Piatek Tampil Cemerlang, Pelatih AC Milan Bingung Tentukan Formasi

Liputan6.com, Jakarta Nama Krzysztof Piatek menjadi bahan perbincangan usai mencetak dua gol kemenangan AC Milan atas Napoli pada perempat final Copa Italia, Rabu 30 Januari 2019 lalu.

Padahal, Piatek baru dua laga membela AC Milan. Tapi, dia sukses membuktikan kemampuannya dengan dua gol tersebut.

Piatek didatangkan AC Milan dari Genoa setelah Gonzalo Higuain memutuskan pergi ke Chelsea. Nama Piatek memang mulai bersinar di musim ini, dia sudah mencetak 13 gol di Serie A sepanjang musim ini.

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Dia mengakui Piatek sebagai striker yang mematikan, yang bisa tiba-tiba mencetak gol bahkan melalui peluang minim.

2 dari 3 halaman

Keseimbangan

Bek AC Milan, Mussachio tampil apik menahan laju bola Arkadiuz Milik pada laga perempat final Coppa Italia yang berlangsung di stadion San Siro, Milan, Rabu (30/1). AC Milan menang 2-0 atas Napoli (AP Photo/Antonio Calanni)

Mau tak mau, Gattuso berharap striker Milan rela bergantian bermain. Dia tak mau mengubah formasi jadi dua striker, seperti 4-4-2 atau 4-3-1-2. Sebab, Gattuso meyakini saat ini yang paling dibutuhkan Milan adalah konsistensi.

“Kami sudah pernah mencoba bermain dengan dua striker musim ini dan dengan dua lini empat pemain, saya tidak menyukai itu. Saat ini, saya lebih suka tim yang lebih seimbang,” ungkap Gattuso di Football Italia.

“Kami memainkan sepak bola hebat sejak awal musim, tapi juga memiliki masalah pertahanan yang rapuh. Sekarang kami sudah lebih solid. Paqueta berkualitas, Castillejo memiliki kecepatan. Seluruh tim sudah berkembang.”

3 dari 3 halaman

Bakayoko

Pemain Juventus, Joao Cancelo menembak bola melewati pemain AC Milan, Tiemoue Bakayoko pada laga Piala Super Italia 2018, di Stadion King Abdullah Sports City, Kamis (17/1). Juventus keluar sebagai kampiun dengan meraih kemenangan tipis 1-0. (AP Photo)

Lebih lanjut, Gattuso tak mau sinar Piatek menutupi peran pemain-pemain lain di laga tersebut. Menurutnya, Milan sukses mengalahkan Napoli karena kerja seluruh tim, termasuk Tiemoue Bakayoko yang jadi gelandang kukuh.

“Saya pikir dia [Bakayoko] adalah tipe deep-lying midfielder di sepak bola modern. Dia bisa mengubah permainan dari defensif jadi menyerang, dia bisa menghentikan lawan dan selalu berhasil melewati mereka.”

“Dia sudah belajar banyak soal transisi, di awal musim, dia sering keliru, tapi hari ini dia bisa berlari diagonal dan menutup jalur umpan lawan. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami,” tandas Gattuso.

Sumber: bola.net