Piala Presiden 2019: Ujian 3 Amunisi Baru Persib Bandung

Jakarta – Persib Bandung tak melakukan belanja besar-besar di tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana mereka dikenal sebagai tim yang royal belanja pemain bintang.

Gagal total pada musim lalu, karena sempat merajai klasemen Liga 1 sebelum mengakhiri musim di peringkat keempat, Persib menatap musim 2019 dengan serius.

Pelatih asal Argentina, Roberto Mario Carlos Gomez didepak dari kursi pelatih Persib. Miljan Radovic yang berstatus mantan pemain diangkat sebagai nakhoda anyar.

Sejumlah pemain baru pun didatangkan untuk membantu pekerjaan Radovic. Esteban Vizcarra dan Zalnando dibajak dari Sriwijaya FC. Trio pemain PSMS Medan, Frets Butuan, Abdul Aziz, dan Erwin Ramdani merapat. Itu baru dari sektor lokal. Di pos pemain asing, baru Srdan Lopicic diangkut.

Nama-nama andalan musim lalu seperti Bojan Malisic, Ardi Idrus, Febri Hariyadi, Ghozali Siregar, dan Ezechiel N’Douassell masih dipertahankan. Perpaduan antara pemain baru dan stok lama diharapkan dapat membangkitkan prestasi Pangeran Biru musim ini.

Kualitas para pendatang baru di Persib akan dijajal di turnamen pramusim, Piala Presiden. Persib tergabung di Grup A bersama TIRA Persikabo, Perseru Serui, dan Persebaya Surabaya.

TIRA Persikabo akan menjadi lawan pertama Persib sekaligus membuka Piala Presiden. Partai tersebut bakal diselenggarakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (2/3/2019).

2 dari 4 halaman

Esteban Vizcarra

Gelandang Persib Bandung, Esteban Vizcarra, beradu cepat dengan bek Arema Malang, Arthur Cunha, pada laga Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (18/2). Persib bermain imbang 1-1 melawan Arema. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sejak bergabung pada awal tahun, Esteban Vizcarra langsung merebut predikat sebagai pemain utama di Persib. Posisinya adalah gelandang sayap kiri. Wajar, karena liukannya dapat mengecoh sejumlah pemain belakang lawan.

Vizcarra adalah peningkatan kualitas Persib di pos gelandang sayap kiri yang sebelumnya diisi oleh Ghozali Siregar. Sebagai pemain sayap, pria asal Argentina itu terhitung tajam. Bersama Sriwijaya FC musim lalu, Vizcarra mengemas 11 gol dari 32 penampilan.

Ketajaman Vizcarra akan membantu Ezechiel N’Douassell yang diplot sebagai bomber utama. Keduanya akan menggaransi kebutuhan gol Pangeran Biru. Sayang, Vizcarra absen pada laga perdana Persib di Piala Presiden 2019, karena mengalami cedera.

3 dari 4 halaman

Frets Butuan

Ardi Idrus senang rekan satu timnya Frets Butuan memilih Persib Bandung. (Huyogo Simbolon)

Frets menjadi satu dari tiga eks PSMS Medan yang bergabung ke Persib bersama Abdul Aziz dan Erwin Ramdani. Penampilan gelandang berusia 22 tahun ini mengundang perhatian pada musim lalu.

Catatan individual Frets bersama PSMS terhitung lumayan. Tampil pada 27 pertandingan, ia mampu mengemas enam gol. Sayangnya, Frets gagal mengangkat performa PSMS.

Terpuruk di Liga 1 musim lalu, PSMS terjerembab di dasar klasemen. Otomatis, tim berjuluk Ayam Kinantan itu turun kasta ke Liga 2. Sejumlah pemain pun memilih angkat kaki dari Medan.

4 dari 4 halaman

Srdan Lopicic

Gelandang Arema Malang, Makan Konate, ditarik oleh gelandang Persib Bandung, Srdan Lopicic, pada laga Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (18/2). Persib bermain imbang 1-1 melawan Arema. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pilihan Miljan Radovic mendatangkan gelandang asal Montenegro, Srdan Lopicic ke Persib menimbulkan kegaduhan. Sejumlah pihak, termasuk Bobotoh, meragukan kualitas pemain berusia 35 tahun itu.

Telah mengudara di sepak bola Indonesia sejak 2011, Lopicic tidak pernah benar-benar dianggap sebagai gelandang asing jempolan. Itulah yang menjadi penyebab ia hampir tidak pernah membela klub papan atas, kecuali Arema FC pada 2016.

Di musim lalu pun, Lopicic menganggur selama setengah tahun setelah dilepas Borneo FC pada pertengahan musim. Perekrutan Lopicic oleh Radovic pun menimbulkan pertanyaan besar.

Meski begitu, Radovic amat percaya dengan kualitas Lopicic. Dalam empat partai Persib tahun ini, ia selalu tampil sebagai starter. Hajatan Piala Presiden dapat dimanfaatkan Lopicic untuk mengangkat kembali pamornya.