgen bisa sukses tahun ini. Sekali kalah di final, selajutnya kali kedua gagal rasanya amat tidak enak, apalagi jika tiga kali tim asuhannya harus menderita kegagalan. Kondisi itu akan sangat memukul Jurgen, apalagi yang ia lakukan luar biasa,” ujar Mourinho di Bein Sport.

Sebelum laga puncak, Jurgen Klopp blak-blakan bicara soal kegagalannya berulangkali di sebuah laga final.

“Saya manusia normal, jadi jika aku duduk di ruangan dan berpikir ini semua tentang saya yang gagal, benar memang saya jadi penyebabnya. Jika saya melihat diri saya sebagai pecundang atau apa pun, maka kami (Liverpool) semua akan memiliki masalah, tetapi saya tidak melihatnya seperti ini.

“Saya pikir mungkin ada saat-saat yang beruntung dan tidak beruntung dan di beberapa final saya adalah bagian dari kita tidak pernah berada di pihak yang beruntung, itu benar, tetapi saya tidak dapat mengubahnya.”

Akhir pekan ini Jurgen Klopp berhasil merubah keberuntungannya. Liverpool jadi juara Liga Champions. Persembahan Klopp jadi yang ke-6 setelah musim 1976–1977, 1977–1978, 1980–1981, 1983–1984, 2004–2005. Yang spesial ini jadi gelar pertama bagi sang mentor sejak mendarat tiga musim lalu di Anfield.

Sumber: Metro.co.uk

PSSI Akan Melapor ke FIFA Terkait Rencana Pemakaian VAR di Shopee Liga 1

PSSI, kata Tisha, berkejaran dengan waktu untuk mengimplementasikan VAR di Liga 1 2019. Namun, permasalahan lahir. Contohnya terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum memadai. Perangkat pertandingan, kata Tisha, masih perlu banyak belajar untuk menggunakan metode canggih tersebut.

“Seperti jumlah minimal wasit yang memegang lisensi untuk mengoperasikan VAR dan lain-lain. Ada dua kajian yang harus kami selesaikan dalam waktu singkat. Nanti pada 5 Juni pada kongres tahunan FIFA, kami akan nyatakan bahwa Indonesia intens dalam penggunaan VAR dan arahan dari FIFA sampai 2020,” tutur Tisha.

“Bukan cuma biaya, tapi kompetensi. Kami mempersiapkan anggaran, infrastruktur, dan SDM. Kami menunggu proposal ke FIFA kapan secepatnya VAR dapat diprioritaskan. Mudah-mudahan bisa cetap implementasinya terkait SDM,” imbuhnya.

Sumber: Bola.com

Saksikan video pilihan berikut ini:

Berita video penjelasan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, soal langkah dalam pembinaan pemain yang nantinya berujung target Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2030.

Adaptasi Pemain Baru di Timnas Indonesia Berjalan Mulus

Jakarta – Timnas Indonesia telah berkumpul sejak Jumat (31/5/2019) dan berlatih di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Rencananya pemusatan latihan akan digelar sampai 3 Juni 2019. Dari 25 nama yang ada, enam di antaranya merupakan pemain yang baru pertama kali dipanggil Simon McMenemy.

Keenam personil tersebut adalah Awan Setho Raharjo, Achmad Jufriyanto, Rizky Rizaldi Pora, Ramdani Lestaluhu, Irfan Bachdim, dan Alberto Goncalves. Keenamnya tidak dibawa Simon McMenemy ketika Timnas Indonesia beruji tanding melawan Myanmar pada 25 Maret 2019.

Dengan kehadiran beberapa pemain yang baru pertama kali dipanggilnya, latihan pertama Timnas Indonesia difokuskan McMenemy untuk memperkenalkan style permainan.

“Latihan pertama perkenalan cara bermain. Sama seperti yang kami mainkan saat kontra Myanmar,” ujar McMenemy kepada wartawan.

“Kali ini juga ada beberapa muka baru. Jadi kami perkenalkan lagi. Begini lho cara bermain kami. Lalu juga ada pembukaan cara bermain untuk melawan Yordania,” kata arsitek timnas Indonesia itu.

Teco Ingin Pemain Bali United Jaga Kondisi Saat Liburan

Gianyar – Stefano Cugurra Teco ingin para pemain Bali United tetap menjaga kondisi saat libur lebaran. Apalagi jadwal padat menanti Bali United usai jeda ini.

Bali United menang 1-0 atas Persija Jakarta dalam laga pekan ketiga Shopee Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (31/5/2019). Kemenangan itu membawa Serdadu Tridatu kini berada di peringkat kedua dalam klasemen sementara Liga 1 2019 dengan sembilan poin dari tiga pertandingan yang sudah dijalani.

Tiga kali menang saat Ramadan membuat para pemain Bali United bisa libur dengan tenang dalam momen Idulfitri 2019. Namun, pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, mengingatkan agar para pemainnya tetap menjaga kondisi dengan program latihan yang akan dibuat untuk setiap pemain.

“Nanti pelatih fisik akan memberikan program latihan. Jadi saat mereka kembali pada 8 Juni, harus dalam kondisi yang bugar dan siap karena kami memiliki jadwal yang padat,” ujar Teco seperti dilansir dari situs resmi klub.

Setelah adanya pergeseran jadwal pekan keempat Liga 1 2019 dari 14-16 Juni ke 27-28 Agustus 2019, Bali United akan menjamu PSIS Semarang pada 21 Juni dan bertandang ke markas Perseru Badak Lampung FC pada 28 Juni.

Sumber: Bola.com

Berita video highlights Liga 1 2019, Bali United vs Persija Jakarta 1-0, Sabtu (31/5/2019) di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar.

Ikuti Exclusive Live Streaming Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool di Vidio

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Kieran Trippier, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Danny Rose; Christian Eriksen, Victor Wanyama, Delle Ali; Lucas Moura; Son Heung Min, Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Virgil Van Dijk, Joel Matip, Andy Robertson; Giorginio Wijnaldum, Fabinho, Jordan Henderson; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane

Pelatih: Jurgen Klopp

Juara Liga Champions, Tottenham Hotspur Bakal Samai Capaian MU dan Liverpool

Liputan6.com, Madrid – Tottenham Hotspur menjadi tim Inggris kedelapan yang menembus final Liga Champions. Mereka kini berusaha mengikuti jejak empat kompatriot yang berjaya pada penampilan perdana di laga puncak.

Nama yang dimaksud adalah Manchester United (MU), Liverpool, Nottingham Forest, dan Aston Villa.

MU merupakan tim Inggris pertama yang mencapai final Liga Champions, tepatnya pada 1968. Ketika kompetisi masih bernama Piala Champions, mereka langsung merebut gelar dengan mengalahkan Benfica 4-1. Liverpool (1977), Nottingham Forest (1979), dan Aston Villa (1982) kemudian mengikuti jejak The Red Devils.

Sementara ada tiga tim Inggris yang gagal berjaya yakni Leeds United (1975), Arsenal (20060, dan Chelsea (2008).

Tottenham Hotspur patut khawatir melihat catatan tersebut. Pasalnya, dua tetangga mereka dari London masuk kelompok yang terpuruk.

Chelsea baru memenangkan Si Telinga Besar pada penampilan kedua di final tahun 2012. Sementara Leeds United dan Arsenal belum pernah mencapai partai puncak Liga Champions lagi.

Tonton Live Streaming Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool Exclusive di Vidio

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Kieran Trippier, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Danny Rose; Christian Eriksen, Victor Wanyama, Delle Ali; Lucas Moura; Son Heung Min, Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Virgil Van Dijk, Joel Matip, Andy Robertson; Giorginio Wijnaldum, Fabinho, Jordan Henderson; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane

Pelatih: Jurgen Klopp

Final Liga Champions: Kejutan dari Tottenham atau Gelar Keenam Liverpool?

Liputan6.com, Jakarta Sorot mata pecinta sepak bola bakal tertuju ke Wanda Metropolitano Stadium, tempat digelarnya final Liga Champions antara Tottenham vs Liverpool, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Pecinta sepak bola sebelumnya sudah dibuat takjub dengan usaha kedua tim tembus ke final Liga Champions.

Aksi heroik diperlihatkan Liverpool dengan membalas empat gol langsung saat melawan Barcelona. Padahal saat kalah 0-3 dari Barcelona di Camp Nou, banyak yang tidak yakin The Reds bisa come back. 

Sama halnya dengan Tottenham Hotspur. Perjuangan The Lily White hingga menembus final Liga Champions bukan sesuatu yang mudah. Sebelum menjungkalkan Ajax Amsterdam secara dramatis di semifinal, Tottenham sudah terlebih dahulu menjungkalkan favorit juara Manchester City, juga dengan cara yang dramatis.

Kini, publik akan bertanya-tanya apakah bakal ada lagi kejuatan di final Liga Champions? Jangan sampai final ini menjadi antiklimaks, sedangkan klimaksnya terjadi di semifinal.

Kejutan yang dimaksud di sini yaitu kemungkinan Tottenham menjadi juara. Ini tentu menjadi sejarah bagi klub bermakas di London ini kalau bisa merealisasikan itu dengan mengalahkan Liverpool di final Liga Champions.

Sudah 100 tahun lebih tak pernah tembus final Liga Champions dan kini menjadi juara, ini tentu menjadi kejutan yang boleh jadi juga antiklimaks. Bagaimanapun, tak bisa menutup mata, Liverpool lebih dijagokan di laga nanti.

Pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino ogah pesimistis menghadapi laga ini. Meski dia tahu timnya underdog.

“Pikiran Anda sangat kuat dan Anda lah yang menentukan batasannya,” kata Pochettino seperti dikutip Mirror.

“Pemain sudah tahu betapa pentingnya pikiran. Jadi sebelum mempersiapkan segalanya, siapkan dulu pikiran Anda agar siap. Fokus. Emosi harus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Di Liga Inggris, Tottenham sangat inferior dibandingkan Liverpool. Hingga akhir musim, Tottenham terpaut 26 poin dari Liverpool di klasemen akhir Liga Inggris. Mungkinkah ada kejutan?

Berita video pengamanan super ketat akan dilakukan pihak kepolisian untuk Kota Madrid, Spanyol, yang berpeluang bisa menakutkan saat Final Liga Champions 2018-2019, Liverpool vs Tottenham Hotspur.

Jurgen Klopp Bicara Kutukannya di Laga Final

Liputan6.com, Madrid – Liverpool lolos ke final Liga Champions musim ini dan mesti berhadapan dengan Tottenham Hotspur pada Minggu (2/6/2019) dini hari WIB di Wanda Metropolitano, Madrid.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mempunyai rekor yang kurang bagus di partai puncak. Tapi, pelatih berpaspor Jerman ini ingin mengakhiri catatan buruknya di pertandingan final.

Sejak meraih gelar ganda domestik bersama Borussia Dortmund pada 2012, Jurgen Klopp mampu menembus final Liga Champions, Liga Eropa, Piala Liga, dan dua DFB-Pokal.

Namun, dalam enam final terakhir itu, manajer Liverpool itu selalu berakhir dengan kekalahan. Musim lalu, The Reds takluk 1-3 dari Real Madrid di final Liga Champions.

“Jika saya adalah alasan kekalahan dalam 6 final beruntun, maka semua orang harusnya khawatir. Jika tidak, ya kami punya kesempatan. Tahun lalu, 3 gol ajaib terjadi, selain itu, pertandingan berjalan baik,” jelas Jurgen Klopp, seperti dilansir situs resmi klub.

“Kami belajar dari semua situasi yang telah kami lewati. Kami adalah tim yang berbeda daripada tim tahun lalu. Kami menggunakan final ini sebagai langkah awal kami melangkah lebih jauh,” paparnya.

Rekor Buruk Tottenham dan Liverpool Ketika Dipimpin Skomina

Tottenham Hotspur Bersama Skomina

20-03-14: Benfica 2-2 Tottenham (Liga Europa)

20-10-10: Inter Milan 4-3 Tottenham (Liga Champions)

06-12-07: Anderlecht 1-1 Tottenham (Liga Europa)

Liverpool Bersama Skomina

11-12-18: Liverpool 1-0 (Liga Champions)

02-05-18: Roma 4-2 Liverpool (Liga Champions)

28-04-16: Villarreal 1-0 Liverpool (Liga Europa)

26-02-15: Besiktas 5-4 Liverpool (adu penalti) (Liga Europa)

09-12-09: Liverpool 1-2 Fiorentina (Liga Champions)

Tonton Exclusive Live Streaming Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool di Vidio

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Kieran Trippier, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Danny Rose; Christian Eriksen, Victor Wanyama, Delle Ali; Lucas Moura; Son Heung Min, Harry Kane

Pelatih: Mauricio Pochettino

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Virgil Van Dijk, Joel Matip, Andy Robertson; Giorginio Wijnaldum, Fabinho, Jordan Henderson; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane

Pelatih: Jurgen Klopp