Jose Mourinho Ogah Kembali Melatih di Serie A

London- Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho belum juga melatih hingga kini. Mourinho digosipkan akan kembali ke Spanyol bersama Real Madrid dan menolak kemungkinan melatih lagi di serie A.

Setelah Manchester United memecat Jose Mourinho pada Desember lalu, banyak tim yang menginginkan jasanya. Satu di antaranya ialah Inter Milan yang pada saat itu belum menunjuk Antonio Conte sebagai Allenatore, akan tetapi ia tak berencana kembali ke Serie A.

Saat ditanya tentang Inter Milan, pelatih berjuluk The Special One itu pun mengatakan alasan mengapa dia memilih meninggalkan La Beneamata selepas mengangkat trofi Liga Champions di Santiago Bernabeu.

“Masa depan saya? Saya tidak berpikir itu akan terjadi di Italia,” kata Jose Mourinho seperti dilansir dari Sportskeeda, Senin (30/9/2019).

“Inter adalah rumah saya, keluarga saya. Massimo Moratti adalah seorang teman sekaligus presiden saya. Kisah treble itu fantastis.”

“Setelah (final) di Madrid, jika saya kembali ke San Siro untuk merayakan, saya tidak akan pernah meninggalkan Inter. Ketika Anda mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga, itu adalah hal yang sulit untuk dihadapi. Malam itu saya sudah tahu akan pergi, saya tidak bisa mengatakan tidak kepada Real Madrid untuk ketiga kalinya,” tutup pelatih berusia 56 tahun itu.

Seperti diketahui, pelatih asal Portugal itu pernah mengukir sejarah bersama Inter Milan pada 2010. Kala itu, Jose Mourinho mengantarkan Nerazzuri meraih treble winner setelah menjuarai Coppa Italia, Serie A dan Liga Champions dalam satu musim.

2 dari 2 halaman

Tim Italia Pertama yang Meraih Treble Winner

Jose Mourinho. (AFP/Oli Scarff)

Inter Milan menjadi tim Italia pertama yang mampu meraih pencapaian itu. Sayang, dua minggu setelah menjuarai Liga Champions, Jose Mourinho memutuskan pergi ke Real Madrid.

Bersama El Real, Mourinho hanya bertahan selama tiga musim. Setelah itu, pada 2013 dirinya kembali melatih Chelsea hingga 2015.

Terakhir, Jose Mourinho menukani Manchester United. Namun, dirinya hanya bertahan selama dua musim setelah itu ia dipecat pada Desember 2018.

Saat ini, beberapa klub besar ingin mendapatkan jasanya, seperti Bayern Munchen, Juventus, Paris Saint Germain hingga Real Madrid. Konon, nama terakhir menjadi klub yang ingin ditangani Jose Mourinho jika manajemen Los Blancos memutuskan untuk tidak lagi memakai tenaga Zinedine Zidane.

Sumber: Sportskeeda

Prakiraan Susunan Pemain MU vs Arsenal

Liputan6.com, Manchester – MU tengah krisis di lini depan saat menjamu Arsenal pada lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, dini hari nanti. Setan Merah tidak bisa memainkan Marcus Rashford dan Anthony Martial

Manchester United (MU) akan menghadapi Arsenal pada lanjutan Liga Inggris. Laga ini akan dimainkan di Old Trafford, Selasa (1/10/2019) dini hari WIB.

Menjamu Arsenal, MU tengah mengalami krisis di lini depan. Dua striker, yaitu Marcus Rashford dan Anthony Martial tak bisa dimainkan karena mengalami cedera.

Sebagai gantinya, Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer akan memainkan Mason Greenwood. Striker 17 tahun itu telah mencetak dua gol, satu di Liga Europa dan satunya pada ajang Liga Inggris.

Greenwood bakal ditemani Jesse Lingard dan Daniel James yang beroperasi sebagai penyerang sayap. Jika kondisi Paul Pogba fit, gelandang asal Prancis itu akan dimainkan. Dengan skema 4-3-3, Pogba akan mengisi lini tengah bersama Scott McTominay dan Fred.

Di lini belakang MU, Harry Maguire akan kembali berduet bersama Victor Lindelof. Dua bek tengah ini akan diapit Ashley Young dan Aaron Wan-Bissaka. Sementara posisi penjaga gawang kembali dipercayakan kepada David De Gea.

Arsenal

Gol Aubameyang Antar Arsenal Menang Tipis Atas Aston Villa
Penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Aston Villa pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates, London (22/9/2019). Gol Aubameyang pada menit ke 84 menjadi penentu kemenangan Arsenal atas Aston Villa 3-2. (AP Photo/Steven Paston)

Di kubu Arsenal, Manajer Unai Emery bakal memainkan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai penyerang tunggal. Pemain berusia 30 tahun itu telah mencetak enam gol dari enam laga.

Aubameyang akan ditopang tiga gelandang serang, yakni Dani Ceballos, Joseph Willock, dan Nicolas Pepe. Sementara untuk gelandang bertahan akan ditempati Granit Xhaka dan Matteo Guendouzi.

David Luiz dan Sokratis Papastathopoulos akan menjadi tembok di lini pertahanan Arsenal. Sementara posisi bek kiri bakal ditempati Sead Kolasinac dan Calum Chambers di posisi bek kanan.

Bernd Leno yang sudah kebobolan 11 gol tetap dipercaya untuk mengawal gawang The Gunners.

Prakiraan Susunan Pemain MU vs Arsenal

MU: David De Gea, Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Ashley Young, Scott McTominay, Fred, Paul Pogba, Jesse Lingard, Mason Greenwood, Daniel James

Arsenal: Bernd Leno, Calum Chambers, David Luiz, Sokratis Papastathopoulos, Sead Kolasinac, Granit Xhaka, Matteo Guendouzi, Nicolas Pepe, Dani Ceballos, Joseph Willock, Pierre-Emerick Aubameyang

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Sepi Peminat, Arsenal Kesulitan untuk Menjual Mesut Ozil

London- Arsenal masih kesulitan untuk mencari klub yang berminat dengan Mesut Ozil. Bahkan dikabarkan, Arsenal siap membantu subsidi gaji Ozil bagi tim yang berminat meminjamnya pada Januari 2020.

Mesut Ozil pernah berstatus sebagai pemain andalan Arsenal. Ia merupakan satu di antara pemain yang berstatus bintang di Premier League.

Namun, Ozil tak bisa menunjukkan konsistensi. Pergantian manajer di Arsneal, membuat Ozil melalui masa sulit.

Kehadiran Unai Emery membuat Ozil terbuang dari skuat Arsenal. Ozil disebut tak cocok dengan strategi permainan Ozil.

Arsenal sempat berusaha melepas Ozil pada bursa transfer musim panas 2019. Namun, tidak ada klub yang menunjukkan minat.

Pada Januari mendatang, Arsenal akan kembali mencoba melepas Ozil.

2 dari 2 halaman

Minim Tampil

Mesut Ozil bersama Unai Emery. (AFP/Glyn Kirk)

Walaupun berada di kondisi yang fit, Ozil tak kunjung mendapat kesempatan untuk membela Arsenal. Sejauh ini, Ozil baru bermain sebagai pemain pengganti atau pemain utama di kompetisi non-Premier League.

Ozil sempat menunjukkan ketidaksukaanya kepada Emery. Keduanya pernah saling bertikai.

Hal itu yang membuat Emery berusaha menyingkirkan Ozil dari skuat utama Arsenal. Ozil sempat dikaitkan dengan Inter Milan dan Atletico Madrid.

Selain itu, Ozil juga menarik minat sejumlah klub MLS.

Sumber: ESPN

Disadur dari Bola.com (Aditya Wicaksono/Yus Mei Sawitri, published 30/9/2019)

Telan Banyak Kekalahan, Solskjaer Masih Dibela Gelandang MU

Liputan6.com, Manchester – Sejak menjadi manajer permanen Manchester United (MU), penampilan klub yang bermarkasi di Old Trafford Stadium bersama Ole Gunnar Solskjaer menurun. Dari 16 pertandingan sejak Solskjaer menjadi manajer permanen, MU menelan delapan kekalahan.

Jumlah kekalahan itu lebih banyak dari kemenangan yang diraih MU, yakni enam. Sedangkan empat pertandingan lainnya berakhir dengan skor imbang.

Terakhir kekalahan MU terjadi di London Stadium. Setan Merah kalah dua gol tanpa balas dari West Ham United, 22 September lalu. Tentunya, hasil minus tersebut membuat Solskjaer mendapat banyak kritik dari Roy Keane dan Gary Neville, yang merupakan mantan pemain MU.

Kendati demikian, Solskjaer masih dibela oleh gelandang Setan Merah, Scott McTominay. Gelandang asal Skotlandia itu percaya Solskjaer merupakan sosok yang tepat selepas pensiunnya Sir Alex Ferguson.

“Butuh waktu untuk manajer yang baru datang. Tidak mungkin baru datang bisa langsung memencet tombol dan sampai ke tujuan,” ucap gelandang MU berusia 22 tahun tersebut, dikutip dari Sky Sports.

2 dari 3 halaman

Era Baru

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (AP/Martin Rickett)

Lebih lanjut, McTominay mengatakan, MU sedang memasuki fase baru usai ditinggal Ferguson. Terlebih, dia manajer sebelum Solskjaer, David Moyes, Louis van Gaal dan Jose Mourinho sudah dicap gagal.

“Anda bisa melihat era yang berbeda dalam tim ini. Semua orang melewati tahap transisi dan kami melaluinya sekarang,” ucap McTominay.

“Di zaman sekarang ini, klub hanya mau memecat seorang manajer tanpa tahu konsekuensi tim itu bakal berkembang dalam lima atau enam tahun ke depan,” katanya menambahkan.

3 dari 3 halaman

Percaya Solskjaer

Solskjaer, menurut penjelasan McTominay, mendapat banyak kepercayaan dari semua pemain MU. Terlebih, manajer berusia 45 tahun tersebut punya banyak solusi dari permasalahan Setan Merah.

“Dia punya rencana untuk jangka pendek dan panjang. Ketika Anda punya orang seperti ini, sangat penting untuk hidup bersama,” kata McTominay mengakhiri.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Timnya Kalah, Fans AC Milan Ramai-Ramai Puji Pemain Lawan di Medsos

Liputan6.com, Milan – Kekalahan memalukan dirasakan AC Milan dalam laga lanjutan Serie A, Senin dini hari WIB (30/9/2019). Bermain di kandang sendiri di San Siro, Milan harus mengakui keunggulan Fiorentina 1-3.

Kemenangan ini, membuat Fiorentina naik ke posisi kesembilan dengan delapan poin. Sedangkan, posisi AC Milan tertahan di posisi ke-16 klasemen dengan enam poin.

Ada yang menarik dalam pertandingan itu. Meski timnya kalah, fans tuan rumah justru dengan tulus memuji penampilan pemain lawan, Franck Ribery.

Ribery yang baru gabung dengan Fiorentina musim ini, tampil cemerlang di markas Rossoneri. Bahkan, mantan pemain Bayern Munchen ini mencetak satu gol ke gawang AC Milan.

Pada laga itu, Ribery sangat fenomenal ketika ia meneror pertahanan AC Milan. Beberapa kali ia menciptakan peluang pada rekan-rekannya untuk mencetak gol.

2 dari 3 halaman

Sambutan Meriah

Pemain Fiorentina, Franck Ribery. (dok. Fiorentina)

Keterampilan Ribery di lapangan sepertinya membuat kagum penonton di San Siro, termasuk suporter AC Milan. Saat diganti pada menit ke-89, ia mendapat tepuk tangan meriah dari penggemar Setan Merah.

Tak hanya itu, reaksi dari pendukung tuan rumah juga berlanjut usai pertandingan. Mereka menggambarkan pujinnya dalam sebuah video.

3 dari 3 halaman

Terus Bekerja Keras

Fiorentina sangat beruntung bisa mendapatkan Ribery dengan gratis. Penandatanganannya di jendela transfer musim panas terbukti memberi manfaat di Florence.

Pemain yang akan berusia 37 April tahun depan, sudah mencetak dua gol dan satu assist dalam empat Serie A dimulai musim ini.

Ribery pun tentu sangat menikmati kehidupannya di Fiorentina. Berbicara kepada wartawan setelah pertandingan ia bersumpah terus bekerja keras untuk klub.

“Saya senang,” katanya kepada wartawan. “Ketika Anda bermain di San Siro, itu selalu istimewa. Ini adalah arena yang sangat besar, begitu banyak penggemar. Kami menampilkan performa yang baik dan itu penting bagi kami.”

Bali United vs Kalteng Putra: Gomes Tegaskan Enggang Borneo Punya Kualitas

Liputan6.com, Bali – Kalteng Putra harus menelan kekalahan kala melawat ke markas Bali United, Minggu (29/9/2019). Mereka harus mengakui ketangguhan Bali United setelah kalah dengan skor tipis 1-2 di lanjutan pertandingan Shopee Liga 1.

Menanggapi jalannya laga, Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliviera menegaskan anak asuhnya sudah bermain cukup baik. Mereka menunjukkan kualitas individu dan tim.

“Kita tampil baik, kita tunjukkan kualitas tim dan individu. Kita juga praktikkan skema yang ada dalam latihan. Sayang kita tidak berhasil dapat poin. kita akan berjuang untuk masyarakat Kalteng. Terima kasih untuk pemain,” kata Gomes.

Menurutnya, setiap hari ia selalu memacu semangat pemainnya agar tampil bagus dan menunjukkan kualitas individu.

“Setiap hari sebelum pertandingan saya selalu bicara mereka harus berkualitas sebagai tim, bekerja sama dan saling bantu. Meski kehilangan pemain, kita berjuang melewati kesulitan. Apalagi melawan Bali United yang peringkat pertama dan bermain di kandang sendiri dengan kualitas istimewa, kita bisa merepotkan mereka. Itu cukup baik. Sayang, Kalteng Putra tidak full team,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Soal Penalti

Di sisi lain, Gomes mengakui gol pertama Bali United akibat kesalahan Kevin Gomes.

“Gol pertama kesalahan Kevin. Di tengah pertandingan tidak boleh salah sama sekali karena akibatnya bisa fatal. Soal penalti saya kurang yakin itu penalti. Tapi mereka (Bali United) memang pantas menang. Saya cuma salut sama pemain saya yang berani, gagah dan tidak malu untuk tampil fight dan disiplin,” ucap Gomes. (Dewi Divianta)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jadwal MU vs Arsenal: Duel Sengit di Old Trafford

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) akan menjamu Arsenal di Old Trafford Stadium, Senin (30/9/2019) atau Selasa dini hari WIB dalam lanjutan Premier League.

Setan Merah, sebutan Manchester United, sendiri kalah 0-2 dari West Ham United pada laga sebelumnya di liga Inggris. Artinya, dari enam laga Premier League, MU hanya meraih dua kemenangan. Selebihnya, dua kali imbang dan dua kali kalah.

Praktis, di laga ini, MU harus bisa bangkit atau semakin tergilas. Untung, jelang laga lawan Arsenal ini, MU dapat modal bagus. Mereka baru saja memetik kemenangan atas Rochdale dan memastikan langkah ke putaran keempat Piala Liga Inggris.

Di sisi lain, seperti MU, Arsenal juga baru saja memastikan tempat di putaran keempat Piala Liga Inggris. Namun, berbeda dengan MU, kiprah Arsenal di Premier League, lebih stabil dengan tiga kemenangan, plus dua imbang dan hanya sekali kalah.

Berikut jadwal MU vs Arsenal di Premier League yang akan disiarkan Mola TV.

2 dari 3 halaman

Jadwal MU vs Arsenal

Selasa, 1 Oktober 2019

02.00 WIB, MU vs Arsenal

Stadion Old Trafford

Live: Mola TV

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Untuk klasemen Liga Inggris silakan klik link berikut ini…

Saksikan video pilihan berikut ini:

Musim Bunga Antonio Conte bersama Inter Milan

Liputan6.com, Milan – Antonio Conte tengah menikmati musim bunganya bersama Inter Milan. Matanya yang berwarna biru pun kian bersinar.

Semua itu tak lepas dari kiprah gemilang Inter Milan, klub yang sejak Mei lalu diasuhnya. Di enam laga awal Serie A 2019/20, I Nerrazzurri sukses menyapunya dengan kemenangan.

Dimulai saat mereka menghajar US Lecce 4-0 di giornata pertama, akhir Agustus lalu. Kemudian, berturut-turut Inter Milan sukses menghajar Cagliari (2-1), Udinese (1-0), AC Milan (2-0), Lazio (1-0), dan terakhir Sampdoria (3-1), akhir pekan lalu.

Inter Milan pun kokoh di puncak klasemen Serie A dengan 18 poin. Mereka unggul dua poin dari sang juara bertahan Juventus, yang berada di posisi kedua.

“Semua penampilan yang kami tunjukkan musim ini telah memperlihatkan derajat kualitas dan organisasi tim ini,” ujar Conte, semringah seperti dikutip Football Italia. “Tapi, kami juga menunjukkan mental yang berbeda.”

Dengan performa rancak seperti ini, tak pelak Inter Milan pun dijagokan untuk mentantang Juventus dalam perebutan gelar scudetto. Maklum, sejak delapan musim terakhir, tak satu pun mampu membendung Juventus jadi yang terbaik.

“Akan jadi pertarungan yang sengit antara Juventus dan Inter Milan dalam memperebutkan scudetto,” ujar kiper veteran Juventus, Gianluigi Buffon. “Kami menginginkan scudetto, begitu juga Inter Milan.”

2 dari 4 halaman

Tantangan Hebat

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte merayakan kemenangan timnya usai bertanding melawan Sampdoria pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di stadion Luigi Ferraris di Genoa (28/9/2019). Inter menang atas Sampdoria dengan skor 1-3. (Luca Zennaro/ANSA Via AP)

Conte, yang pernah mengantar Chelsea juara Liga Inggris 2016/17, bukan tak aware soal ini. Mantan kapten Juventus itu menyebut, adalah sebuah tantangan bagi pasukannya bersaing dengan Juventus di race scudetto.

“Juventus telah delapan kali berturut-turut memenangkan scudetto. Mereka tim yang luar biasa. Kami senang bisa head to head dengan mereka, apalagi saat ini kami unggul dua poin,” Conte menuturkan.

Kini, kata Conte yang terpenting adalah konsistensi penampilan. Sebab, Inter Milan pernah juga menikmati musim bunga yang akhirnya tak berbuah manis.

Di musim 2017/18, di bawah asuhan Luciano Spalletti, Inter Milan sempat tak terkalahkan di 10 pertandingan. Namun, mereka gagal mempertahankan konsistensi sehingga hanya mampu menutup musim di posisi keempat.

3 dari 4 halaman

Berharap kepada Pemain Baru

Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang AC Milan pada laga Serie A di Stadion San Siro, Milan, Sabtu (21/9). Milan kalah 0-2 dari Inter. (AFP/Marco Bertorello)

Soal konsistensi penampilan, tentu saja Conte harus berharap kepada para pemain baru Inter Milan. Sebab, kiprah gemilang I Nerrazurri sejauh ini juga tak lepas dari performa gemilang bintang-bintang baru.

Dua penyerang asal Mancester United (MU), Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez masing-masing menyumbang tiga dan sebiji gol. Sementara di sektor tengah ada Stefano Sensisi, mantan pemain Sassuolo yang begitu mampu menggerakkan serangan I Nerazzurri.

Di belakang kehadiran Diego Godin yang diboyong dari Atletico Madrid juga begitu memberi ketenangan bagi Samir Handanovic di bawah mistar Inter Milan. Terbukti, sejauh ini, gawangnya baru kebobolan dua gol.

4 dari 4 halaman

Liga Champions dan Coppa Italia

Masalahnya, ke depan, Inter Milan harus berbagi fokus secara serius. Sebab, mereka tidak hanya akan tampil di Serie A, melainkan juga di Liga Champions dan Coppa Italia.

Dua ajang ini tentu terlalu sayang mereka lewatkan begitu saja. Terutama Liga Champions, ajang kelas Eropa yang terakhir mereka juarai pada 2009/10.

Problemnya, lawan-lawan Inter Milan bukan tim sembarangan. Mereka berada satu grup dengan raksasa Spanyol, Barcelona,, dan dua tim kuda hitam: Slavia Praha dan Borussia Dortmund.

Untuk menghadapi tim-tim ini, Conte tentu butuh perjuangan ekstrakeras dalam mempersiapkan pasukannya. Mampukah Conte?

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Maddison Disarankan Pilih Liverpool daripada MU

Liputan6.com, Leicester – Mantan Manajer Leicester City, Micky Adams, menyarankan James Maddison untuk lebih memilih pindah ke Liverpool daripada Manchester United (MU).

Maddison terus memperlihatkan perkembangannya di Leicester sejak dibeli dari Norwich City sebesar 20 juta pound sterling (sekitar Rp 348 miliar) pada 2018. Musim lalu, Maddison mencetak tujuh gol dan tujuh assist dari total 38 pertandingan.

Sementara musim ini, ia sudah membela Leicester dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi. Sang playmaker juga menyumbangkan dua gol dan dua assist.

Pemain 22 tahun itu pun kini jadi incaran MU dan Liverpool. Setan Merah butuh playmaker baru mengingat performa buruk Jesse Lindgard dalam beberapa bulan terakhir. Sementara The Reds mencari gelandang lincah yang bisa menjadi mesin seperti gol Philippe Coutinho.

Menurut Adams, jika Maddison ingin kariernya meningkat, maka dia lebih baik memilih Liverpool daripada MU.

Komentar Adams

Manchester United Vs Leicester City
Bek Manchester United, Luke Shaw, menghadang pemain Leicester City, James Maddison, pada laga Premier League di Stadion King Power, Minggu (3/2) (AP/Rui Vieira)

“Leicester telah menunjukkan dalam hal gaji dan ambisi bahwa mereka sebagus siapa pun. Maddison harus pergi ke Manchester City atau Liverpool untuk memperbaiki apa yang dia dapatkan di Leicester,” kata Adams di Soccerway.

“Sebagai seorang pemain muda, dia hanya harus terus mengembangkan permainannya dan bekerja keras. Dia tidak boleh mendengarkan pujian di media atau maju sendirian. Itulah saat yang menggigit Anda sebagai seorang pesepakbola,” Adams menambahkan.

Harga Maddison

Menurut Transfermarkt, harga Maddison kini 45 juta euro. Sang gelandang juga masih terikat kontrak di Leicester hingga 2023 mendatang.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Jelang Man Utd vs Arsenal, Emery Puji Solskjaer

Liputan6.com, Manchester – Arsenal bertandang ke Old Trafford untuk meladeni MU, Selasa (1/10/2019) dinihari nanti WIB. Jelang laga, pelatih Arsenal, Unai Emery memuji manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

“Solskjaer punya pengalaman. Dia dulu pemain MU dan sangat mengetahui klub itu,” ujar Emery seperti dilansir Sky Sports.

Emery menambahkan, Solskjaer merupakan manajer yang paham dengan kondisi para pemainnya. Pelatih asal Spanyol itu menuturkan, ia dan Solskjaer punya kesamaan yang tengah dihadapi saat ini.

“Tantangan dia adalah konsistensi dan performa yang akan membawa mereka ke empat besar,” kata Emery.

Arsenal dan MU sama-sama memulai Liga Inggris musim 2019/20 dengan tersendat-sendat. Dari enam laga, Arsenal paceklik kemenangan di tiga laga (2 imbang, 1 kalah), sementara MU satu laga lebih banyak (2 imbang, 2 kalah).

Secara peringkat, Arsenal sedikit jemawa dibanding Setan Merah -julukan MU. Granit Xhaka dkk. berada di peringkat ke-8 dengan 11 poin.

Di sisi lain, MU melorot ke peringkat 11 setelah takluk 0-2 dari West Ham United. Kendati demikian, Emery memprediksi laga di Old Trafford bakal berlangsung sengit.

“Saya kira semua orang di seluruh dunia jika ingin menonton pertandingan sepak bola, inilah salah satunya,” kata pelatih Arsenal itu.

2 dari 3 halaman

Ingin Menang

Pelatih Arsenal, Unai Emery. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Arsenal sendiri bertandang ke Old Trafford dengan catatan buruk. Di markas MU, Meriam London -julukan Arsenal- terakhir kali menang pada musim 2015 di pentas FA Cup.

Tak heran, MU diprediksi tetap bisa menyulitkan Arsenal kendati sedang linglung. Namun Emery menegaskan, timnya bakal habis-habisan demi pulang ke London dengan tiga poin.

“Kami akan bertarung untuk pertemuan pertama di musim ini. Itulah cara kami merespon,” kata Emery mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Lima Duel Terakhir MU vs Arsenal

Arsenal 2-0 Manchester United

Arsenal 1-3 Manchester United

Manchester United 2-2 Arsenal

Manchester United 2-1 Arsenal

Arsenal 1-3 Manchester United

MU vs Arsenal, Stadion Old Trafford Tidak Angker Lagi?

Liputan6.com, Manchester – Duel Manchester United (MU) vs Arsenal bakal jadi laga pamungkas di pekan ketujuh Liga Inggris 2019-2020. Laga di stadion Old Trafford, Selasa (1/10/2019) dini hari WIB ini diyakini bakal sengit.

Meski Old Trafford kini seperti tidak angker lagi.MU telah kehilangan aura kemenangan, justru ketika berlaga di Old Trafford yang menjadi kandangnya. Hal ini diungkap oleh Martin Keown jelang duel Manchester United vs Arsenal.

Laga MU vs Arsenal akan digelar pada Selasa (1/10/2019) dini hari WIB di Old Trafford. United tidak sedang berada dalam momentum yang bagus jelang pertemuan dengan Arsenal.

Pada laga terakhirnya di Old Trafford, United gagal menang atas Rochdale pada waktu normal. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer butuh babak adu penalti untuk menang atas klub kasta ketiga tersebut.

Sebelumnya, United juga hanya meraih kemenangan dengan skor 1-0 saat menjamu Astana dan Leicester City. MU benar-benar kesulitan mendapatkan kemenangan, justru saat berlaga di kandang.

2 dari 3 halaman

Kehilangan Aura Kemenangan

Gelandang Leicester, Demarai Gray, berebut bola dengan bek Manchester United, Harry Maguire, pada laga Premier League 2019/2020 di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (14/9). MU menang 1-0 atas Leicester. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United bahkan sudah pernah kalah di Old Trafford pada musim 2019/2020. Setan Merah kalah dari Crystal Palace dengan skor 1-2, Agustus 2019 lalu. Catatan inilah yang membuat Martin Keown merasa Old Trafford kehilangan aura.

“Anda bicara soal aura, bayangkan saja, pemain hampir seperti dewa dan Anda berdiri di lorong dan ada semacam kerumunan di sekitar mereka,” buka Martin Keown kepada talkSPORT.

“Kami bermain melawan mereka di Old Trafford dan kami harus pergi ke cekungan itu, para penggemar berharap mereka menang, pemain juga berharap menang, saya takut kalah aura itu telah hilang,” ucap Martin Keown.

“Aura itu telah hilang, sudah dilucuti dan butuh bertahun-tahun untuk mengembalikannya,” tegas Martin Keown.

Sebenarnya, United mulai ‘akrab’ dengan hasil buruk di kandang sejak musim 2018/2019 lalu. Dari enam laga kandang terakhir musim lalu, United tiga kali menelan kekalahan, sekali imbang dan dua kali kalah.

3 dari 3 halaman

Tips Martin Keown

Situasi sulit yang kini dialami oleh Manchester United masih ada solusinya. Menurut Martin Keown, setidaknya, United bisa membeli sejumlah pemain baru agar mampu meraih hasil bagus dan membuat Old Trafford kembali angker.

“Anda harus memiliki tipe individu tertentu, pemenang, orang yang tidak akan berhenti untuk mencari kemenangan. Tapi itulah yang hilang dari Manchester United. Tidak ada rasa takut lagi,” kata Martin Keown.

Manchester United sendiri kini masih terdampar di posisi ke-11 klasemen sementara Premier League 2019/2020. Paul Pogba dan kolega baru mendapatkan delapan poin dari enam laga yang telah dimainkan.

Sumber: talkSPORT

Disadur dari Bola.net (Asad Arifin, published 30/9/2019)

Jelang Man Utd vs Arsenal, Emery Diminta Hentikan Rotasi

Liputan6.com, London – Legenda Arsenal, Emmanuel Petit, menyarankan Manajer Unai Emery untuk menghentikan sistem rotasi. Menurut dia, hal itu kurang tepat dilakukan bersama skuat The Gunners.

Emery gabung Arsenal pada 2018. Sejak itu, pelatih asal Spanyol tersebut sering melakukan eksperimen. Hal ini membuat permainan The Gunners tak stabil.

“Yang ingin Emery ciptakan adalah sebuah tim, unit kolektif. Bukan hanya 11 pemain utama, tetapi seluruh anggota tim. Inilah sebabnya mengapa dia terus-menerus melakukan rotasi, termasuk pemain muda,” kata Petit di Soccerway.

“Saya suka ide ini, tetapi sulit bagi pemain untuk beroperasi dalam sistem seperti ini. Dia sering mengubah tim, tetapi Anda harus bermain secara teratur untuk beradaptasi seperti ini. Tuntutannya dari para pemain sangat besar.”

“Tetapi jika Arsenal menunjukkan karakter yang mereka tunjukkan baru-baru ini, mereka memiliki potensi untuk melakukan sesuatu. Keyakinan datang dengan hasil, tetapi hasil berasal dari apa yang Anda bawa ke lapangan. Itu tidak mudah.”

2 dari 3 halaman

Lawan MU

(AFP Photo/Oli Scarff)

Arsenal akan tandang ke markas Manchester United (MU) dini hari nanti. Petit percaya, The Gunners bisa memetik poin di laga tersebut.

“Arsenal telah dihancurkan oleh Liverpool, meskipun MU tidak berada di level itu. Karena itu, Anda akan berpikir Arsenal memiliki peluang yang sangat baik untuk menang di Old Trafford,” ucap Petit.

“Mereka membutuhkan kemenangan jauh dari kandang, karena mereka telah kehilangan poin begitu mudah di markas lawan. Pertandingan ini sangat penting bagi mereka, dan ini saat yang tepat untuk bermain melawan MU.”

3 dari 3 halaman

Posisi 8

Arsenal sendiri saat ini berada di posisi klasemen delapan dengan 11 poin. Jika mampu mengalahkan MU, maka The Gunners akan naik ke posisi empat.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Solskjaer Desak Manchester United Beli Striker Baru

Manchester- Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer mendesak agar klub segera mencari striker baru. Setelah hengkangnya Romelu Lukaku, MU benar-benar kekuarangan pemain di lini depan.

Performa The Red Devils menjadi sorotan lantaran hanya mampu memetik dua kemenangan hingga pekan keenam Premier League 2019-2020.

Manhcester United kehilangan mesin gol seperti Romelu Lukaku yang dilepas pada bursa transfer musim panas 2019, dan meminjamkan Alexis Sanchez ke Inter Milan. Kepergian dua penyerang tersebut membuat tim Setan Merah mengalami kewalahan di lini depan.

Klub asuhan Solskjaer tidak membeli amunisi striker pada bursa transfer lalu. Setan Merah hanya memboyong gelandang cemerlang seperti Daniel James, serta Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire di jantung pertahanan MU.

“Kami membiarkan Alexis dan Romelu pergi, Anda tidak harus menjadi ilmuan roket untuk melihat bahwa penyerang adalah pemain yang akan kami rekrut berikutnya. Kami sedang mencari kreativitas dan gol,” kata Solskjaer, melansir dari The Guardian, Senin (30/9/2019).

“Saya tidak bisa berpikir: ‘Saya butuh pemain karena ini adalah reputasi saya’. Tidak, ini adalah klub. Ada striker, tetapi mereka bukan yang kami inginkan. Kami belum bisa mendapatkan yang kami inginkan,” jelas Solskjaer menambahkan.

Manchester United kini menyisakan Anhony Martial dan Marcus Rashford dini lini depan. Tetapi keduanya mengalami cedera selepas menjamu Arsenal.

Tim Setan Merah diprediksi akan menurunkan kembali pemain mudanya, Mason Greenwood saat menghadapi AZ Alkmaar pada fase Grup L Liga Europa di Stadion Kyocera, Kamis (3/10/2019).

2 dari 2 halaman

Evaluasi Manchester United

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bersama Aaron Wan-Bissaka. (AP/Mark Kerton)

Ole Gunnar Solskjaer mengaku siap berbenah demi meningkatnya performa Manchester United meski dilanda krisis penyerang. Manajer asal Norwegia itu ingin lebih memberi kepercayaan kepada para pemain yang tersedia di timnya.

“Anda mengevaluasi setiap pertandingan dan melihat-lihat pertandingan, tapi saya sendiri tidak ragu. Jika saya meragukan diri saya sendiri, makan seluruh duni juga akan sama. Kami memiliki banyak pembicaraan, jadi kami percaya pada apa yang kami lakukan,” ucap Solskjaer.

“Tugas saya adalah memimpin mereka, membimbing mereka, memberi tahu mereka bahwa kami mempercayai mereka karena mereka ada di sini karena mereka pemain yang baik. Tapi saya yakin mereka bisa mengatasinya, mereka semakin kuat,” jelas manajer asal Norwegia tersebut.

Sumber: The Guardian

Disadur dari Bola.com (Novie Rachmawanti/Aditya Wicaksono, published 30/9/2019)

Rumah Bintang Real Madrid Disatroni Perampok saat Tampil di Derby Madrid

Liputan6.com, Madrid- Kejadian mengerikan dialami gelandang Real Madrid Casemiro di akhir September ini. Tempat tinggal pemain asal Brasil itu disatroni perampok.

Saat perampok datang, Casemiro sedang bertanding bersama Real Madrid menghadapi Atletico Madrid pada Derby Madrid di ajang La Liga, Sabtu (28/9/2019).

Meski Casemiro sedang tidak ada dikediamannya, El Chiringuito TV mengklaim istri dan putrinya sedang berada di dalam rumah. Beruntung keduanya tidak mengalami hal buruk.

Laporan El Chiringuito TV tak menyebutkan berapa kerugian yang dialami Casemiro akibat perampokan tersebut, begitu juga dengan barang-barang yang diambil.

Casemiro sendiri hingga berita ini diturunkan belum buka suara mengenai kejadian buruk yang dialaminya. Dia sedang sibuk mempersiapkan diri membela Real Madrid di Liga Champions.

2 dari 2 halaman

Sering Menimpa Pesepakbola

Casemiro (AFP/Franck Fife)

Kasus perampokan yang dialami pemain Real Madrid cukup sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya Zinedine Zidane, Lucas Vazquez, Isco dan Alvaro Morata juga pernah mengalaminya.

Tak hanya pemain Real Madrid, bintang-bintang Barcelona juga mengalami perampokan di rumahnya. Arthur, Gerard Pique dan Jordi Alba pernah dibobol kediamannya.

MU Vs Arsenal: Kondisi Amunisi Kedua Tim Jelang Laga

Manchester – Manchester United (MU) dan Arsenal akan bertarung demi memperbaiki posisi mereka di Premier League. Namun kedua tim saat ini masih  mengalami masalah cedera pemain.

MU membutuhkan kemenangan untuk memmperbaiki posisi mereka di klasemen Premier League. Manchester United menempati posisi ke-11 dengan koleksi delapan poin.

Arsenal masih lebih baik dengan menempati posisi kedelapan dengan koleksi 11 poin. Namun, Arsenal wajib meraih hasil positif jika tak ingin tergusur oleh Manchester United.

Arsenal akan bertamu pada laga nanti. Arsenal membawa modal positif setelah meraih tiga kemenangan pada laga laga terakhirnya.

Selain itu, Arsenal memiliki situasi skuat yang lebih baik dari MU. Saat ini, hanya Alexandre Lacazette yang tercatat sebagai pemain cedera.

Rob Holding, Hector Bellerin dan Kieran Tierney telah berada dalam kondisi yang bugar dan siap tampil. Kondisi itu membuat Arsenal sedikit diunggulkan.

Hal itu dikarenakan MU tidak memiliki lini depan utamanya karena cedera yang dialami Anthony Martial dan Marcus Rashford.

2 dari 2 halaman

Daftar Pemain Cedera

Pemain Manchester United, Marcus Rashford. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United

Marcus Rashford – Pangkal paha

Anthony Martial – Paha

Paul Pogba – Pergelangan kaki

Luke Shaw – Hamstring

Arsenal

Alexandre Lacaette – Pergelangan kaki

Sumber: Evening Standard

Disadur dari Bola.com (Penulis Aditya Wicaksono, Editor Benediktus Gerendo Pradigdo, Published 30/9/2019).

4 Hal Tak Terlupakan dalam Duel Man Utd vs Arsenal

Liputan6.com, Manchester – Man Utd vs Arsenal bakal berlangsung di Old Trafford Stadium, Senin (30/9/2019) atau Selasa dini hari WIB dalam lanjutan Premier League. Dalam permainan ini, ada banyak pemain pilar kedua tim yang tidak bisa bermain.

Dalam laga ini, lima pemain tuan rumah yang dikhawatirkan tidak bisa bermain dalam duel Man Utd vs Arsenal, yakni Marcus Rashord, Fosu-Mensah, Paul Pogba, Luke Shaw, dan Erick Bailly.

Sedangkan Arsenal tidak bisa memainkan Ainsley Maitland-Niles karena kartu merah. Sedangkan dua pemain lainnya Alexandre Lacazette dan Kostantinos Mavropanos mengalami cedera.

Kendati demikian, Setan Merah, julukan Manchester United, di atas kertas lebih diunggulkan. Arsenal sudah lama tidak menang di Old Trafford. Terakhir kali Arsenal menang di kandang Setan Merah pada 8 Mei 2002, dengan skor 1-0.

Sepanjang sejarahnya, duel Man Utd vs Arsenal diwarnai beberapa kontroversi dan selalu sarat gengsi. Berikut ada empat duel yang tak terlupakan sepanjang masa.

2 dari 5 halaman

Pembantaian Arsenal di Old Trafford

Striker Manchester United Wayne Rooney seusai mencetak hat-trick ke gawang Arsenal dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, 28 Agustus 2011 (AFP PHOTO/ANDREW YATES)

Pada awal musim 2011/12, Manchester United menghacurkan Arsenal di Old Trafford. Setan Merah menang telak 8-2 pada 28 Agustus 2011.

Saat itu, Arsenal baru saja ditinggalkan Cesc Fabregas dan Samir Nasri. Meriam London hanya mengandalkan Robin van Persie sebagai mesin gol. Hal itu menjadi sebuah keuntungan untuk MU.

Pada babak pertama saja, MU sudah unggul 3-1 melalui gol yang dicetak Danny Welbeck, Ashley Young dan Wayne Rooney. Sedangkan Meriam London membalas melalui Theo Walcott.

Tak puas dengan keunggulan tersebut, Setan Merah mencetak lima gol tambahan di babak kedua, melalui Rooney (dua gol), Luis Nani, Park Ji Sung, dan Ashley Young. Sementara Arsenal mencetak satu gol saja melalui sepakan Van Persie.

3 dari 5 halaman

Selebrasi Kontroversial Van Persie

(AFP/Andrew Yates)

Pada bursa transfer musim panas 2012, striker Arsenal, Robin van Persie memutuskan untuk hengkang ke Manchester United. Keputusan itu membuat Van Persie dicap sebagai pengkhianat oleh fans Arsenal karena hengkang ke klub rival.

Situasi kian panas ketika MU dan Arsenal bertanding dalam dua laga, yakni 3 November 2012 dan 28 April 2013. Dalam dua pertandingan tersebut, Van Persie mencetak gol dan tidak melakukan selebrasi karena janjinya kepada fans Arsenal.

Namun sambutan fans Arsenal malah mengecewakan dan memberikan olok-olok kepada Van Persie. Puncaknya, pada 10 November 2013, saat Man Utd vs Arsenal di Old Trafford, Van Persie emosi. Usai mencetak gol ke gawang Arsenal, ia langsung berlari menghampiri Wayne Rooney, merayakan golnya dan menepuk-nepuk logo klub Manchester United yang terpampang di jerseynya sambil memandang ke arah tribune fans Arsenal.

4 dari 5 halaman

Arsenal Juara di Old Trafford

Arsenal memetik 13 kemenangan berturut-turut untuk menduduki takhta Liga Inggris 2001-2002

Musim 2001/2002 hal buruk menghinggapi Manchester United. Mereka melihat Arsenal menjadi juara Premier League di Old Trafford, kandang MU, pada 8 Mei 2002.

Pada laga tersebut, Setan Merah harus meraih kemenangan agar tidak melihat Meriam London berpesta di Old Trafford.

Sayangnya, Arsenal malah keluar sebagai pemenang usai mengalahkan Setan Merah dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Sylvain Wiltord. Arsenal menang, dan Arsenal merayakan gelar juara mereka di Old Trafford ketika itu.

5 dari 5 halaman

Pertengkaran Patrick Vieira vs Roy Keane

Roy Keane berseteru dengan Patrick Vieira dalam laga Manchester United kontra Arsenal.

Kick off belum dimulai, tapi kapten MU saat itu, Roy Keane sudah berseteru dengan gelandang Arsenal Patrick Vieira. Pertengkaran terjadi di lorong Highbury Stadium, kandang Arsenal yang lama, pada tahun 2005.

Ketika itu, Keane dan Vieira terlibat adu mulut di lorong stadion. Keane tertangkap kamera menunjuk-nunjuk Roy Keane, dan mengatakan “Mari kita selesaikan di luar lapangan!” Wajah Vieira pun penuh dengan emosi, sembari memegangi botol minuman.

Namun, dari persaingan tersebut, rasa hormat terbangun dengan sendirinya di antara keduanya. Mereka pun akhirnya kerap disandingkan bersama sebagai analis di televisi, malah pernah dihadirkan secara bersama dalam sebuah acara televisi bertajuk: Best of Enemies.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Man Utd vs Arsenal, Emery Siap Curi 3 Poin di Old Trafford

Liputan6.com, Manchester – Pelatih Arsenal, Unai Emery menegaskan timnya mengincar tiga poin saat meladeni Manchester United (MU). Arsenal bertandang ke Old Trafford untuk meladeni MU, Selasa (1/10/2019) dinihari nanti WIB.

“Para pemain berharap main di pertandingan ini. Kami tahu ini kans besar untuk meraih tiga poin,” ujar Emery seperti dilansir Sky Sports.

Arsenal datang ke Old Trafford dengan bekal tak terkalahkan di lima laga terakhir (3 menang, 2 imbang). Meski menang, performa Arsenal masih dianggap tak stabil.

Saat melawan Aston Villa, Arsenal malah harus kebobolan dua gol terlebih dahulu. Meriam London baru bisa membalas setelah membombardir pertahanan Villa pada babak kedua.

Emery mengatakan, timnya siap menampilkan permainan berbeda di Old Trafford. Apalagi, laga ini terhitung penting bagi perjalanan Arsenal di musim ini.

“Kami benar-benar ingin bermain di mana kami bisa melakukan sesuatu yang penting. Kami bersiap dengan baik,” ujar Emery yang masuk ke Arsenal awal musim lalu.

2 dari 3 halaman

Laga Bersejarah

Premier League – Manchester United Vs Arsenal (Bola.com/Adreanus Titus)

Meski baru semusim menangani Arsenal, Emery mengaku selalu memantau laga melawan MU. Menurut pelatih asal Spanyol itu, laga Arsenal vs MU selalu spesial dan bersejarah.

“Ini momen luar biasa di antara kedua tim ini, baik di masa lalu, saat ini, dan masa depan,” kata Emery.

“Setiap pertandingan, ketika saya menonton di Spanyol, Arsenal vs MU, atau sebaliknya, itu momen yang spesial,” ujarnya mengakhiri.

3 dari 3 halaman

5 Duel Terakhir MU vs Arsenal

Arsenal 2-0 Manchester United

Arsenal 1-3 Manchester United

Manchester United 2-2 Arsenal

Manchester United 2-1 Arsenal

Arsenal 1-3 Manchester United

Willian Tuntut Chelsea Lebih Kejam di Kotak Penalti

Liputan6.com, London – Winger Chelsea, Willian, menuntut timnya untuk bermain lebih kejam di kotak penalti. Ia berkaca pada laga melawan Brighton and Hove Albion.

Chelsea menang 2-0 atas Brighton & Hove Albion pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (28/9/2019) malam WIB. Dalam laga itu, gol tuan rumah dilesakkan Jorginho dan Willian.

The Blues banyak membuang peluang di laga itu. Mulai dari Pedro, Ross Barkley hingga Marcos Alonso gagal memaksimalkan kesempatan yang mereka dapatkan.

Bagi Chelsea, ini adalah kemenangan kandang pertama di Liga Inggris. Sebelumnya dari tiga laga Liga Inggris di Stamford Bridge, Mason Mount dan kawan-kawan cuma meraih hasil dua kali imbang dan sekali kalah.

“Pertandingan bisa saja berakhir 3-0 atau 4-0. Di babak pertama kami menciptakan banyak peluang dan saya pikir Chelsea harus lebih jeli,” kata Willian di Soccerway.

2 dari 3 halaman

Haram Buang Peluang

(AFP Photo/Ozan Koze)

Willian tak mau timnya membuang banyak peluang di laga-laga selanjutnya.

“Kami tidak dapat membuang peluang seperti ini dan kami sekarang harus memikirkan pertandingan berikutnya. Kami membutuhkan kemenangan. Kami telah bekerja keras setiap hari, setiap pertandingan dan kali ini kami akhirnya mendapatkan hasilnya, mendapatkan tiga poin di kandang dan kami harus melanjutkannya.”

“Kami harus melanjutkan dengan cara yang sama,” ucap Willian.

3 dari 3 halaman

Liga Champions

Pada laga berikutnya, Chelsea akan tampil di Liga Champions. The Blues akan tandang ke markas Lille, Kamis (3/10/2019) dini hari WIB.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Bikin Heboh, Fans Wanita Sepak Bola Amerika Nonton Tanpa Memakai Celana

Liputan6.com, Texas – Kehebohan terjadi saat berlangsung pertandingan American Football atau sepak bola Amerika, belum lama ini, di AT&T Stadium, di Arlington, Texas, Amerika Serikat. Ketika itu tengah digelar laga Arkansas Razorbacks melawan Texas A&M Aggies.

Seperti dilansir Sun, pertandingan sepak bola Amerika itu berjalan cukup seru, tapi semua mata tidak tertuju ke lapangan. Sebagian pandangan penonton terarah ke tribun stadion, tempat pendukung Arkansas.

Pusat perhatiannya adalah seorang wanita berambut pirang. Rupanya, saat wanita cantik tersebut mengangkat tangannya di atas kepalanya, penonton terkejut karena di bawah pakaian putihnya, ia sama sekali terlihat tidak mengenakan celana atau memang lupa.

Sontak para penonton terutama pendukung Arkansas Razorbacks meninggalkan sedikit imajinasi ketika si wanita itu bersorak lagi dari tribun. Tapi, tak lama kemudian wanita yang tidak diketahui identitasnya itu baru tersadar.

Sadar menjadi pusat perhatian, wanita itu sempat terkejut. Ia pun buru-buru memutuskan untuk pergi. Pertandingan laga sepak bola Amerika itu kembali berlangsung tanpa keriuhan.

2 dari 3 halaman

Pakai Sprei?

Peristiwa yang sempat menghebohkan itu, ramai menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Seorang pengguna Twitter berkata: “Tidak perlu celana?”

Yang lain menambahkan: “Penggemar Arkansas tidak pernah mengecewakan! LOL! Mereka adalah jenis khusus! Saya kira musim ini membuat mereka mempertanyakan pilihan pakaian.”

Sementara seseorang bertanya: “Apakah dia hanya memakai sprei?”

3 dari 3 halaman

Menari Telanjang

Tapi yang mengejutkan, dia bukan satu-satunya pendukung yang paling menonjol dari kerumunan penonton. Seorang pendukung pria bergoyang-goyang sambil mengenakan atasan khusus Arkansas dengan tulisan menutupi perutnya.

Tampilan cabul penggemar wanita itu datang hanya lima hari setelah seorang penggemar sepak bola menari sambil telanjang di lorong kereta yang penuh sesak.

Akhirnya, meskipun mereka sudah berupaya untuk mengalihkan perhatian tim Agensi A&M Texas, Arkansas Razorbacks tetap kalah 31-27 dalam pertandingan itu.

Kagumi Stadion Emirates, Jack Grealish Isyaratkan Gabung Arsenal

London- Kapten Aston Villa, Jack Grealish memberi sinyal berminat untuk gabung dengan Arsenal. Isyarat itu diungkapkannya lewat unggahannya di media sosial.

Jack Grealish sempat disebut sebagai calon bintang timnas Inggris. Namun, aksinya terbenam setelah Aston Villa terdegradasi pada musim 2015-16.

Grealish memiliki kesempatan untuk bergabung dengan klub Premier League, namun ia memutuskan bertahan. Grealish ditunjuk menjadi kapten dan mengantarkan Aston Villa kembali ke Premier League untuk musim 2019-20.

Setelah kembali ke Premier League, Grealish memberi isyarat kalau ia siap mencari tantangan baru. Hal itu terlihat ketika ia menunjukkan fotonya ketika bermain di kandang Arsenal, Emirates Stadium.

“Saya merasa terhormat bisa bermain di Emirates. Stadion ini merupakan stadion favorit saya di Premier League,” tulis Grealish.

Hal itu membuat suporter Arsenal meminta klub untuk mendatangkan Grealish pada bursa transfer pemain berikutnya.

2 dari 2 halaman

Bersaing dengan Tottenham Hotspur

Pemain Arsenal, Mesut Ozil. (AFP Photo/Andrew Caballero-Reynolds)

Jika Arsenal memutuskan untuk mengejar Grealish, mereka akan bersaing dengan Tottenham Hotspur.

Sebelumnya, Grealish disebut menjadi incaran utama Tottenham Hotspur. The Lilywhites ingin mendatangkan Grealish sebagai persiapan jika kehilangan Christian Eriksen.

Namun, Arsenal disebut harus menjual pemain terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mendatangkan pemain anyar. Mesut Ozil disebut sebagai pemain yang akan dilepas agar Arsenal bisa mendatangkan pemain baru.

Sumber: Metro

Disadur dari Bola.com (Aditya Wicaksono/Wiwig Prayugi, published 30/9/2019)

MU vs Arsenal: Solskjaer Anggap Jalan Menuju Empat Besar

Liputan6.com, Manchester – Manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer tetap percaya diri timnya bisa finis empat besar di Liga Inggris. Namun, Solskjaer juga mengakui tim-tim lain juga mengincar posisi serupa.

Dan, menurut Solskjaer perjuangan MU mewujdkan target itu dimulai dengan pertandingan nanti melawan Arsenal di Old Trafford, Selasa dini hari WIB (30/9/2019).

Sekadar catatan, sejak 2006 MU tidak pernah kalah dari Arsenal jika main di kandang. Karena itu, Solskjaer berusaha menghindari kekalahan dari klub London Utara itu.

“Kami memiliki banyak diskusi tentang berbagai hal, jadi kami percaya pada apa yang kami lakukan,” kata Manajer MU.

Selanjutnya, pelatih asal Norwegia menjelaskan lagi kepada Sky Sports soal perjalanan MU mengerjar target . Dia mengakui juara bertahan Manchester City dan penantangnya Liverpool sudah jauh lebih maju dalam perkembangan mereka.

2 dari 3 halaman

Jauh di Depan

Ekspresi manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer saat dikalahkan Wolverhampton Wanderers, Rabu (3/4/2019) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

“Saya kira begitu, ya. Dua tim teratas musim lalu terlalu jauh di depan dari kami semua,” katanya.

“Ada banyak tim di sana yang juga menginginkan posisi itu – dan di sanalah kita akan berada, di dalam dan di sekitar.

3 dari 3 halaman

Terbuka Lebar

Musim lalu, MU hanya mencapai posisi keenam Liga Inggris, sehinga gagal lolos ke Liga Champions. Tapi, Solskjaer, persaingan menuju empat besar musim ini terbuka lebar bersama Tottenham, Chelsea dan Arsena.

Tapi, hingga saat ini United baru memenangkan dua dari enam pertandingan pertama mereka di Liga Inggris musim ini. Meski begitu, Solskjaer masih optimistis timnya dapat kembali ke kompetisi utama Eropa musim depan.

Mourinho Selamanya Cinta Inter Milan

Liputan6.com, Milan – Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, mengaku cinta mati dengan mantan klubnya, Inter Milan. Namun, ia ragu akan kembali ke Serie A dalam waktu dekat.

Mourinho melatih Inter Milan pada 2008-2010. Ia sukses besar di klub itu, termasuk memenangi treble pada 2010. Usai tahun yang penuh gelar, The Special One memutuskan pindah ke Real Madrid.

Kini, Mourinho sedang menganggur dan ia dikaitkan dengan beberapa klub Serie A. Meski demikian, sang pelatih belum punya rencana kembali ke Negeri Pisa.

“Masa depan saya? Saya tidak berpikir itu akan terjadi di Italia,” kata Mourinho kepada acara TV Italia Tiki Taka.

“Yang jelas, Inter Milan adalah rumah saya, keluarga saya. Massimo Moratti adalah seorang teman, presiden saya. Kisah treble itu fantastis.”

2 dari 3 halaman

Tak Bisa Tolak Madrid

(AFP/Ben Stansall)

Usai laga final Liga Champions 2010, Mourinho tak ikut perayaan di Kota Milan. Ia memilih menghindari hal tersebut.

“Setelah final di Madrid, jika saya kembali ke San Siro untuk merayakan, saya tidak akan pernah meninggalkan Inter. Ketika Anda mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga, itu adalah hal yang sulit untuk dihadapi.”

“Malam itu saya sudah tahu akan pergi, saya tidak bisa mengatakan ‘Tidak’ kepada Madrid untuk ketiga kalinya,” Mourinho menambahkan.

3 dari 3 halaman

Pelatih Sukses

Mourinho sendiri adalah salah satu pelatih tersukses di Eropa. Selama 19 tahun melatih, ia telah meraih 25 gelar bergengsi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Man Utd vs Arsenal: Mason Greenwood Jadi Solusi Solskjaer?

Liputan6.com, Manchester – Jelang duel Manchester United (Man Utd) vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris, di Stadion Old Trafford dini hari WIB nanti, Ole Gunnar Solskjaer dibuat pusing kepala. Pasalnya, manajer Man Utd itu terancam tidak bisa menurunkan penyerang Marcus Rashford.

Striker berusia 21 tahun itu mengalami cedera pangkal paha. Padahal, selama ini, di kaki dan kepala Rashfor, Solskjaer berharap gol demi gol.

Masalahnya, MU sendiri sebelumnya sudah kehilangan Anthony Martial, yang biasanya bisa jadi pelapis Rashford di lini serang. Pemain asal Prancis itu bahkan sudah beberapa pekan ke belakang absen berseragam Man Utd.

Praktis, jika kedua tak bisa tampil lawan Arsenal, Man Utd tinggal memiliki Mason Greenwood. Masalahnya, Greenwood masih sangat muda, 17 tahun. Menit bermainnya pun masih sangat sedikit.

Musim ini di Liga Inggris, dia baru bermain tak kurang dari 47 menit untuk Man Utd, hasil dari empat penampilan yang selalu jadi pemain pengganti di menit-menit akhir pertandingan.

2 dari 3 halaman

Bisa Berguna

Penyerang Manchester United Mason Greenwood (kiri) mencetak gol ke gawang Rochdale pada babak tiga Piala Liga Inggris di Old Trafford, Rabu (25/9/2019) atau Kamis dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Namun begitu, banyak juga yang percaya, Greenwood sebenarnya berguna bagi Man Utd. Asal diberi kesempatan, pemain kelahiran Bradford, Inggris itu bukan tak mungkin akan menjadi kartu as bagi Setan Merah.

Pasalnya, kipra Greenwood sendiri tengah gemilang. Di dua pertandingan terakhir, dia selalu mencetak gol, meski bukan di Liga Inggris.

Satu gol dicetak Greenwood saat Man Utd mengalahkan Astana 1-0 di ajang Liga Europa, tengah pekan lalu. Sedangkan satu gol lainnya dia cetak di ajang Piala Liga Inggris.

3 dari 3 halaman

Terpuruk

Man Utd sendiri saat ini masih terpuruk di papan klasemen Liga Inggris. Dengan delapan poin mereka masih tertahan di posisi ke-11 dari enam pertandingan.

Usai lawan Arsenal, Man Utd akan menghadapi Newcastle United di pekan kedelapan Liga Inggris. Kali ini, mereka akan tampil di kandang lawan.

Rivalitas MU vs Arsenal: Dari Tawuran Antarpemain hingga Perang Makanan

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) bakal berhadapan dengan Arsenal di Old Trafford pada lanjutan Premier League, Selasa dini hari WIB (1/10/2019). Dalam beberapa tahun terakhir, rivalitas kedua tim ini menjadi bumbu yang menambah panas jalannya pertandingan di lapangan. 

Tidak sekedar mencari poin, pertemuan juga menjadi ajang adu gengsi. Baik MU maupun Arsenal tentu sama-sama tidak ingin menambah noda bagi rekor pertemuan mereka. 

Sederet ‘drama’ telah mewarnai jalannya pertemuan MU vs Arsenal. Salah satu yang paling lekat dalam ingatan tentu saja perseteruan sengit Sir Alex Ferguson vs Arsene Wenger. Selama era kedua pelatih papan atas tersebut, duel MU vs Arsenal seakan tak pernah sepi. 

Perang kata-kata kerap menghiasi pertemuan Setan Merah dan Meriam London. Arsene Wenger yang hadir di markas The Gunners pada 1996 sempat mengganggu kedigdayaan Setan Merah bersama Ferguson yang satu dekade lebih dulu datang ke Liga Inggris.  

Namun Wenger vs Fergie hanya satu dari sederet drama yang mewarnai rivalitas MU vs Arsenal selama ini. Drama lainnya bisa Anda simak pada halaman-halaman berikutnya:

2 dari 3 halaman

Awal Rivalitas

Sir Alex Ferguson dan Arsene Wenger (Paul Ellis/AFP)

Rivalitas MU vs Arsenal sebenarnya tidak terpaku di era Ferguson dan Wenger saja. Menurut Ferguson, tensi pertemuan kedua tim sebenarnya sudah meningkat pada 1987 atau sembilan tahun sebelum Wenger tiba di London Utara. Saat itu, Fergie baru tiba di MU. 

“Ada persaingan sengit ketika Geroge Graham di sana dan saya baru datang,” kata Ferguson kepada The Times pada tahun 2009 seperti dilansir Talk Sport belum lama ini. 

Menurut Fergie, saat itu, Arsenal sangat perkasa bersama Graham di mana The Gunners belum terkalahkan dalam 22 laga. Namun MU berhasil mematahkannya. Di Stadion Old Trafford, MU tampil kesetanan dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. 

Segala upaya dilakukan MU untuk mengalahkan Arsenal. Bahkan menurut pengakuan Ferguson, salah seorang gelandang Setan Merah kala itu, Norman Whiteside, sampai harus melakukan 45 kali pelanggaran kepada lawan. “Tapi dia tidak dapat kartu sama sekali. Saya tidak tahu bagaimana dia melakukan itu,” kata pelatih asal Skotlandia tersebut. 

Graham tidak habis pikir MU yang ditukangi rekan senegaranya itu mampu membenamkan Arsenal. Hasil inilah yang menyulut rivalitas MU dan Arsenal di laga-laga berikutnya.

Dia marah karena MU menghalalkan segala cara demi mengalahkan mereka. Tidak hanya di dalam lapangan, provokasi menurut Graham juga dilakukan hingga ke bench pemain.  

“Di mana-mana David O’Leary dihajar oleh Norman Whiteside,” katanya kepada Guardian.

“David Rocastle diprovokasi habis-habisan hingga akhirnya diusir keluar oleh wasit. Alex Ferguson dan asistennya, Archie Knox juga melakukan itu tepat di depan kami. Saat itu saya bertekad, ini akan jadi yang pertama dan terakhir mereka melecehkan saya,” bebernya. 

Sejak pertemuan itu, tensi duel MU vs Arsenal memang terus meningkat. Tidak lagi sekedar perang kata-kata saja, benturan fisik tidak jarang mewarnai pertemuan kedua tim. 

3 dari 3 halaman

Tawuran hingga Perang Makanan

Striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang mengontrol bola dari kawalan bek Manchester United, Eric Bailly selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Old Trafford (5/12). MU bermain imbang 2-2 atas Arsenal. (AFP Photo/Oli Scarff)

1. Perkelahian antarpemain MU dan Arsenal sempat pecah pada tahun 1990. Sebanyak 21 pemain terlibat baku pukul di lapangan yang menyebabkan kedua tim dijatuhi sanksi pengurang poin. 

2. Pada Community Shiled 2003, pemain MU, Philippe Nevile menerima kartu kuning saat laga baru berlangsung 27 detik gara-gara menginjak pemain Arsenal, Patrick Viera.

3. Pada tahun 2003, enam pemain Arsenal dan dua pemain MU didakwa atas perilaku tidak pantas dalam ‘Pertempuran di Old Trafford’. Martin Keown saat itu menyampaikan, kalau istrinya mengatakan apa yang dilakukannya kepada Ruud van Nistelrooy sudah keterlaluan. 

4. Setahun kemudian, MU kembali menghentikan rekor tak terkalahkan Arsenal yang sudah berjalan 49 laga. Namun duel ini belakangan lebih dikenal sebagai “Pertempuran Makanan” menyusul keributan para pemain di lorong ganti yang berujung pelemparan potongan Pizza oleh Cesc Fabregas ke wajah Ferguson. 

Sederet kejadian ini memang telah mencoreng jalannya duel MU dan Arsenal. Namun rivalitas yang terawat itu telah membuat kedua tim selalu bersemangat menghadapi laga ini.

“Saya sangat membenci Arsenal, sebab mereka rival besar kami,” kata Roy Keane 2013 lalu. “Dia adalah musuh favorit saya,” kata Patrick Vieira menimpali. 

Wenger juga sama. Pelatih asal Prancis itu juga menjadikan rivalitas ini untuk tetap waspada. Perang kata-kata dengan Ferguson pun jadi penyemangat baginya. 

“Psywar yang dilancarkan Ferguson membuat mental kami selalu terjaga,” katanya. 

Baik Keane, Vieira, Wenger, maupun Ferguson, tidak akan terlibat lagi pada pertemuan MU vs Arsenal, dini hari nanti. Apakah rivalitas kedua tim masih terjaga? Jawabannya sepertinya bisa ditemukan pada duel MU vs Arsenal di Old Trafford, dini hari nanti.  

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Dipermalukan Fiorentina, AC Milan Seperti Tak Pernah Latihan

Liputan6.com, Milan – Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo merasa timnya seolah tak pernah berlatih bersama. Itu dikatakan Giampaolo setelah AC Milan digebuk Fiorentina 1-3 dalam lanjutan Liga Italia, Senin (30/9/2019) dinihari WIB di San Siro.

“Saya percaya dengan ide saya, tetapi AC Milan seperti tidak pernah latihan bersama,” ujar Giampaolo seperti dilansir Football Italia.

Meski bermain di markas sendiri, AC Milan harus kebobolan tiga gol lebih dahulu. Pelanggaran terhadap Federico Chiesa di kotak penalti membuat AC Milan diganjar hukuman penalti.

Eric Pulgar yang ditunjuk menjadi algojo sukses mengeksekusi bola. Menit ke-14, Fiorentina unggul 1-0.

AC Milan berusaha keras mengejar ketinggalan. Namun hingga turun minum, usaha Rossoneri tak menemui hasil.

Pada babak kedua, AC Milan harus bermain dengan 10 pemain mulai menit ke-55. Wasit menghadiahi kartu merah kepada Matteo Musacchio karena pelanggaran kerasnya.

AC Milan semakin menderita usai Gaetano Castrovilli (66′) dan Franck Ribery (78′) menambah keunggulan Fiorentina. AC Milan hanya bisa mencetak satu gol hiburan lewat Rafael Leao di menit ke-80.

2 dari 3 halaman

Bermain Jelek

Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo (Simone Venezia/ANSA via AP)

Giampaolo menuturkan, ia sebetulnya esmpat melihat tanda-tanda perbaikan dari AC Milan. Sayangnya, hal itu hilang saat meladeni Fiorentina.

Giampaolo bahkan menyebut para pemainnya bermain jelek dan tanpa organisasi. “Malam ini, secara individu para pemain bermain jelek tanpa organisasi dan kolektivitas,” kata pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Kekalahan dari Fiorentina membuat AC Milan terlempar ke pinggir jurang degradasi. Rossoneri baru mengantongi 6 poin, hasil dari 2 kali menang dan 4 kalah dalam enam laga.

Kini AC Milan berada di peringkat 16 alias dua strip dari zona degradasi.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Italia

Untuk klasemen Liga Italia selengkapnya, silakan klik di sini…

Van Dijk: Start Sempurna Tak Jamin Liverpool Juara

Liputan6.com, Liverpool – Bek Liverpool, Virgil van Dijk, tak mau besar kepala meski timnya memiliki start sempurna musim ini. Ia menuntut The Reds untuk selalu fokus dari satu laga ke laga berikutnya.

Liverpool kini bertengger di puncak klasemen Liga Inggris. The Reds mengoleksi 21 poin, hasil sempurna dari tujuh pertandingan. Pasukan Jurgen Klopp juga unggul lima poin atas Manchester City di posisi kedua.

Meski demikian, Van Dijk tak mau timnya kehilangan fokus dengan segala pujian. Ia menuntut rekan-rekannya untuk menjaga konsentrasi.

“Media menyukai statistik. Kenyataannya adalah kami tidak memiliki apa-apa saat ini. Kami ingin terus melakukan dengan baik dan masih ada banyak ruang untuk perbaikan,” kata Van Dijk di Soccerway.

“Kami hampir di bulan Oktober dan masa sibuk akan datang. Masih ada begitu banyak pertandingan yang tersisa dan satu-satunya hal yang jadi fokus Liverpool adalah pertandingan di depan.”

2 dari 3 halaman

Tak Peduli Rekor City

(AP/Rui Vieira)

Jika ditarik ke belakang, Liverpool sudah meraih 16 kemenangan beruntun di Liga Inggris sejak Maret. Mereka cuma kalah dari City yang meraih 18 kemenangan tanpa henti di musim 2017-18.

“Kami tidak ingin melihat yang lain karena tidak ada gunanya melakukan itu. Semua orang menyadari itu juga karena musim lalu kami melihat bagaimana itu berubah dengan cepat. Kami hanya ingin fokus pada permainan di depan kami,” Van Dijk menambahkan.

3 dari 3 halaman

Liga Champions

Pada laga berikutnya, Liverpool akan tampil di Liga Champions. The Reds bakal menjamu Salzburg di Anfield, Kamis (3/10/2019) dini hari WIB.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lecce vs Roma: Kluivert Puji Kemampuan Mantan Bek MU

Liputan6.com, Lecce – Winger AS Roma, Justin Kluivert memuji ketangguhan Chris Smalling. Bek pinjaman dari Manchester United (MU) itu terpilih sebagai man of the match di laga Lecce vs AS Roma,

Dalam laga yang berlangsung di Stadio Comunale Via del Mare, Minggu (29/9/2019) malam WIB, AS Roma menang 1-0 atas Lecce. Gol kemenangan AS Roma dicetak oleh Edin Dzeko.

Kendati Dzeko yang mencetak gol, Smalling mendapat penghargaan man of the match. Di laga itu, bek pinjaman MU berusia 29 tahun tersebut melakukan dua tekel, lima clearance, dan dua intersep untuk mengamankan pertahanan AS Roma.

Selain itu, Smalling juga memenangkan tujuh duel dengan pemain Lecce. Hebatnya lagi, Smalling juga melepaskan empat sepakan ke gawang Leccet, satu di antaranya on target.

“Smalling? Saya pikir, dia banyak membantu karena kuat dan cepat. Saya senang dia berada di sini dan membantu tim setelah datang dari MU,” kata Kluivert, seperti dikutip Calcio Mercato.

2 dari 3 halaman

Menembus Papan Atas

Bek AS Roma, Chris Smalling. (AFP/Tobias Schwarz)

Tambahan tiga poin di kandang Lecce membuat AS Roma berhasil menembus papan atas. Saat ini, AS Roma berada di posisi kelima dengan mengemas 11 poin, hanya kalah satu angka dari Napoli.

Dengan performa ciamik di kandang Lecce, Justin Kluivert optimistis AS Roma bisa berbicara banyak. Bahkan, dia tak ragu menyebut timnya mampu memenangkan Liga Europa.

“Tahun ini, sangat penting untuk lolos ke Liga Champions. Saya pikir kita bisa memenangkan Liga Eropa dan memberikan segalanya untuk tujuan ini,” ucap Kluivert.

3 dari 3 halaman

Klasemen Serie A

Lihat klasemen Serie A melalui link berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Mantan Pemain Beberkan Peran Mafia di Tubuh AC Milan

Liputan6.com, Milan – Di tengah keterpurukan yang menimpa AC Milan, kabar kurang mengenakkan dari Taribo West menambah luka tim berjuluk Rossoneri tersebut. Menurut pemain asal Nigeria itu, peran mafia selama ini ternyata masih ikut mengontrol perjalanan AC Milan di Serie A. 

Kisah ini disampaikan West dalam wawancara dengan salah satu media di negaranya, Minggu (29/9/2019). Seperti dilansir AS, West mengaku telah merakan hal itu secara langsung saat memutuskan bergabung dengan AC Milan pada Desember 1999 yang lalu. 

Saat itu, West didatangkan dari Inter Milan, yang notabene adalah musuh bebuyutan AC Milan. Namun bukannya menjadi lebih baik, karir West di skuat Rossoneri justru menurun. Hingga November 2000, pemain bertahan itu hanya dipercaya tampil dalam 4 pertandingan. 

Setelah itu, West justru ‘dibuang’ dari Milan. Dia kemudian dipinjamkan ke tim Liga Inggris, Debry Cunty, pada November 2000 dan tidak pernah memperkuat Rossoneri sejak saat itu. 

West mengatakan, mafia berada di balik situasi ini. Menurutnya, para pelaku kejahatan terorganisir itu tidak ingin ada pemain dari Afrika masuk ke AC Milan dan mengekspansi posisi Paolo Maldini dan Alssandri Costacurta, keduanya merupakan legenda Italia. 

“Mafia akan melakukan apapun dengan kekuatannya untuk memastikan saya terbuang dari AC Milan,” kata West. “Mereka mengarang cerita kepada media yang menyebutkan saya cedera parah dalam upaya menyingkirkan saya dari skuat AC Milan,” kata West lagi. 

“Dokter disuar untuk memperkuat isu tersebut, tapi itu semua bohong. Mereka melakukan itu karena mereka tidak akan habis pikir bila pemain Afrika menggantikan posisi para pemain-pemain bertahan yang sudah tua itu,” beber pria berusia 45 tahun tersebut. 

2 dari 3 halaman

Nyaris Diselamatkan Liverpool

Taribo West saat masih memperkuat Timnas Nigeria (TORU YAMANAKA / AFP)

Menurut West, Liverpool sebenarnya sempat berniat ‘menyelamatkanya’ dari AC Milan. Hanya saja, Rossoneri lebih memilih meminjamkan dirinya kepada klub Derby County. 

West hanya bertahan semusim di klub Liga Inggris itu. Setelah itu, West berpindah-pindah sampai akhirnya memutuskan gantung sepatu pada tahun 2007 lalu. 

Bagi skuat timnas Nigeria, peran Taribo West cukup signifikan. Selama 11 tahun memperkuat Negeria, West telah mengemas 42 caps sejak 1995 hingga 2005 lalu. 

3 dari 3 halaman

AC Milan Terpuruk

Wasit Piero Giacomelli memberikan kartu merah kepada pemain AC Milan Mateo Musacchio saat menghadapi Fiorentina dalam Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu ( 29/9/2019). AC Milan kalah 1-3 saat menjamu Fiorentina. (AP Photo/Antonio Calanni)

Sementara itu, performa AC Milan pada musim ini semakin terpuruk. Rossoneri mendekat zona merah degradasi setelah kembali menelan kekalahan saat menjamu Fiorentina. 

Bertanding di San Siro, Minggu (29/9/2019), AC Milan justru kalah 1-3 dari tim tamu. Dengan hasil ini, AC Milan kini berada di posisi 16 dengan koleksi 6 poin dari enam laga. 

Lecce Vs Roma, Chris Smalling: Harusnya Kami Menang Besar

Liputan6.com, Roma – Bek AS Roma, Chris Smalling merasa timnya layak menang lebih dari satu gol. AS Roma baru saja menang tipis 1-0 atas tuan rumah, Lecce dalam lanjutan Liga Italia, Minggu (29/9/2019) WIB.

“Kami layak mendapatkan gol kedua atau ketiga. Tetapi kegagalan mengeksekusi penalti membuat tuan rumah termotivasi,” ujarnya Smalling seperti dilansir situs resmi klub.

AS Roma perlu menunggu hingga menit ke-56 untuk membobol gawang Lecce. Henrikh Mkhitarnya mengirim umpan silang yang dimaksimalkan Edin Dzeko dengan sundulannya.

Pada menit ke-80, AS Roma mendapatkan penalti setelah wasit menganggap salah satu pemain Lecce melakukan handball. Sayangnya, eksekusi Aleksandar Kolarov gagal masuk ke dalam gawang.

Smalling mengatakan, permainan AS Roma lebih baik pada babak kedua. Menurut Smalling, timnya lebih menekan Lecce dan membuat banyak kesempatan.

“Jika kami bermain seperti itu di pertandingan lain, pasti akan lebih mudah bagi kami,” kata Smalling.

Kemenangan tipis atas Lecce mengembalikan AS Roma ke jalur kemenangan. Sebelumnya AS Roma sempat kalah 0-2 dari Atalanta.

2 dari 3 halaman

Semakin Padu

Bek AS Roma yang dipinjam dari MU, Chris Smalling merayakan gol kemenangan yang dicetak Edin Dzeko. (Twitter AS Roma)

Smalling menuturkan, skuat AS Roma kian padu dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Khusus untuk barisan pertahanan, bek berusia 30 tahun ini menilai ia dan rekan-rekannya sudah saling pengertian.

“Semakin banyak pertandingan kami mainkan, semakin kami saling pengertian,” kata Smalling.

“Semakin sering gawang kami tak kebobolan, maka kami punya banyak pemain yang dapat membantu tim menang,” katanya mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Lima Pertandingan AS Roma Berikutnya

Wolfsberger vs AS Roma

AS Roma vs Cagliari

Sampdoria vs AS Roma

AS Roma vs Borussia Monchengladbach

A Roma vs AC Milan

AC Milan Bakal Gantikan Giampaolo dengan Andriy Shevchenko?

Liputan6.com, Milan – Rumor pengganti Marco Giampaolo kembali mencuat setelah AC Milan kalah 1-3 dari Fiorentina pada lanjutan serie A, Senin (30/9/2019) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat manajemen Milan berpikir keras.

Manajemen AC Milan langsung bergerak cepat. Kabarnya, mereka sudah melakukan pendekatan dengan salah satu legendanya, Andriy Shevchenko.

Pria berumur 42 tahun tersebut memulai karir kepelatihannya pada tahun 2016 lalu. Awalnya ia diproyeksikan sebagai asisten Mykhaylo Fomenko. Namun begitu Fomenko dipecat, Shevchenko langsung dipromosikan sebagai pelatih utama.

Di tangannya, Ukraina berhasil meraih serangkaian hasil apik di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Saat ini mereka sedang duduk di puncak klasemen grup B dengan koleksi 13 poin dan belum meraih kekalahan sama sekali.

Namun torehan apik tersebut mungkin saja akan berakhir dalam waktu dekat. Pasalnya, AC Milan yang sedang mengalami keterpurukan dikabarkan sedang mencari peluang untuk membawa Shevchenko kembali ke San Siro.

2 dari 3 halaman

Milan Hubungi Shevchenko

Andriy Shevchenko digadang-gadang jadi pelatih AC Milan (AFP/Genya Savilov)

Pada akhir musim lalu, Milan menunjuk Marco Giampaolo untuk menggantikan legenda klub lainnya, Gennaro Gattuso. Tindakan tersebut dilakukan agar prestasi Rossoneri bisa kembali menanjak pada musim 2019/20 ini.

Bukannya menanjak, Milan justru kian melempem. Dari enam laga yang dilalui di Serie A musim ini, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan. Alhasil, Milan pun terdampar ke peringkat 16 dengan koleksi enam poin saja.

Terakhir, mereka menuai kekalahan atas Fiorentina dengan skor 1-3. Bahkan Milan sempat tertinggal tiga gol lebih dulu sebelum Rafael Leao mencetak gol penghibur menjelang pertandingan berakhir.

Torehan tersebut membuat Milan dikabarkan gerah dan ingin segera mencari pengganti Giampaolo. Menurut laporan TMW, klub sudah memulai pendekatan dengan Shevchenko untuk menggantikan eks nahkoda Sampdoria tersebut.

3 dari 3 halaman

Hubungan Shevchenko dengan Milan

Shevchenko memiliki kenangan yang cukup panjang bersama Milan semasa karirnya sebagai pemain dulu. Ia bergabung dengan mereka di tahun 1999 dan hengkang ke Chelsea tujuh musim berikutnya.

Di Milan, Shevchenko dikenal sebagai striker buas di balik wajahnya yang rupawan. Ia berhasil membukukan 127 gol dari 208 penampilan di ajang Serie A.

Kehadirannya di lini depan membuat Rossoneri berhasil meraih sejumlah prestasi apik dari berbagai ajang. Total ia menyumbang lima gelar untuk Rossobneri, termasuk Liga Champions yang diraih pada tahun 2003 silam.

Kepindahannya ke Chelsea merupakan langkah terburuk yang pernah diambil oleh Shevchenko. Ketajamannya menumpul, dengan catatan sembilan gol dari 48 penampilannya. Sejak saat itu, performanya tak pernah lagi sama.

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.net (Yaumil Azis, published 30/9/2019)

Bali United vs Kalteng Putra: Serdadu Tridatu Tak Tertahan

Gianyar – Bali United belum tertahan. Klub berjulukan Serdadu Tridatu itu masih menguasai puncak klasemen Shopee Liga 1 2019. Terakhir, mereka sukses mengalahkan Kalteng Putra 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (29/9/2019).

Bali United mencatatkan 48 poin hasil dari 15 kemenangan, tiga kali imbang, dan dua kali kalah. Tim berjulukan Serdadu Tridatu itu unggul 12 angka dari pesaing terdekatnya, Tira Persikabo.

Bali United unggul lebih dulu melalui Melvin Platje di menit ke-15. Penyerang asal Belanda itu memanfaatkan umpan lambung Fahmi Al-Ayyubi dengan sundulan.

Semenit kemudian, Kalteng Putra mampu menyamakan kedudukan lewat Patrich Wanggai. Sepakannya terukurnya tidak mampu dihalau kiper Bali United, Wawan Hendrawan.

Bali United kembali unggul pada menit ke-36. Kali ini, gol tersebut berasal dari tendangan penalti Ilija Spasojevic.

Kalteng Putra terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah I Gede Sukada dikartu kuning kedua oleh wasit pada menit ke-44. Sebelumnya, pemain berusia 31 tahun itu telah diganjar kartu kuning pertama pada menit ke-35.

Setelah turun minum, baik Bali United dan Kalteng Putra bergantian melancarkan serangan. Namun, tak ada gol lagi yang tercipta.

Hingga wasit Yudi Nurcahya meniup peluit panjang, skor tidak berubah. Bali United sukses menekuk Kalteng Putra 2-1.

2 dari 4 halaman

Borneo ke Empat Besar

Sementara itu, Borneo FC berhasil merangsek ke empat besar klasemen buntut kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta, Jumat (27/9/2019). Tim beralias Pesut Etam itu mencatatkan 33 poin setelah meraih delapan kemenangan, sembilan seri, dan tiga kali kalah.

Sementara itu, persaingan di papan bawah makin ketat. Persija yang kalah 0-1 dari Borneo FC, beruntung tidak kembali ke zona degradasi.

Zona merah kini diisi oleh Kalteng Putra di peringkat ke-16, Barito Putera di posisi ke-17, dan Semen Padang di peringkat ke-18. Adapun, pekan ke-22 Liga 1 2019 akan dimulai padai 2 Oktober 2019.

Simak hasil lengkap dan klasemen Shopee Liga 1 2019 berikut ini.

3 dari 4 halaman

Klasemen Liga 1 2019 Pekan ke-21

4 dari 4 halaman

Hasil Liga 1 2019 Minggu (29/9/2019)

Shopee Liga 1 Logo. (Bola.com/Dody Iryawan)

PSIS Semarang 0-0 Perseru Badak Lampung FC

PSS Sleman 2-2 Madura United

Bali United 2-1 Kalteng Putra

Jadwal Matchday 2 Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta – Liga Champions telah memasuki matchday 2 pekan ini. Bakal ada banyak pertandingan seru yang digelar di kompetisi sepak bola paling elite di benua biru tersebut.

Real Madrid yang babak belur di matchday 1 Liga Champions (kalah 0-3 dari PSG), wajib bangkit di matchday 2. Gareth Bale dan kawan-kawan bakal menjamu wakil Belgia, Club Brugge.

Sementara raksasa Italia, Juventus, akan bentrok dengan Bayer Leverkusen di Turin. Bianconeri akan kembali mengandalkan mesin gol Cristiano Ronaldo di laga ini.

Laga seru lainnya menghadirkan bigmatch antara Tottenham Hotspur vs Bayern Munchen. Duel ini menarik perhatian karena nama besar kedua klub.

Tottenham adalah runner up Liga Champions musim lalu, sementara Munchen pernah lima kali juara. Pertandingan ini dijamin berlangsung menarik.

2 dari 2 halaman

Jadwal Matchday 2 Liga Champions

Selasa (1/10)

23:55: Real Madrid vs Club Brugge

23:55: Atalanta vs Shakhtar Donetsk

Rabu (2/10)

02:00: Galatasaray vs PSG

02:00: Tottenham Hotspur vs Bayern München

02:00: Crvena Zvezda vs Olympiakos Piraeus

02:00: Manchester City vs Dinamo Zagreb

02:00: Juventus vs Bayer Leverkusen

02:00: Lokomotiv Moscow vs Atletico Madrid

23:55: Genk vs Napoli

23:55: Slavia Praha vs Borussia Dortmund

Kamis (3/10)

02:00: Liverpool vs Salzburg

02:00: Zenit vs Benfica

02:00: RB Leipzig vs Olympique Lyonnais

02:00: Barcelona vs Internazionale

02:00: Valencia vs Ajax

02:00: Lille vs Chelsea

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Klasemen Liga Italia: Fiorentina Lempar AC Milan ke Papan Bawah

Liputan6.com, Milan – AC Milan terlempar ke papan bawah klasemen Liga Italia usai digebuk Fiorentina 1-3, Senin (30/9/2019) dinihari WIB di San Siro. Dari enam pertandingan, AC Milan baru mengemas 2 kemenangan, dan 4 kekalahan.

Akibatnya, AC Milan baru mengantongi 6 poin dan duduk di peringkat ke-16. Klub berjuluk Rossoneri itu hanya unggul 3 poin dari juru kunci sementara, Sampdoria.

Kekalahan dari Fiorentina tak hanya mendekatkan AC Milan ke zona degradasi. Nasib pelatih Marco Giampaolo pun kabarnya berada di ujung tanduk.

Manajemen AC Milan sudah mengambil ancang-ancang mencari pelatih baru untuk menggantikannya. Di dunia maya, fans AC Milan juga mendesak agar manajemen memulangkan pelatih Massimiliano Allegri yang tengah menganggur usai mundur dari Juventus.

Situasi yang dialami AC Milan berbanding terbalik dengan yang dialami Inter Milan. Mereka tengah berbulan madu bersama pelatih anyar, Antonio Conte.

Inter Milan kini memuncaki klasemen Liga Italia dengan raihan sempurna enam kemenangan. Di papan atas, Inter bersaing ketat dengan Juventus yang berada di posisi kedua.

Berikut klasemen Liga Italia selengkapnya

2 dari 3 halaman

Klasemen Liga Italia

Logo Liga Italia Serie A (Ist)

Untuk klasemen Liga Italia, silakan klik di sini…

3 dari 3 halaman

Hasil Lengkap Liga Italia Pekan ke-6

Sabtu 28 September 2019

Juventus 2-0 SPAL

Sampdoria 1-3 Inter Milan

Minggu 29 September 2019

Sassuolo 1-4 Atalanta

Napoli 2-1 Brescia

Lazio 4-0 Genoa

Lecce 0-1 AS Roma

Udinese 1-0 Bologna

Cagliari 1-1 Verona

Senin 30 September 2019

AC Milan 1-3 Fiorentina

Saksikan video menarik di bawah ini

MU Akan Rekrut Penyerang Baru

Liputan6.com, Manchester- Manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer mengindikasikan akan merekrut penyerang baru di bursa transfer Januari 2020. Setan Merah sangat butuh amunisi baru di lini depan.

MU kehilangan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez yang pindah ke Inter Milan musim panas lalu. Sayangnya MU gagal mendapatkan penyerang baru hingga busa transfer musim panas lalu ditutup.

Tanpa penyerang baru, Solskjaer cuma bisa mengandalkan Anthony Martial dan Marcus Rashford untuk mengarungi empat kompetisi sekaligus. Celakanya kini kedua penyerang MU tersebut cedera.

Solskjaer pun terpaksa memainkan penyerang remaja Mason Greenwood. Solskjaer pun mengakui MU memang butuh tambahan striker dan akan berusaha mencarinya di bulan Januari.

“Ketika kami mengizinkan Alexis dan Romelu pergi, Anda tidak perlu menjadi ilmuan roket untuk melihat bila penyerang yang akan kami rekrut selanjutnya. Kami mencari beberapa kreativitas dan gol,” ujar Solskjaer seperti dikutip dari Sportsmole.

2 dari 3 halaman

Berhati-hati

Meski sangat butuh penyerang, Solskjaer mengakui MU tidak akan panik dan bakal berhati-hati dalam merekrut pemain. Mereka tak mau melakukan kesalahan.

“Tapi tidak ada gunanya mendapatkan pemain bila Anda tidak 100 persen yakin karena ketika Anda memasukkan pemain, Anda membutuhkan pemain yang tepat yang akan tinggal di sini untuk jangka waktu yang lebih lama.”

3 dari 3 halaman

Jangka Panjang

Ekspresi manajer Manchester United (MU) Ole Gunnar Solskjaer (AFP/Paul Ellis)

Beberapa penyerang yang sempat dikaitkan dengan MU pada musim panas 2019 antara lain Fernando Llorente dan Mario Mandzukic. Namun keduanya sudah berusia kepala tiga.

“Itulah pemikiran jangka panjang yang harus kami tunjukkan. Saya tidak bisa berpikir ‘Saya butuh pemain karena ini adalah reputasi saya’. Tidak, itu klub. Ada striker (tersedia) tetapi mereka bukan yang kami inginkan. Kami tidak bisa mendapatkan yang kami inginkan,” pungkas Solskjaer.

Milan vs Fiorentina: PR Marco Giampaolo Makin Berat

Liputan6.com, Milan – AC Milan harus menanggung malu saat menjamu Fiorentina di lanjutan Serie A, Minggu (29/9) atau Senin dini hari WIB. Di kandang sendiri, di San Siro, mereka ditekuk sang tamu 1-3.

Allenatore AC Milan, Marco Giampaolo pun menyebut kini dirinya memilih pekerjaan rumah alias PR yang berat. Dia harus mampu membangkitkan skuatnya dari keterpurukan.

Kehadiran Marco Giampaolo di skuat Milan sejauh ini belum terbukti keberhasilannya. Dari enam laga awal Serie A 2019-20, Rossoneri sudah menelan empat kekalahan.

Akibat rentetan hasil buruk ini, Giampaolo pun menjadi pelatih Milan pertama dalam 30 tahun terakhir yang kalah empat kali dalam enam laga awalnya.

Kekalahan dari Fiorentina ini menyadarkan Giampaolo bahwa timnya bermain jauh dari kata kompak. Ia pun bertekad membenahi hal tersebut.

“Saya harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain dan membuat tim ini sekompak mungkin,” ujar Giampaolo seusai laga kepada Sky Sport Italia.

“Jika Anda tak bisa memainkan kualitas dan gaya AC Milan, maka saya harus mencoba untuk membuat mereka menjadi tim yang lebih solid,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Pidato Turun Minum 

Para pemain AC Milan meninggalkan lapangan pada akhir babak pertama saat menghadapi Fiorentina pada Serie di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu ( 29/9/2019). AC Milan kalah 1-3 saat menjamu Fiorentina. (Matteo Bazzi/ANSA via AP)

Dalam laga kontra Fiorentina, Milan tertinggal lebih dulu setelah Erick Pulgar sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-14. Giampaolo mengaku bahwa ia sudah memberikan motivasi saat jeda turun minum pada skuatnya.

“Melakukan sesuatu bersama-sama membantu Anda mengatasi kesulitan. Anda berbagi tugas, Anda bekerja sama, Anda tak kesulitans secara individual,” itulah pidato Giampaolo saat turun minum.

3 dari 3 halaman

Belum Ampuh

Namun motivasi Giampaolo rupanya belum ampuh membangkitkan skuat Milan. Apalagi dengan kartu merah yang didapat Mateo Musacchio pada menit ke-55.

Fiorentina pun mampu menambah dua gol, masing-masing lewat aksi Gaetano Castrovilli dan Franck Ribery. Sementara Milan sempat memperkecil ketinggalan berkat gol debut Rafael Leao.

Sumber: Sky Sport Italia

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga, Published 30-09-2019)

Man Utd vs Arsenal: McTominay Sebut Solskjaer Pilihan Tepat

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (Man Utd) bakal duel lawan Arsenal di Stadion Old Trafford, di ajang Liga Inggris dini hari WIB. Sayangnya, mereka belum juga tampil meyakinkan musim ini. Ole Gunnar Solskjaer pun menjadi sasaran tembak untuk disalahkan.

Tapi ini tidak berlaku untuk gelandang Man Utd, Scott McTominay. Dia percaya Solskjaer memang manajer yang paling tepat untuk menjaga proyek kebangkitan Setan Merah. Dia yakin Solskjaer bisa meneruskan warisan Sir Alex Ferguson.

Solskjaer merupakan pelatih permanen keempat MU sejak kepergian Ferguson. Dia menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan MU, yang dimulai dengan usaha membangun skuad musim ini.

Sejauh ini, kerja keras Solskjaer belum benar-benar terbukti. Dia masih belum bisa mendapatkan kepercayaan penuh fans MU karena karena sejumlah hasil yang tidak memuaskan, juga karena MU belum bisa tampil konsisten.

Biar begitu, McTominay percaya Solskjaer sudah sangat tepat untuk Man Utd.

2 dari 3 halaman

Yang Terbaik

Ole Gunnar Solskjaer bersama Scott McTominay. (AFP/Oli Scarff)

Tantangan Solskjaer sangat besar, jelas tidak mudah. Sempat muncul suara-suara yang meminta Solskjaer dipecat, tapi McTominay tak sepakat. Menurutnya, Solskjaer memang sudah sangat tepat untuk membantu kebangkitan MU.

“Butuh waktu bagi pelatih baru yang datang. Tidak mungkin segalanya bisa tiba-tiba berjalan lancar,” tutur McTominay kepada Mirror.

“Begitu Sir Alex pergi, klub memang membutuhkan waktu untuk menemukan manajer yang tepat dan saya percaya bahwa sekarang kami sudah mendapatkan manajer tepat itu dalam nama Ole [Solskjaer].”

“Anda bisa mengamati era-era berbeda dalam tim sepak bola – semuanya pernah melalui tahap transisi dan kami sedang melalui itu sekarang,” katanya.

3 dari 3 halaman

Harus Sabar

Lebih lanjut, McTominay tahu MU membutuhkan kestabilan dan keberlanjutan. Memecat Solskjaer terburu-buru hanya akan menimbulkan sejumlah masalah lain yang jauh lebih besar. Fans MU harus mau bersabar.

“Anda harus memiliki kontinuitas di dalam klub. Pada masa-masa ini, banyak klub yang ingin memecat pelatih tanpa benar-benar memikrikan konsekuensinya terhadap tim yang sedang berusaha melaju untuk lima atau enam tahun ke depan,” lanjut McTominay.

“Ole jelas memiliki rencana untuk jangka pendek dan jangka panjang, dan ketika Anda memiliki sosok seperti itu, penting untuk terus memercayainya,” tutupnya.

Sumber: Mirror

Disadur dari Bola.net (Richard Andreas, published 30/9/2019)

Jelang Man Utd vs Arsenal: 5 Bintang The Gunners Bergaji Selangit

London – Arsenal akan menghadapi duel penting di Liga Inggris dini hari WIB nanti. Mereka akan bertandang ke markas Manchester United (Man Utd) di Stadion Old Trafford.

Performa The Gunners, julukan Arsenal sendiri cukup menjanjikan. Dari enam laga, mereka sukses memenangkan tiga di antaranya. Dan itu tak terlepas dari kiprah pemain baru mereka.

The Gunners memang sudah mendatangkan beberapa penyerang yang menarik selama beberapa musim terakhir. Itu termasuk pemain-pemain seperti Nicolas Pepe, dan Pierre-Emerick Aubameyang.

Selama beberapa tahun, The Gunners tidak bisa mengeluarkan banyak uang untuk memikat pemain ke Emirates. Hal itu dikarenakan pembangunan stadion yang baru.

Namun, tim London Utara itu sekarang sudah mengubah anggaran gaji mereka. Alhasil, beberapa pemain bisa mendapat gaji yang cukup besar.

Berikut ini lima bintang Arsenal dengan gaji tertinggi seperti dilansir Madaboutepl.

2 dari 6 halaman

David Luiz

Bek Arsenal David Luiz (kanan) dan striker Watford Andre Gray berduel di udara dalam lanjutan Liga Inggris. Laga yang berlangsung di Vicarage Road, Minggu (15/9/2019) malam WIB, itu berakhir imbang 2-2. (AP Foto / Alastair Grant )

David Luiz baru bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2019. Kendati demikian, namanya muncul di urutan kelima dalam daftar pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal.

Chelsea melepas Luiz untuk kedua kalinya pada musim panas ini. Namun, kariernya dengan seragam Arsenal belum berjalan mulus karena ia sudah membuat beberapa kesalahan yang cukup fatal.

Pemain internasional Brasil tersebut dilaporkan mendapatkan gaji sebesar 125.673 pounds per minggu di klub London Utara.

3 dari 6 halaman

Nicolas Pepe

Striker Arsenal, Nicolas Pepe, berebut bola dengan pemain Tottenham Hotspur, Moussa Sissoko, pada laga Premier League 2019 di Stadion Emirates, Minggu (1/9). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AP/Alastair Grant)

Nicolas Pepe juga baru bergabung bergabung dengan Arsenal pada musim panas ini. Ia pindah dari Lille dengan memecahkan rekor transfer klub sebesar 72 juta pounds.

Pemain 24 tahun tersebut adalah pemain sayap yang menarik. Pepe bisa menjadi salah satu pemain terbaik di Premier League.

Pepe dikabarkan mendapatkan gaji sebesar 140.000 per minggu di Emirates Stadium.

4 dari 6 halaman

Alexandre Lacazette

Striker Arsenal, Alexandre Lacazette, melepaskan tendangan ke gawang Tottenham Hotspur pada laga Premier League 2019 di Stadion Emirates, Minggu (1/9). Kedua tim bermain imbang 2-2. (AP/Alastair Grant)

Alexandre Lacazette bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2017. Pemain Prancis itu merupakan pembelian yang bagus untuk The Gunners sejauh ini.

Lacazette mencetak 38 gol dalam 91 pertandingan sejauh ini. Ia juga mampu bermain di berbagai posisi.

Pemain berusia 28 tahun itu adalah pemain dengan bayaran tertinggi ketiga di Arsenal. Ia mendapatkan gaji 182.063 pounds per minggu.

5 dari 6 halaman

Pierre-Emerick Aubameyang

Penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Aston Villa pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates, London (22/9/2019). Gol Aubameyang pada menit ke 84 menjadi penentu kemenangan Arsenal atas Aston Villa 3-2. (AP Photo/Steven Paston)

Pierre-Emerick Aubameyang tampil sangat tajam bersama Borussia Dortmund. Ia kemudian bergabung dengan The Gunners pada bursa transfer Januari 2018.

Aubameyang langsung memberikan dampak yang besar di Emirates Stadium. Ia memenangkan Sepatu Emas Premier League pada musim 2018-19 dengan 22 gol di liga.

Aubameyang sudah terbukti menjadi pembelian yang bagus untuk The Gunners dengan mencetak 48 gol dalam 72 pertandingan untuk klub sejauh ini. Striker Gabon itu adalah pemain dengan bayaran tertinggi kedua di Arsenal dengan gaji 200.000 pounds per minggu.

6 dari 6 halaman

Mesut Ozil

Gelandang Arsenal, Mesut Ozil membawa bola dari kejaran bek Real Madrid, Dani Carvajal selama pertandingan International Champions Cup (ICC) 2019 di FedExField, Landover, Maryland (24/7/2019). Madrid menang adu penalti atas Arsenal 3-2 (2-2). (AFP Photo/Andrew Caballero-Reynolds)

Mesut Ozil adalah pemain dengan bayaran tertinggi di Arsenal. Playmaker asal Jerman itu dilaporkan mendapatkan gaji yang mencapai 350.000 pounds per minggu.

Mantan gelandang serang Real Madrid menandatangani kontrak baru dengan klub Inggris pada tahun 2018. Ia pun menjadi pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah klub

Kontrak Ozil saat ini dengan Arsenal akan berakhir pada 2021. Manajer Unai Emery justru sering mencadangkan sang pemain meski gelandang Jerman itu mendapatkan gaji yang sangat besar di klub.

Sumber asli: Madaboutepl

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 27/09/2019)

3 Calon Pelatih AC Milan Jika Giampaolo Dipecat

Liputan6.com, Milan- AC Milan terpuruk di awal musim 2019-2020. Hingga enam pekan awal, I Rossoneri terbenam di posisi 16 klasemen Serie A atau dua tingkat saja dari zona degradasi.

Suso dan kawan-kawan sudah menelan empat kekalahan. AC Milan cuma bisa menang dua kali saja di Liga Italia Serie A 2019-2020.

Pada laga terakhir, AC Milan kalah memalukan 1-3 dari Fiorentina di kandang sendiri, Stadion San Siro. Mereka bahkan tertinggal 0-3 terlebih dahulu.

Rentetan hasil buruk ini membuat pelatih Marco Giampaolo berada di ujung tanduk. Giampaolo terancam dipecat jika AC Milan sampai kalah lagi dari Genoa akhir pekan nanti.

Petinggi AC Milan kabarnya mulai menyiapkan beberapa nama untuk menjadi pengganti Giampaolo jika gagal menang lawan Genoa. Siapa saja mereka? Berikut tiga kandidat pelatih baru AC Milan:

2 dari 4 halaman

Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko (AFP/Genya Savilov)

Kabarnya, AC Milan sudah melakukan pendekatan dengan salah satu legendanya, Andriy Shevchenko.

Pria berumur 42 tahun tersebut memulai karir kepelatihannya pada tahun 2016 lalu. Awalnya ia diproyeksikan sebagai asisten Mykhaylo Fomenko. Namun begitu Fomenko dipecat, Shevchenko langsung dipromosikan sebagai pelatih utama.

Di tangannya, Ukraina berhasil meraih serangkaian hasil apik di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Saat ini mereka sedang duduk di puncak klasemen grup B dengan koleksi 13 poin dan belum meraih kekalahan sama sekali.

Tangan dingin Shevchenko membuat AC Milan tertarik untuk membawanya pulang ke San Siro.

3 dari 4 halaman

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri. (AFP/Marco Bertorello)

Allegri saat ini sedang menganggur setelah meninggalkan Juventus akhir musim lalu. Nama Allegri termasuk yang dipertimbangkan oleh AC Milan sebagai pengganti Giampaolo.

Kebetulan Allegri sudah tidak asing dengan AC Milan. Dia pernah empat tahun melatih AC Milan sebelum didepak tahun 2014 lalu.

Tangan dingin Allegri yang mampu memberikan empat Scudetto beruntun untuk Juventus diharapkan bisa membantu mengangkat kembali prestasi AC Milan yang terus terpuruk.

AC Milan terakhir kali juara Serie A ketika masih ditangani oleh Allegri.

4 dari 4 halaman

Jose Mourinho

Jose Mourinho. (AFP/Oli Scarff)

Satu nama lain kandidat pengganti Giampaolo adalah Jose Mourinho. Sebelum menunjuk Giampaolo, AC Milan sempat mendekati pria asal Portugal itu.

Namun pinangan AC Miilan ditolak karena Mourinho menunggu tawaran dari Real Madrid. Kini Real Madrid telah memakai jasa Zinedine Zidane.

Dengan kembalinya Zidane, Mourinho mungkin akan berubah pikiran dan bersedia menukangi AC Milan jika kembali didekati oleh Paolo Maldini dan Zvonimir Boban.

Mourinho sudah tak asing dengan Liga Italia Serie A. Dia pernah sukses besar saat menangani Inter Milan yang meraih treble di tahun 2010.

Jadwal Shopee Liga 1 2019: Sengit, Madura United vs Persib Bandung

Liputan6.com, Madura – Pekan ke-22 Shopee Liga 1 2019 bakal berlangsung pekan ini. Banyak pertandingan seru yang bakal disiarkan oleh Indosiar dan Vidio.

Dalam jadwal Shopee Liga 1 2019, Persija Jakarta bakal menghadapi Persela Lamongan di Stadio Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (2/10/2019). Namun, duel ini ditunda karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian akibat ada demonstrasi.

Namun, laga sengit tetap berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Madura United bakal menjamu Persib Bandung pada Sabtu, 5 Oktober 2019.

Ini akan mnejadi pertarungan sulit bagi Persib. Pasalnya, dari lima pertemuan, Madura United mencatatkan empat kemenangan dan sekali imbang dari Persib.

Lihat jadwal Shopee Liga 1 2019 di halaman selanjutnya.

2 dari 3 halaman

Jadwal Shopee Liga 1

Rabu, 2 Oktober 2019

15.30 WIB, Persipura vs Tira Persikabo (Vidio)

15.30 WIB, Persija vs Persela (Ditunda)

18.30 WIB, Persebaya vs Borneo (Indosiar)

18.30 WIB, Arema vs PSM (Indosiar)

Jumat, 4 Oktober 2019

15.30 WIB, Bhayangkara FC vs PSS (Indosiar)

18.30 WIB, PSIS vs Bali United (Indosiar)

3 dari 3 halaman

Jadwal Lainnya

Sabtu, 5 Oktober 2019

15.30 WIB, Kalteng Putra vs Barito Putera (Indosiar)

15.30 WIB, Badak Lampung vs Semen Padang (Vidio)

18.30 WIB, Madura United vs Persib (Indosiar)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Serahkan Berkas Bakal Calon Exco PSSI, Arif dan Doni Kembali Beberkan Visi

Jakarta Pasangan bakal calon ketua dan wakil ketua umum PSSI, Arif Putra Wicaksono dan Doni Setiabudi menyerahkan berkas yang dibutuhkan untuk menjadi bakal calon Komite Eksekutif PSSI 2019-2023 kepada Komite Pemilihan PSSI yang bersekretariat di Menara Olahraga Senayan, fX Tower Lt 12, Jakarta.

Arif Putra Wicaksono yang dikenal sebagai CEO Nine Sports, dan Doni Setiabudi yang dikenal sebagai CEO Bandung Premier League, maju dengan slogan ABDI untuk PSSI 2.0. ABDI merupakan singkatan dari Arif Bersama Doni Independen.

Keduanya merasa memiliki kelayakan untuk mencalonkan diri, mengingat keduanya sudah cukup lama berkecimpung dalam industri sepak bola Indonesia, yaitu mulai 2012. Pengalaman mengelola kompetisi pertandingan, pemusatan latihan, workshop, pengembangan pemain muda, sponsorship, broadcast rights, hingga menggelar event sepak bola sudah pernah mereka lakukan.

Semua kegiatan tersebut dirasa sudah memenuhi koridor FIFA dan PSSI seperti yang tertulis di dalam Statuta PSSI 2019. Dalam rilis yang diterima Bola.com, ABDI meyakini pengalaman dan program yang dimiliki akan memberikan tambahan kekuatan bagi sepak bola Indonesia yang dalam proses terus berkembang.

“Proses ini kami lalui semata hanya untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik lagi. Kami yakin sepak bola lebih dari sekadar olahraga, sepak bola adalah sebuah kendaraan untuk menciptakan bangsa yang lebih berkarakter, memiliki gaya hidup sehat, mandiri, dan mental yang kuat sesuai dengan slogan kami, better life thru football,” bunyi pernyataan ABDI lewat rilis tersebut.

Dengan tekad tersebut, ABDI berharap bisa membantu sepak bola Indonesia langsung dari dalam PSSI sehingga olahraga yang paling digandrungi masyarakat Indonesia ini bisa berkembang menjadi lebih baik.

2 dari 2 halaman

Siap Memenuhi Keinginan Suporter Indonesia

Pasangan ABDI untuk PSSI 2.0, Arif Putra Wicaksono dan Doni Setiabudi, usai menyerahkan berkas bakal calon komite eksekutif PSSI 2019-2023 kepada Komite Pemilihan PSSI di Senayan, Jakarta. (Ist)

Keterpurukan Timnas Indonesia membuat begitu banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang merasa kecewa. Dalam kekecewaan tersebut, kerap nama Luis Milla yang pernah menangani Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 dibawa-bawa lagi.

ABDI pun merespons keinginan tersebut. Keduanya berjanji akan menghadirkan pelatih yang jauh lebih baik dengan pembiayaan mandiri. Mereka juga memastikan tak akan ada lagi jadwal yang berbenturan dengan kegiatan Timnas Indonesia.

“Merespons keinginan suporter Indonesia untuk mengembalikan Luis Milla dan harmonisasi jadwal liga dengan kegiatan Timnas Indonesia, ABDI menyiapkan skema pembiayaan yang mandiri agar bisa menghadirkan pelatih yang lebih baik lagi dan memastikan jadwal liga tidak bertabrakan dengan kegiatan Timnas Indonesia,” bunyi pernyataan ABDI.

“Hal itu akan dimulai dengan mengaji agenda pramusim yang merupakan bagian terpenting dalam agenda tahunan liga,” lanjutnya.

Bicara soal prestasi, ABDI berharap mendapatkan dukungan dari pecinta sepak bola Indonesia untuk bisa membantu melalui PSSI dengan target jangka pendek meraih juara Piala AFF 2022 dan meningkat secara bertahap hingga bisa mencapai Piala Dunia.

Disadur dari Bola.com (Benedictus Gerendo/Wiwig Prayugi, published 30/9/2019)

Bela Inter Milan, Sanchez Kenang Momen Fantastis di Barcelona

Liputan6.com, Barcelona- Alexis Sanchez dikabarkan akan mendapatkan kesempatan untuk diturunkan saat Inter Milan menghadapi Barcelona pada lanjutan fase grup Liga Champions di Camp Nou, Kamis (1/10/2019). Dia pun merasa kembali ke masa keemasan dalam karier sepak bolanya.

Setelah absen cukup lama, Alexis Sanchez akhirnya bisa kembali merasakan ketatnya persaingan di Liga Champions. Pemain Inter Milan itu pun bisa bereuni dengan mantan klubnya dulu, Barcelona.

Barcelona merupakan klub besar pertama yang pernah disinggahi oleh Alexis di sepanjang karirnya sebagai pemain profesional. Sebelumnya, ia hanya memperkuat Udinese dan klub kampung halamannya, Cobreloa.

Kiprahnya bersama raksasa Spanyol itu terbilang cukup apik, walau hanya berlangsung mulai tahun 2011 hingga 2013 saja. Enam gelar dari berbagai ajang berhasil ia dapatkan hanya dalam rentang waktu tiga musim saja bersama Barcelona.

Selepas dari Camp Nou, Alexis melanglang buana ke klub-klub lain seperti Arsenal dan Manchester United. Dan saat ini, ia sedang berusaha membangkitkan karirnya bersama Inter Milan.

2 dari 3 halaman

Berkembang di Barcelona

Pemain Inter Milan merayakan kemenangan timnya usai bertanding melawan Sampdoria pada lanjutan pertandingan Liga Serie A Italia di stadion Luigi Ferraris di Genoa (28/9/2019). Dengan kemenangan ini Inter masih memuncaki klasemen sementara dengan poin 18. (Luca Zennaro / ANSA Via AP)

Pada laga kontra Sampdoria di ajang Serie A akhir pekan kemarin, Alexis bermain sejak menit awal. Ia berhasil membukukan dua gol yang membantu Nerazzurri menang dengan skor 3-1. Sayangnya, torehan apik tersebut tercoreng dengan kartu merah.

Terlepas dari itu, Alexis berpeluang besar untuk kembali tampil saat Inter Milan menghadapi Barcelona di pekan kedua fase grup Liga Champions. Pria berumur 30 tahun itu tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya karena bisa bereuni dengan Blaugrana.

“Di Barcelona, saya belajar banyak dalam hal mengembangkan diri sendiri. Saya bermain bersama pemain berkualitas yang memenangi PIala Dunia, yang setiap harinya mengembangkan fisik serta cara berkomunikasinya di lapangan,” tutur Alexis di situs resmi UEFA.

3 dari 3 halaman

Barcelona Terbaik dalam Sejarah

Satu hal yang diingat oleh Alexis, ia datang saat Barcelona sedang diisi oleh sejumlah pemain hebat dari berbagai penjuru dunia. Juga dilatih oleh Josep Guardiola yang disebut sebagai nahkoda terbaik dalam jagat sepak bola pada saat itu.

“Saat saya tiba di Barcelona, mereka disebut sebagai Barcelona yang terbaik di dalam sejarah pada kala itu. Ada Guardiola, Messi, Xavi, Iniesta, yang sekarang sudah tidak ada di sana,” tambahnya.

“Ada Puyol, yang menurut saya adalah kapten yang luar biasa, terbaik dalam karir saya sejauh ini. Itu adalah hal yang baik, klub tersebut mengajarkan anda untuk bermain dengan cara yang bebeda, dengan penguasaan bola,” tandasnya.

Ajang reuni Alexis Sanchez dengan Barcelona akan tersaji dalam laga kedua Grup F yang digelar pada hari Kamis (3/10/2019) nanti. Pertandingan tersebut diselenggarakan di markas kebanggaan Barcelona, Camp Nou.

Sumber: Goal International

Disadur dari Bola.net (Yaumil Azis, published 30/9/2019)

PSIS vs Perseru Badak Lampung FC: Imbang, Milan Sebut Kurang Beruntung

Magelang- Badak Lampung FC gagal mewujudkan target mengalahkan PSIS Semarang di lanjutan pekan ke-21 Shopee Liga 1 2019, Minggu (29/9). Pertandingan yang  digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang ini berakhir imbang 0-0.

Bojan Malisic harus dengan satu poin. Badak Lampung FC sebenarnya bermain tidak buruk. Mereka punya kesempatan untuk menjebol gawang PSIS.

Pelatih Badak Lampung FC, Milan Petrovic, menuturkan timnya kurang beruntung. Namun raihan satu poin di kandang lawan, membuatnya cukup puas.

“Sebenarnya kami ingin mendapat tiga poin di pertandingan sore tadi. Sempat ada perubahan permainan dengan adanya peluang. Hanya kami tidak beruntung. Tapi satu poin ini sudah cukup membuat kami senang,” kata Milan Petrovic.

Badak Lampung FC perlahan mulai meninggalkan zona degradasi. Klub yang sebelumnya bernama Perseru Serui ini berada di urutan ke-142 dan punya poin 23 atau dua poin lebih baik dari PSIS.

Milan Petrovic juga mengakui skuatnya kekelahan. Badak Lampung FC bermain tiga kali dam dua pekan terakhir dan membuat kondisi kebugaran pemain menurun.

2 dari 2 halaman

Satu Poin Penting

Pergerakan striker PSIS Semarang, Bruno Silva (kiri) yang dibayangi pemain Badak Lampung FC, Arthur Bonai dalam laga di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (29/9/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Gelandang jangkar Badak Lampung FC, Arthur Bonai, juga gembira atas hasil 0-0 di kandang PSIS.

Apalagi, pemain asal Papua ini merupakan mantan pemain PSIS. Ia tak canggung untuk berduel dengan mantan rekannya di PSIS, seperti Septian David Maulana dan Heru Setyawan.

“Hasil yang cukup bagus bagi kami bisa mendapat satu poin penting di sini. Laga juga enak ditonton dengan permainan terbuka. Kami juga punya peluang tapi selalu gagal jadi gol,” ungkap Arthur Bonai. 

Sumber: Bola.com

Disadur dari Bola.com (Vincentius Atmaja/Wiwig Prayugi, Published 30-09-2019)

Jadwal Liga Inggris: Menanti Big Match Manchester United vs Arsenal

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah klub Liga Inggris telah menyelesaikan pertandingannya di pekan ketujuh. Tim papan atas seperti Manchester City dan Liverpool berhasil menuai hasil positif di pekan ini.

Namun, kompetisi Liga Inggris masih menyisakan satu lagi pertandingan besar. Berdasarkan jadwal, satu laga tersisa adalah laga Manchester United kontra Arsenal yang akan digelar di Old Trafford.

Kemenangan sangat dibutuhkan MU dan Arsenal untuk memperbaiki posisi di klasemensementara Liga Inggris. Saat ini, MU baru mengumpulkan delapan poin dari enam laga. Sementara Arsenal lebih baik dengan mengoleksi 11 poin dari jumlah laga yang sama.

Namun, modal bagus dibawa MU dan Arsenal jelang pertandingan nanti.. MU lolos ke babak keempat Piala Liga setelah mengalahkan Rochdale. Sementara Arsenal membantai Nottingham dengan skor 5-0 di ajang yang sama. Berikut jadwal MU Vs Arsenal di Liga Inggris:

2 dari 3 halaman

Jadwal

Selasa, 1 Oktober 2019

02.00 WIB, MU vs Arsenal

Stadion Old Trafford

Live: Mola TV

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Untuk klasemen Liga Inggris selengkapnya silakan klik di sini…

Mungkinkah Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid?

Liputan6.com, Madrid- Rumor kembalinya pelatih flamboyan Jose Mourinho ke Real Madrid mulai mencuat akhir-akhir ini. Mourinho santer diisukan akan menjadi pengganti Zinedine Zidane jika dipecat oleh Los Blancos.

Posisi Zidane sebagai pelatih Real Madrid tak terlalu aman. Meski saat ini memuncaki klasemen La Liga, performa Real Madrid pada awal musim angin- anginan.

Di Liga Champions, Real Madrid secara memalukan kalah tiga gol tanpa balas ketika dijamu Paris Saint-Germain. Padahal sang lawan tak memainkan pemain bintangnya seperti Neymar, Kylian Mbappe dan Edinson Cavani ketika itu.

Media-media Spanyol melaporkan Presiden Real Madrid Florentino Perez kemungkinan mempertimbangkan Mourinho kembali jika Zidane dipecat. Kebetulan Mourinho sedang menganggur usai dipecat MU akhir tahun lalu.

Kemungkinan kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu mendapat dukungan dari legenda Real Madrid Guti Hernandez. Dia tak mempermasalahkan Mourinho kembali berkuasa. Tapi Guti menyarankan Real Madrid tak buru- buru memecat Zidane.

2 dari 3 halaman

Komentar Guti

“Saya percaya bahwa Real Madrid memiliki pelatih yang sangat hebat bersama Zidane yang, jika saya tidak salah, melakukan sesuatu yang tak seorang pun akan bisa mengulangi (treble Liga Champions),” ujar Guti seperti dikutip dari Tribal Football.

“Mourinho? Mengapa tidak? Saya percaya bila Mourinho melakukan hal-hal baik di Real Madrid, sementara klub sedang mengalami masa yang buruk di Spanyol juga di Eropa. Itu adalah masa ketika FC Barcelona berkuasa di mana-mana dan itu memulai revolusi yang mengubah banyak hal. Saya pikir dia pelatih yang sangat hebat,” tegas Guti.

3 dari 3 halaman

Pernah Tiga Musim

Jose Mourinho (AFP/Javier Soriano)

Mourinho pernah melatih di Real Madrid pada tahun 2010 sampai 2013. Ketika itu Mourinho cuma bisa memberikan satu gelar La Liga dan satu Copa del Rey kepada El Real.

Usai dipecat MU, Mourinho memang belum kembali melatih. Sejumlah tawaran seperti dari Benfica telah ditolak pria Portugal itu. Mourinho beberapa kali memilih menjadi komentator TV.

Franck Ribery Bangga Bantu Bungkam AC Milan di San Siro

Jakarta Winger Fiorentina, Franck Ribery senang dan bangga bisa membantu timnya kalahkan AC Milan pada lanjutan serie A. Dia puas karena usia bukan masalah baginya untuk tampil bagus.

Fiorentina menang dengan skor 3-1 atas AC Milan. Franck Ribery mencetak satu gol pada laga tersebut. Hebatnya, Fiorentina meraih kemenangan di kandang AC Milan.

Ribery mengaku bahagia bisa mengantar Fiorentina menang di kandang AC Milan. Namun di sisi lain, ia juga turut bersimpati kepada Rossoneri yang mencatatkan hasil negatif pada tiga laga terakhir.

“Saya senang, selalu terasa spesial ketika bermain di San Siro. Ini merupakan arena yang sangat besar, banyak penggemar,” ujar Ribery.

“Saat ini sedikit sulit bagi pendukung AC Milan, tetapi kami menunjukkan performa bagus dan itu penting bagi kami,” ungkap bintang Fiorentina tersebut.

2 dari 2 halaman

Usia Tak Menjadi Masalah

Pemain Fiorentina, Franck Ribery. (AFP/Andreas Solaro)

Meski sudah berusia gaek, tetapi Ribery tetap mampu menunjukkan level permainan tertinggi di Serie A, termasuk seperti yang ia perlihatkan ketika berhadapan dengan AC Milan.

“Ya, saya memang tua, tapi saya merasa muda di lapangan! Sepak bola adalah hidup saya, saya mencintainya. Saya lapar ketika datang ke Fiorentina dan saya senang tim ini mampu tampil sangat baik,” tutur Ribery.

“Saya datang untuk membantu Fiorentina, para pemain dan pendukung. Saya senang, tetapi saya perlu berlatih setiap hari, setiap pekan untuk bisa bermains seperti malam ini,” tukasnya.

Satu gol ke gawang Milan membuat Ribery selalu terlibat proses gol dalam tiga laga terakhir. Sebelumnya, Ribery mencetak gol ke gawang Atalanta dan memberikan assist dalam laga melawan Sampdoria.

Sumber: Sky Sports

Disadur dari Bola.com (Aditya Wicaksono/Yus Mei Sawitri, published 30/9/2019)

Catat Dua Clean Sheet, Kiper Real Madrid Tak Peduli Kritikan

Liputan6.com, Madrid – Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, tetap berpikiran positif, meski penampilannya di awal musim ini terus-terusan mendapat kritikan.

Pemain internasional Belgia ini, sebenarnya sangat diandalkan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane musim ini. Namun, sejauh ini Courtois hanya mempertahankan dua clean sheet dalam tujuh penampilan musim ini.

Teranyar, Courtois selalu mendapat siulan dari fans saat pertandingan derby antara Real Madrid kontra Atletico. Sikap para pendukung tuan rumah Atletico ini makin memperjelas pandangannya tentang keputusannya untuk pindah ke rival sekota mereka.

“Kritik tidak mempengaruhi saya, apakah itu berasal dari penggemar lawan atau di tempat lain,” kata Courtois .

“Saya menganalisis permainan saya dengan orang-orang yang tahu tentang sepak bola, dan itu satu-satunya pendapat. Saya juga hanya berbicara dengan pelatih dan rekan tim tentang bentuk tubuh saya.”

Courtois diperkirakan tetap akan menjadi kiper utama Real Madrid di La Liga dan Liga Champions musim ini. Sedangkan, kiper baru Alphonse Areola akan menjadi penjaga gawang klub untuk pertandingan Copa del Rey.

2 dari 3 halaman

Kiper Nomor Satu

Thibaut Courtois mendapatkan teror tak mengenakkan di derby Atletico Madrid vs Real Madrid (GABRIEL BOUYS / AFP)

Courtois bergabung dengan Real Madrid pada musim 2018/19. Dibeli dari Chelsea dengan harga 35 juta euro.

Zidane memang lebih memilih Courtois untuk jadi kiper utama.. Hal inilah yang membuat Courtois percaya diri bahwa dia adalah kiper nomor satu di Los Blancos.

“Saya rasa, sekarang kita sudah tahu pasti siapa yang nomor satu [di Real Madrid] dan saya merasa lebih kuat dibanding sebelumnya,” ucap Courtois dikutip dari Marca.

3 dari 3 halaman

Kegemukan

Namun, performa Courtois pada musim 2018/19 dinilai belum cukup bagus. Salah satu sebabnya adalah kondisi fisik yang agak gemuk.

Selama libur musim panas, kiper berusia 27 tahun bekerja keras agar lemak di tubuhnya menurun.

Hasil Lengkap Liga Italia: AC Milan Terkapar di San Siro

Liputan6.com, Milan – AC Milan harus tertunduk lesu setelah kalah 1-3 melawan Fiorentina dalam lanjutan Liga Italia, Senin (30/9/2019) dinihari WIB di San Siro. Kekalahan itu melemparkan AC Milan ke papan bawah klasemen.

Meski bermain di markas sendiri, AC Milan harus kebobolan tiga gol lebih dahulu. Pelanggaran terhadap Federico Chiesa di kotak penalti membuat AC Milan diganjar hukuman penalti.

Eric Pulgar yang ditunjuk menjadi algojo sukses mengeksekusi bola. Menit ke-14, Fiorentina unggul 1-0.

AC Milan berusaha keras mengejar ketinggalan. Namun hingga turun minum, usaha Rossoneri tak menemui hasil.

Pada babak kedua, AC Milan harus bermain dengan 10 pemain mulai menit ke-55. Wasit menghadiahi kartu merah kepada Matteo Musacchio karena pelanggaran kerasnya.

AC Milan semakin menderita usai Gaetano Castrovilli (66′) dan Franck Ribery (78′) menambah keunggulan Fiorentina. AC Milan hanya bisa mencetak satu gol hiburan lewat Rafael Leao di menit ke-80.

Hasil Lengkap Liga Italia Pekan ke-6

AC Milan Dipermalukan Fiorentina di San Siro
Wasit Piero Giacomelli memberikan kartu merah kepada pemain AC Milan Mateo Musacchio saat menghadapi Fiorentina dalam Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu ( 29/9/2019). AC Milan kalah 1-3 saat menjamu Fiorentina. (AP Photo/Antonio Calanni)

Sabtu 28 September 2019

Juventus 2-0 SPAL

Sampdoria 1-3 Inter Milan

Minggu 29 September 2019

Sassuolo 1-4 Atalanta

Napoli 2-1 Brescia

Lazio 4-0 Genoa

Lecce 0-1 AS Roma

Udinese 1-0 Bologna

Cagliari 1-1 Verona

Senin 30 September 2019

AC Milan 1-3 Fiorentina

Klasemen Liga Italia

Untuk klasemen Liga Italia, silakan klik di sini…

Lanjutkan Membaca ↓

Lampard Ogah Paksakan Kante Terus Bermain untuk Chelsea

Liputan6.com, London – Chelsea membutuhkan tenaga gelandang cerdas N’Golo Kante di lini tengah. Meski begitu, manajer Chelsea Frank Lampard tak mau gegabah untuk terus mainkan Kante yang masih dibebat cedera ringan.

Eks gelandang Chelsea itu tak ingin mengambil risiko dengan memainkannya sesegera mungkin.

Kante terbilang cukup sering mengalami cedera belakangan ini. Ia bahkan bermain dengan rasa sakit saat Chelsea menghadapi Arsenal di babak final Liga Europa musim lalu.

Hal serupa juga dilakukan olehnya saat Chelsea bertemu Liverpool dalam ajang Piala Super Eropa bulan Agustus lalu. Tak lama setelah itu, ia pun kembali ke ruang perawatan untuk menyembuhkan cederanya.

Gelandang asal Prancis itu kembali absen saat Chelsea bertemu Brighton dalam laga pekan ketujuh Premier League musim ini. Beruntung, Mason Mount dkk berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor 2-0.

2 dari 3 halaman

Enggan Terburu-buru

N’Golo Kante (AFP/Franck Fife)

Kemenangan tersebut tidak membuat Lampard merasa tenang tanpa kehadiran Kante di lapangan. Namun mantan pelatih Derby County tersebut tak ingin terburu-buru memainkannya dan lebih memprioritaskan kesembuhan sang pemain.

“Pada saat ini, ia masih cedera. Komplain kecil yang ia miliki adalah cedera yang ringan. Kami hanya perlu menyelesaikannya dengan benar. Kami sedang berhati-hati dan tugas saya adalah bekerja sama dengannya,” tutur Lampard dikutip dari Goal International.

“Saya sudah pernah merasakannya sebagai pemain dan, bila anda melewatkan pramusim dengan cedera, maka anda harus mengejar. Pada saat ini ia sedang bermain sambil mengejar dan itu bukanlah kesalahannya,” lanjutnya.

“Dia sudah bermain selama empat musim dengan penuh, laga demi laga dengan turnamen internasional. Jadi, hal yang tepat adalah sedikit berhati-hati. Mari merasa senang, kami sedang baik-baik saja,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Lampard Tak Ingin Terbuai

Kante hanya bermain tiga kali sebagai starter dari 10 pertandingan yang telah dilalui Chelsea. Sepertinya, ia bakalan absen saat the Blues menjalani laga pekan kedua Liga Champions kontra Lille bersama Antonio Rudiger dan Ruben Loftus-Cheek.

Kemenangan atas Brighton tentu bisa jadi pendongkrak moral para pemain Chelsea untuk menghadapi Lille. Namun Lampard tak ingin terbuai lalu melupakan sisi-sisi kekurangan yang masih ditunjukkan oleh anak asuhnya.

“Terkadang kami lupa bahwa kami terlalu sering melambat. Itu adalah sesuatu yang saya tak ingin lihat. Saya tak yakin penonton atau atmosfer akan terbantu saat anda bermain melambat dan kembali ke penjaga gawang dan bermain ke sisi lapangan saat mampu maju ke depan,” tandasnya.

Sumber: Goal International

Disadur dari Bola.net (Yaumil Azis, published 30/9/2019)

Terancam Hukuman, Kapten Real Madrid Bisa Absen di Laga El Clasico

Liputan6.com, Madrid – Real Madrid dan Atletico Madrid hanya mampu bermain imbang dalam duel yang digelar di Estadio Wanda Metropolitano, Minggu lalu. Meski tak ada gol tercipta, derby Madrid ini berlangsung sengit dan cukup panas.

Namun, dalam pertandingan itu terjadi sedikit insiden. Kejadiannya melibatkan kapten Real Madrid, Sergio Ramos dan pelatih Atletico Madrid Diego Simeone.

Simeone dilaporkan merasa marah setelah diduga mendengar Ramos menghina asisten wasit Gonzalez Gonzalez. Insiden itu tidak dilaporkan oleh wasit, tapi jika Atletico mengecam tindakan itu maka pengelola La Liga akan dipaksa untuk menyelidiki.

Menurut aturan seorang pemain dapat dilarang hingga empat pertandingan jika terbukti bersalah karena “menyerang” ofisial. Dan itu berarti jika terbukti bersalah, bek Real Madrid ini bisa melewatkan pertandingan mendatang melawan Barcelona di El Clasico pertama musim ini.

Dan, bagaimanapun kehilangan Ramos dalam laga El Clasico akan menjadi kerugian besar bagi Real Madrid. Kedua raksasa Spanyol akan saling berhadapan di Nou Camp pada 26 Oktober 2019 mendatang. Tapi, sebelumnya kedua tim itu akan menghadapi Granada dan Real Mallorca.

2 dari 3 halaman

Hasil Buruk

Atletico Madrid Vs Real Madrid (AFP / Javier Soriano)

Ini akan menjadi barometer besar bagi kedua klub, yang telah gagal mencapai target musim ini. Real Madrid belum pernah kalah dan mendapati diri mereka di puncak klasemen.

Tetapi hasil imbang melawan Villarreal dan Valladolid telah merusak reputasi Zinedine Zidane di Bernabeu. Namun, masalahnya lebih buruk terjadi di Catalonia. Barcelona telah menelan dua kali kekalahan musim ini.

Fans semakin tidak senang dengan performa Ernesto Valverde, yang telah berjuang untuk mendapatkan yang terbaik dari pemain baru Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong.

3 dari 3 halaman

Menghina

Kasus terakhir dari pemain yang dilarang karena menyalahkan wasit adalah Diego Costa. Mantan pemain Chelsea itu diusir keluar lapangan pada paruh pertama saat Atletico kalah 0-2 dari Barca musim lalu karena bahasa yang kasar.

Dia menerima larangan delapan pertandingan setelah menghina ibu Jesus Gil Manzano.

Striker Manchester City Ungkap Klub Favorit yang Ingin Dibelanya

Liputan6.com, Manchester – Bintang Manchester City, Sergio Aguero, mengutarakan tentang klub yang dia kagumi dan akan mainkan. Pernyataan ini disampaikan saat saluran Youtube Brasil Desimpedos mengunjungipelatihan Manchester City, dan mengobrol sedikit dengan Aguero.

Mereka hanya mengajukan dua pertanyaan kepada striker Manchester City itu, yang kemudian diposting di media sosial. Mereka ingin mengetahui ketertarikannya soal beberapa klub diBrasil.

Pertama, Aguero menyebut Vasco da Gama. Pasalnya,ia dulu penggemar berat Romário. “Yah saya dulu suka, karena saya suka Romário, yaitu, Vasco da Gama. Dan tidak, saya tidak memiliki tim yang sangat saya sukai, tetapi untuk Romario, kami memiliki gaya yang sama.Saya banyak mengikutinya, ”katanya.

Kemudian dia ditanya tentang klub Brasil yang ingin dia mainkan. Aguero kemudian bertanya kepada rekannya di Manchester City, Fernandinho, tentang nama klub favoritnya.

Fernandinho kemudian menjawab nama klub Brasil, Atletico Paranaense. Seperti diketahui Athletico telah menjadi klub Fernandinho sejak ia masih remaja, sebelum akhirnya berlabuh ke Manchester City.

2 dari 3 halaman

Nonton Final

5. Fernandinho (Manchester City) – Overall 87 (Naik 1 Poin). (AFP/Oli Scarff)

Athletico minggu lalu berhasil memenangkan Copa do Brasil. Dan, pemain Manchester City itu mengaku bahwa ia tetap terjaga hingga jam 5.30 pagi untuk menonton final turnamentersebut.

Fernandinho kemudian sempat membela Ukraina pada tahun 2013. Delapan musim bermain di Shakhtar, dia merebut 14 trofi, termasuk enam titel Liga Primer Ukraina dan Piala UEFA2009.

3 dari 3 halaman

Puncak Karier

2. Sergio Aguero (Manchester City) – Sergio Aguero adalah pemain aktif dengan torehan gol tertinggi di Premier League. Torehan 170 gol menempatkan Aguero di urutan keenam dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League. (AFP/Glyn Kirk)

Aguero sedang berada di puncak kariernya. Kebersamaan pemain 31 tahun itu dengan Manchester City tidak akan bertahan lama. Klub yang bermarkas di Stadion Etihad tersebut harus segera mencari pengganti.

Aguero sudah mencetak 170 gol dan juga 51 assist di Liga Inggris untuk City sejak direkrut dari Atletico Madrid pada 2011 lalu. Selain itu, ia juga mampu mengemas 67 gol di pentas Liga Inggris.

AC Milan Kalah Lagi, Giampaolo Bakal Lakukan Ini

Liputan6.com, Milan- Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo begitu gusar saat tim asuhannya kalah dari Fiorentina pada lanjutan serie A, Senin (30/9/2019) dini hari WIB. Kekalahan lebih menyakitkan karena terjadi di San Siro.

Giampaolo mengaku banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan segera setelah kekalahan ini. Dia ingin membuat skuatnya bangkit dari keterpurukan.

Kehadiran Marco Giampaolo di skuat AC Milan sejauh ini belum terbukti keberhasilannya. Dari enam laga awal Serie A 2019-20, Rossoneri sudah menelan empat kekalahan.

Akibat rentetan hasil buruk ini, Giampaolo pun menjadi pelatih Milan pertama dalam 30 tahun terakhir yang kalah empat kali dalam enam laga awalnya.

Kekalahan 1-3 atas Fiorentina, Senin (30/9/2019) dini hari tadi menyadarkan Giampaolo kalau AC Milan belum bermain kompak. Ia pun bertekad membenahi hal tersebut.

“Saya harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain dan membuat tim ini sekompak mungkin,” ujar Giampaolo seusai laga kepada Sky Sport Italia.

“Jika Anda tak bisa memainkan kualitas dan gaya Milan, maka saya harus mencoba untuk membuat mereka menjadi tim yang lebih solid,” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Pidato Turun Minum

Pemain Fiorentina Gaetano Castrovilli (kanan) mencetak gol ke gawang AC Milan dalam Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu ( 29/9/2019). AC Milan kalah 1-3 saat menjamu Fiorentina. (AP Photo/Antonio Calanni)

Dalam laga kontra Fiorentina, Milan tertinggal lebih dulu setelah Erick Pulgar sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-14. Giampaolo mengaku bahwa ia sudah memberikan motivasi saat jeda turun minum pada skuatnya.

“Melakukan sesuatu bersama-sama membantu Anda mengatasi kesulitan. Anda berbagi tugas, Anda bekerja sama, Anda tak kesulitans secara individual,” itulah pidato Giampaolo saat turun minum.

Namun motivasi Giampaolo rupanya belum ampuh membangkitkan skuat Milan. Apalagi dengan kartu merah yang didapat Mateo Musacchio pada menit ke-55.

Fiorentina pun mampu menambah dua gol, masing-masing lewat aksi Gaetano Castrovilli dan Franck Ribery. Sementara Milan sempat memperkecil ketinggalan berkat gol debut Rafael Leao.

Sumber: Sky Sport Italia

Disadur dari Bola.net (Ari Prayoga, published 30/9/2019)

Klasemen Liga Inggris: Persaingan Sengit di Papan Tengah

Liputan6.com, Jakarta Persaingan di klasemen Liga Inggris hingga pekan ketujuh masih ketat. Tim papan atas seperti Manchester City dan Liverpool masih bersaing sengit.

Liverpool masih kukuh di puncak klasemen Liga Inggris usai menang 1-0 atas tuan rumah, Sheffield United, Sabtu 29 September lalu. Mereka kini mengemas 21 poin.

Liverpool unggul lima poin dari pesaing terdekat mereka, Manchester City. The Citizens -julukan Manchester City- juga menambah tiga poin setelah menang 3-1 atas tuan rumah, Everton.

Sementara itu, Chelsea perlahan mulai merangkak ke papan atas klasemen. Tim asuhan Frank Lampard itu menang 2-0 atas Brighton.

Kejutan diraih Leicester City, yang kini berada di urutan ketiga. Di pertandingan terakhir Leicester menang telak 5-0 atas Newcastle. Berikut klasemen Liga Inggris selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Klasemen Liga Inggris

Untuk klasemen Liga Inggris, silakan klik di sini…

3 dari 3 halaman

Hasil Liga Inggris

Hasil Liga Inggris pekan ketujuh

Sheffield 0-1 Liverpool

Bournemouth 2-2 West Ham

Aston Villa 2-2 Burnley

Chelsea 2-0 Brighton & Hove Albion

Crystal Palace 2-0 Norwich

Tottenham 2-1 Southampton

Wolverhampton 2-0 Watford

Everton 1-3 Manchester City

Leicester 5-0 Newcastle

Saksikan video menarik di bawah ini.

NBA: Debut Paul George Bersama Clippers Tertunda

Liputan6.com, Los Angeles- Fans Los Angeles Clippers harus menunggu lebih lama untuk menyaksikan debut small forward Paul George. Eks pemain Indiana Pacers itu kemungkinan absen di awal NBA 2019-2020.

George sudah dipastikan tidak akan tampil di pramusim dan melewatkan laga pembuka NBA 2019-2020 melawan Los Angeles Lakers karena harus beristirahat usai operasi bahu.

George menargetkan akan melakoni debut bersama Clippers pada bulan November. Namun dia masih berharap bisa main pada penghujung Oktober 2019.

“Saya akan absen di pramusim. Sampai saat ini, saya akan absen di bulan Oktober sepenuhnya, tapi siapa yang tahu? Kami akan melihat .Dalam rentang November adalah target kami,” ujar George kepada ESPN.

Pemain 29 tahun itu cukup senang dengan perkembangan pemulihan dari cedera bahu. George sangat yakin tidak akan absen lama di NBA 2019-2020.

Duet dengan Kawhi

George pindah ke Clippers musim panas lalu. Dia trade dari Oklahoma City Thunder. George akan diduetkan dengan pemain baru lainnya Kawhi Leonard.

Kehadiran George dan Leonard ditambah bertahannya Lou Williams membuat Clippers kini menjadi salah satu unggulan untuk menjuarai NBA 2019-2020.

Lanjutkan Membaca ↓

AC Milan Terpuruk, Paolo Maldini Masih Bela Giampaolo

Jakarta Direktur AC Milan, Paolo Maldini ogah bicarakan soal pergantian Marco Giampaolo.  Soalnya, dia masih percaya Giampaolo bisa membawa Milan bangkit dari keterpurukan.

AC Milan menelan kekalahan dari Fiorentina pada laga pekan keenam Serie A. Kekalahan itu menjadi kekalahan ketiga Rossoneri dari tiga laga terkhirnya.

Kondisi tersebut membuat AC Milan mendekat ke zona merah. Hal itu membuat Marco Giampaolo mulai kehilangan kepercayaan dari suporter.

Namun, Maldini memastikan kalau posisi Giampaolo masih aman.

“Kami yang memiliki Marco Giampaolo, jadi kami akan mempertahankannya,” ujar Maldini.

“Saya rasa ia masih memerlukan waktu untuk mencari formula terbaik. Ia sudah mengatakan kalau para pemain harus meninkatkan kinerjanya.”

“Semua di klub ini memiliki kesalahan atas situasi yang terjadi. Tetapi, bukan waktunya bagi kami untuk saling menunjuk.”

“Suporter memiliki hak untuk protes. Kami hanya meminta waktu kepada mereka untuk bersabar,” ungkap Maldini.

Saat ini, AC Milan berada di peringkat ke-16 dengan koleks enam poin dari enam laga. AC Milan baru mencetak empat gol dari enam laga tersebut.

2 dari 2 halaman

Jaga Optimisme

Pemain Fiorentina Kevin-Prince Boateng (tengah) berebut bola dengan pemain AC Milan Ismael Bennacer saat bertanding pada Serie A di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu ( 29/9/2019). AC Milan kalah 1-3 saat menjamu Fiorentina. (AP Photo/Antonio Calanni)

Paolo Maldini juga menerangkan kalau AC Milan masih optimistis bisa bangkit.

“Kami baru melewati enam pekan, jadi tidak bisa mendefinisikan hasil satu musim. Kami masih memiliki waktu untuk bangkit.”

“Sangat aneh, karaena kami tampil positif pada saat pramusim. Marco Giampaolo terus mencoba formasi sampai menemukan formasi yang tepat dengan para pemain yang dimiliki AC Milan,” ujar Maldini.

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.com (Aditya Wicaksono/Yus Mei Sawitri, published 30/9/2019)

Klasemen MotoGP 2019 Jelang Balapan di Buriram

Liputan6.com, Jakarta – Marc Marquez masih tak tergoyahkan di puncak klasemen MotoGP 2019. Pembalap Repsol Honda itu telah mengantongi 300 poin dari 19 seri balapan.

Marquez mendapat 25 poin tambahan usai menjuarai MotoGP Aragon, akhir pekan kemarin. Ini adalah podium juara kedelapan yang dimenangkan pembalap berjuluk Baby Alien sepanjang 2019.

Hasil ini membuat Marquez selangkah lagi menyegel gelar juara dunia MotoGP 2019. Dari lima seri balapan sisa, ia hanya cukup memenangkan satu di antaranya.

Jika memenangkan MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram, 6 Oktober 2019, maka perolehan poin Marquez sudah tidak mungkin bisa dikejar Andrea Dovizioso yang ada di peringkat kedua dengan 202 poin.

Sementara di posisi ketiga MotoGP ditempati Alex Rins dari Suzuki dengan 156 poin. Selanjutnya ada Danilo Petrucci, Maverick Vinales, dan Valentino Rossi di posisi berikutnya.

2 dari 3 halaman

Klasemen MotoGP

Ekspresi kegembiraan pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, di podium MotoGP Aragon 2019, Minggu (22/9/2019). (AFP/Javier Soriano)

1. Marc Marquez (Repsol Honda) 300 poin

2. Andrea Dovizioso (Ducati Team) 202 poin

3. Alex Rins (Suzuki) 156 poin

4. Danilo Petrucci (Ducati) 155 poin

5. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) 147

6. Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha) 137

7. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) 123 poin

8. Jack Miller (Pramac Ducati) 117 poin

9. Cal Cruthlow (LCR Honda) 98

10. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) 80

11. Pol Espargaro (KTM) 77

12. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 68

13. Joan Mir (Suzuki) 49

14. Aleix Espargaro (Aprilia) 46

15. Andrea Iannone (Aprilia) 32

16. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) 29

17. Miguel Oliveira (KTM Tech 3) 29

18. Johann Zarco (KTM) 27

19. Jorge Lorenzo (Repsol Honda) 23

20. Tito Rabat (Avintia Ducati) 18

21. Stefan Bradl (Honda) 16

22. Michele Pirro (Ducati) 9

23. Sylvain Guintoli (Suzuki) 7

24. Hafizh Syahrin (KTM Tech 3) 7

25. Karel Abraham (Avintia Ducati) 5

26. Bradley Smith (Aprilia) 0

27. Mika Kalilo (KTM) 0

3 dari 3 halaman

Jadwal MotoGP

Jumat (4/10/2019)

09:55 – 10:40: Latihan Bebas 1

14:10 – 14:55: Latihan Bebas 2

Sabtu (5/10/2019)

09:55 – 10:40: Latihan Bebas 3

13:30 – 14:00: Latihan Bebas 4

14:10 – 14:25: Kualifikasi 1

14:35 – 14:50: Kualifikasi 2

Minggu (6/10/2019)

14:00: Balapan

Saksikan video pilihan berikut ini:

West Ham United Minta MU Bayar Rp 1,7 Triliun untuk Rice

London – Rencana MU untuk merekrut Declan Rice dari West Ham menemui ganjalan. Pasalnya The Hammers memagari Rice dengan harga 100 juta pound sterling (Rp 1,7 triliun).

MU menjadikan Declan Rice sebagai buruan utama pada bursa transfer musim panas 2019. Namun, usaha mereka tak membuahkan hasil.

Manchester United disebut masih akan mengejar Rice pada bursa transfer berikutnya. Hal itu dikarenakan Manchester United mencari suksesor Paul Pogba.

Namun, usaha Manchester United untuk mendatangkan Rice akan terbentur banderol pemain tersebut. Declan Rice merupakan satu di antara pemain muda yang bersinar pada musim 2018-19.

Selain MU, Manchester City juga berminat untuk memboyong Declan Rice. Namun, Manchester City tidak terlalu ngotot karena sudah mengamankan jasa Rodrigo Hernandez pada bursa transfer musim panas 2019.

2 dari 2 halaman

Pengganti Paul Pogba

Mark Noble dan Declan Rice. (AFP/Glyn Kirk)

Declan Rice disebut sebagai pemain yang tepat mengisi lini tengah MU jika Paul Pogba hengkang. Manchester United masih terancam kehilangan Pogba pada bursa transfer berikutnya.

Pobga masih berharap bisa meninggalkan Manchester United. Gelandang asal Prancis itu sudah membulatkan tekad untuk mencari tantangan baru.

Selain Declan Rice, Manchester United juga menginginkan Sean Longstaff dari Newcastle United.

Sumber: Express

Disadur dari Bola.com (penulis Aditya W, editor Yus Mei, published 29/9/2019)

Pelatih Kesayangan De Gea Tinggalkan MU

Liputan6.com, Manchester- Kabar mengejutkan datang klub Inggris, Manchester United (MU) di penghujung September 2019. Setan Merah ditinggal salah satu pelatih kipernya, Emilio Alvarez.

Alvarez selama ini dikenal dekat dengan kiper MU David de Gea. Keduanya pernah bekerja bareng di Atletico Madrid. Alvarez kemudian ikut bergabung ke Old Trafford.

MU tak memberikan penjelasan detail alasan Alvarez memilih pergi. Namun kepergian Alvarez dari MU sudah bisa diprediksi sejak musim panas lalu.

Manajer Ole Gunnar Solskjaer musim panas lalu mendatangkan pelatih kiper baru Richard Hartis.

“Saya senang berterima kasih kepada Emilio atas semua bantuannya dan kerja kerasnya sejak saya kembali ke klub. Kami semua berharap yang terbaik bagi masa depannya,” ujar Solskjaer seperti dikutip dari situs resmi MU.

2 dari 3 halaman

Berperan Besar

Alvarez bergabung dengan The Red Devils sejak tahun 2016. Dia berperan besar membangkitkan De Gea. Saat itu De Gea sedang dalam krisis kepercayaan diri.

“Saya akan selalu bangga menjadi bagian dari klub ini. Semoga Anda sukses dalam usaha Anda,” ujar Alvarez.

3 dari 3 halaman

Kontrak Baru

Manchester United (Grafis: Abdillah/Liputan6.com)

Untungnya kepergian Alvarez terjadi setelah MU berhasil mengamankan masa depan De Gea. Pria Spanyol itu baru saja meneken kontrak baru sampai tahun 2023.