Prediksi PSIS vs PSM: Mahesa Jenar Habis-habisan Lawan Juku Eja

Di sisi lain, peluang PSM ke perempat final Piala Presiden 2019 sudah tertutup. Meski begitu, Juku Eja tak ingin tampil seadanya saat meladeni PSIS. Hal itu ditegaskan Pelatih PSM, Darije Kalezic.

Mantan arsitek tim Roda JC Kerkrade ini yakin skuatnya bakal menyulitkan Mahesa Jenar yang masih berpeluang ke 8 Besar.

“Saya sudah tekankan ke pemain, siapa pun yang diturunkan wajib tampil optimal,” ujar Darije.

Sebelumnya, Darije sudah menegaskan Piala Presiden 2019 jadi wadah buat dirinya untuk menilai seluruh kemampuan pemainnya.

Meski begitu, Darije tak ingin kehilangan mementum bagus seusai PSM menang telak 7-3 atas Lao Toyota pada laga Grup H Piala AFC di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (13/3/2019).

Apalagi setelah meladeni PSIS, PSM praktis istirahat dari laga kompetitif karena pertandingan terdekat mereka adalah menjamu Kaya FC (Filipina) pada Piala AFC 2019 di Stadion Pakansari, 2 April 2019.

Itulah mengapa Darije menyiratkan bakal memadukan pemain pilar dengan pelapis untuk mencari komposisi terbaik skuatnya. “Saya akan melihat kondisi terakhir pemain. Bisa saja saya memainkan pemain utama atau memadukannya,” ucap Darije.

Bagi PSM, duel kontra PSIS adalah laga yang pas untuk mengasah kemampuan lini belakangnya yang selalu kemasukan gol pada empat laga terakhir (6 gol). Duet Aaron Evans-Abdul Rahman terlihat belum padu betul. Terutama menghadapi lawan yang menerapkan serangan balik cepat dan tertata. 

“Saya akui masih banyak yang harus dikoreksi di lini belakang. Mereka harus lebih fokus untuk meminimalisasi kesalahan,” tegas Darije.

Sementara di lini tengah, Darije kemungkinan tidak memainkan sang kapten, Wiljan Pluim, sejak awal. Perannya digantikan Rasyid Bakri,kan yang butuh menit bermain yang banyak untuk mengembalikan sentuhan terbaiknya. Sedang dua gelandang lainnya, Marc Klok dan M. Arfan, jadi penyeimbang.

Sebagai tombak utama, Guy Junior lebih berpeluang jadi starter dibandingkan Eero Markkanen dan Ferdinand Sinaga. Tak mendapat menit bermain saat menghadapi Lao membuat Guy Junior dalam kondisi bugar. Ini kesempatan terbaik buat Guy Junior untuk unjuk kemampuan.

“Setiap striker yang tampil harus berkontribusi¬† buat tim. Kalau tidak mencetak gol, dia harus jadi ‘pembuka’ buat pemain lain untuk mencetak gol,” tuturnya.