Sebar Foto Jenazah Sala di Internet, 2 Orang Ditangkap Polisi

Liputan6.com, Jakarta Kecelakaan tragis yang menimpa pemain Cardiff City, Emiliano Sala, Januari lalu, menyeret dua orang ke jalur hukum. Seorang pria (62) dan wanita (48) ditangkap polisi gara-gara menyebar tanpa izin foto potongan tubuh pemain asal Brasil tersebut melalui internet.

Mereka sebenarnya ditangkap pada Februari lalu, tapi kembali mencuat gara-gara foto tersebut kini menyebar di media sosial. Seperti dilansir Metro.co.uk, foto itu memperlihatkan kondisi jenazah Sala saat berada di kamar mayat, Holly Tree Lodge,  Bournemouth. 

Polisi Wiltshire menyatakan tidak ada bukti yang mengarah pada pembobolan kamar jenazar tersebut. Begitu pula dengan keterlibatan staf dan pegawai di sana. Kuat dugaan bahwa foto itu didapat lewat akses tidak sah terhadap materi yang ada pada komputer kamar jenazah.

Satu berkas bukti telah diserahkan kepada kantor kejaksaan, Crown Prosecution Service (CPS) untuk mengkaji unsur pidana yang menjerat kedua pelaku. “Pikiran dan perhatian kami tetap bersama keluarga yang telah merasakan rasa sakit selama tiga bulan terakhir, dan siapa yang tidak bertambah sedih saat mengetahui gambar-gambar menyedihkan seperti itu menyebar di internet,” ujar Gemma Vinton, detektif yang menangani kasus ini. 

Saat ini semua pihak terkait tengah bekerjasama untuk mengungkap kasus ini. Linda Barker, kepala kamar jenazah Bournemouth, Christchurch, dan Poole Council, mengatakan pihaknya juga siap membantu kepolisian Wiltshire dan Dorset untuk mencari tahu bagaimana foto-foto dari rumah duka Holly Tree Lodge bisa sampai ke tangan kedua pelaku tersebut. 

“Menjaga area pribadi dan kehormatan kamar mayat tetap menjadi prioritas mutlak.”

Emiliano Sala baru saja menandatangani kontrak bersama Cardiff City saat kecelakaan pesawat merenggut nyawanya, akhir Januari lalu. Pesawat Piper Malibu yang ditumpanginya dari Nantes ke Cardiff jatuh di Selat Inggris, sebelah utara Guernsey. Jenazahnya baru ditemukan pada 6 Februari, tapi pilot David Ibbotson masih hilang hingga saat ini.