Man City vs Wolves: Guardiola Trauma Duel Pertama

Liputan6.com, Manchester – Manchester City (Man City) akan menghadapi Wolverhampton Wanderers di Etihad Stadium, Senin (14/1/2019) atau Selasa dini hari WIB dalam lanjutan Liga Inggris.

Di atas kertas, Man City lebih diunggulkan. Di papan klasemen Liga Inggris, The Citizens berada di peringkat kedua dengan 50 poin, sementara Wolverhampton berada di urutan ke-11 dengan 29 poin.

Namun manajer The Citizens, Pep Guardiola enggan memandang tim tamu dengan sebelah mata. Pada pertemuan pertama, Wolverhampton mampu menahan Manchester City dengan skor 1-1, 25 Agustus 2018.

“Saya menyadari pada pertemuan pertama, kami melihat sendiri betapa rumitnya (menghadapi) mereka,” katanya, dikutip dari situs resmi klub.

“Mereka kuat, secara fisik, bagus dalam bola-bola mati, kuat dalam serangan balik. Ketika Anda lelah di menit terakhir, mereka memasukkan pemain baru,” ucap manajer Man City berusia 47 tahun itu menambahkan.

MU Tekuk Spurs, Son Heung-min Jadi Sasaran Pelecehan Rasial

Liputan6.com, Jakarta Son Heung-min mengalami pelecehan rasial pada pertandingan Tottenham Hotspur vs Manchester United (MU) dalam lanjutan Premier League di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Ironisnya, hinaan itu justru datang dari suporter Spurs sendiri.

Spurs sebenarnya tidak tampil buruk saat menjamu MU. Namun penyelamatan demi penyelamatan yang dilakukan David de Gea membuat Spurs tidak berkutik. Sebaliknya, Setan Merah justru berhasil memimpin lewat gol tunggal Marcus Rashford menit 44. 

Ini merupakan kekalahan kandang kedua beruntun yang dialami oleh Spurs. Sebelumnya, tim asal London Utara itu sempat bertekuk lutut di hadapan Wolves. 

Sebaliknya, ini merupakan kemenangan keenam secara beruntun MU sejak ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer. Pelatih asal Norwegia itu meruntuhkan rekor berusia 73 tahun. 

Kekalahan yang dialami Spurs bertambah buruk oleh pelecehan yang dilakukan para pendukungnya terhadap Son. Insiden ini sampai membuat muak pimpinan media olahraga Goal, James Dickens, yang kebetulan juga menyaksikan pertandingan tersebut. Dickens merupakan fans Spurs yang memegang tiket terusan Spurs selama 20 tahun. 

“Saya tidak punya mengalaman mengenai rasisme di sepak bola dalam 15 tahun terakhir. Tapi hari ini, di @SpursOfficial sangat mengerikan,” tulis Dickens lewat akun Twitter-nya. 

2 dari 2 halaman

Menegur Pelaku

Dia juga melaporkan insiden itu kepada steward dan menegur pelaku. Namun bukannya sadar, pelaku justru berbalik memaki Dickens dengan kata-kata yang tidak pantas. 

“Saya melapor ke stweard, menegur secara langsung tapi malah dikatain vagina, sementara Anak saya ada di sebelah saya. Mengerikan,” ujar Dickens lewat Twitter-nya. 

 Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Terungkap Penyebab Zinedine Zidane Tinggalkan Real Madrid

Madrid – Kepergian Zinedine Zidane dari Real Madrid, ternyata masih disesali sang mantan presiden klub, Ramon Calderon. Dia pun menyalahkan presiden Real Madrid saat ini, Florentino Perez, terkait perginya Zidane.

Sport.es, Senin (14/1/2019) merilis komentar Ramon Calderon tentang berbagai hal. Satu di antaranya adalah alasan Zizou menanggalkan bangku pelatih Real Madrid.

Menurut Ramon, sosok Zizou pergi bukan karena Real Madrid melepas Cristiano Ronaldo. Sebaliknya, sang entrenador berharap CR7 bisa bertahan, sehingga mampu menjadi ikon ‘sepanjang masa’ di Santiago Bernabeu.

Alasan Zizou terletak pada ketidaksanggupan dirinya menjual Gareth Bale. Versi Ramon, keinginan melego Bale meruuk pada kontribusi yang minim dari eks Tottenham Hotspur tersebut sepanjang musim lalu.

Sayang, rencana Zizou tersebut mendapat penolakan dari jajaran manajemen. Justru pada akhirnya, Real Madrid sepakat memberikan Cristiano Ronaldo kepada eks klub Zidane, Juventus.

“Sumber terpercaya saya mengungkapkan, sudah sangat jelas Zidane ingin memertahankan Ronaldo dan menjual Bale. Tapi sayang, sang presiden tak sepakat,” ungkap Ramon.

2 dari 3 halaman

Masalah Lainnya

Ekspresi pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane saat sesi latihan di Madrid, Spanyol, Selasa (13/2). Real Madrid akan menghadapi Paris Saint Germain (PSG) pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu. (AP Photo/Paul White)

Selain itu, kebijakan penjualan dan pembelian pemain juga menjadi rentetan masalah tersendiri bagi Zidane. “Zizou ingin membeli beberapa pemain lain, tapi Perez tak sepakat karena percaya dengan pemain yang ada. Nyatanya, Zizou benar melihat kondisi Real Madrid sekarang,” tegas Ramon.

Menurutnya, sosok Cristiano Ronaldo tak sekadar sebagai tukang gedor jala lawan yang mengoleksi 50 gol per musim. CR7 adalah sosok pemimpin dan membantu rekan setim. “Lebih dari itu, dia selalu memberi semangat kepada teman-temannya untuk bermain lebih baik, juga berlatih lebih dari biasanya,” komentar Ramon.

3 dari 3 halaman

Sensasional

Zidane tergolong sensasional. Bak tagline ‘vini, vidi, vici’, Zidane merealisasikan seluruh keinginan Madridistas. Datang pada 4 Januari 2016, Zidane mencatat 104 menang, 28 seri dan 16 kekalahan.

Ia menuai gelar La Liga (2016-2017), Piala Super Spanyol 2017, Piala Super Eropa 2017, Piala Dunia Antarklub 2017 dan tiga kali jawara Liga Champions (2015-2016, 2016-2017 dan 2017-2018). Kini, eks arsitek Real Madrid tersebut belum memiliki klub, meski banyak yang tertarik.

Sumber: Sport.es/Bola.com

Saksikan video pilihan di bawah ini

David De Gea dan 3 Kiper Tersibuk Liga Inggris Musim Ini

Liputan6.com, Jakarta – David De Gea tampil heroik saat Manchester United (MU) menang 1-0 atas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris di Wembley Stadium, Minggu (13/1/2019).

Pada partai pekan ke-22 Liga Inggris itu, De Gea tampil cemerlang di bawah mistar gawang Setan Merah, julukan MU. Kiper berusia 28 tahun tersebut menggagalkan 11 usaha Harry Kane dan kawan-kawan.

Secara keseluruhan, De Gea telah bermain dalam 22 pertandingan di Liga Inggris dengan catatan 1.980 menit bermain. Dia melakukan 80 penyelamatan di bawah mistar.

Tercatat, sebanyak 39 peluang lawan yang di dalam kotak penalti MU berhasil digagalkan De Gea. Eks kiper Atletico Madrid itu juga menggagalkan 35 peluang lawan dari kotak penalti dan enam di six yard box MU.

Di Liga Inggris musim ini, tidak hanya De Gea yang sibuk di bawah mistar gawang. Ada tiga kiper lain yang sama sibuknya seperti De Gea. Siapa saja? Simak di halaman selanjutnya.

2 dari 4 halaman

Lukasz Fabianski

Lukasz Fabianski. (AFP/Glyn Kirk)

Lukasz Fabianski merupakan penjaga gawang West Ham United pada Liga Inggris musim ini. Kiper berusia 33 tahun itu telah mencatatkan 22 penampilan dan mengalahkan Adrian yang menjadi andalan West Ham pada musim lalu.

Dengan catatan bermain sebanyak 1.980 menit, Fabianski melakukan 80 penyelamatan. Bahkan 47 di antaranya diselamatkan Fabianski dari dalam kotak penalti West Ham.

Eks kiper Arsenal itu juga menggagalkan 28 peluang dari luar kotak penalti dan lima kali dari six yard box West Ham United. Berkat ketangguhannya, The Hammers berada di posisi kesembilan dengan 31 poin.

3 dari 4 halaman

Neil Etheridge

Kiper Cardiff City, Neil Etheridge. (AFP/Oli Scarff)

Tim promosi Liga Inggris, Cardiff City punya kiper yang sangat tangguh. Neil Etheridge tercatat melakukan 81 penyelamatan di bawah mistar gawang Cardiff City.

Kiper asal Filipina itu melakukan 62 penyelamatan dari dalam kotak penalti, 18 kali dari luar kotak penalti, dan sekali dari six yard box.

Sayangnya, ketangguhan Etheridge belum cukup membuat Cardiff City yang masih berada di papan bawah. Klub asal Wales itu berada di urutan ke-17 dengan 19 poin.

4 dari 4 halaman

Joe Hart

Joe Hart. (Elsa/Getty Images/AFP)

Mantan penjaga gawang Manchester City, Joe Hart bekerja keras di bawah mistar Burnley. Pada musim ini, dia tercatat tampil sebanyak 19 pertandingan di Liga Inggris.

Dengan catatan 1.710 menit bermain, Joe Hart melakukan 76 penyelamatan di bawah mistar gawang Burnley. Kiper berusia 31 tahun itu menggagalkan 44 peluang lawan yang berasal dari dalam kotak penalti.

Joe Hart juga menghentikan usaha lawan mencetak gol sebanyak 25 kali yang berasal dari luar kotak penalti dan tujuh kali six yard box Burnley.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Gabung Persib, Frets Butuan Mengaku Tak Menyangka

Bandung – Pemain baru Persib Bandung, Frets Butuan, mengaku tak menyangka bisa bergabung dengan klub kebanggaaan masyarakat Bandung itu. Maka itu, mantan pemain PSMS Medan ini pun mengaku bangga bisa jadi bagian juara ISL 2014 itu.

Padahal, selain Persib , ada empat klub Liga 1 yang juga mendekatinya. Namun, Frets lebih tertarik ke Persib. Apalagi, kata dia, markas Persib cukup dekat dengan tempat dinasnya di Batalion Infateri Lintas Udara 303, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

“Saya putuskan di Persib karena siapa sih yang tidak mau main di Persib. Saya pribadi, bangga dan sampai sekarang tidak menyangka bisa main di sini Persib,” ujar Frets seusai latihan di lapangan SPOrT Arcamanik, Bandung, Senin (14/1/2019).

Frets mengaku dihubungi langsung oleh manajemen Persib sejak Desember 2018. Namun, saat itu dia belum bisa memutuskan langsung lantaran masih menunggu izin dari Kesatuan tempatnya berdinas.

“Saya bersyukur sama Tuhan dan bersyukur untuk hari ini saya sudah latihan dengan baik. Bersyukur manajemen Persib dan semuanya, sudah percaya saya untuk gabung Persib,” ujar Frets.

2 dari 3 halaman

Tegang

Frets mengaku sedikit tegang pada latihan perdana. Namun, ia optimistis lambat laun bisa menyatu dengan semua rekan satu tim di Persib.

“Semoga saya di sini bisa membantu tim ini dengan kekuatan dan kemampuan saya. Semoga Persib tahun ini bisa lebih baik,” harap pemain asal Ternate ini.

3 dari 3 halaman

Siap Bersaing

Tak hanya itu, Frets juga menegaskan siap bersaing dengan rekan-rekan di tim untuk memperebutkan posisi inti, termasuk siap mendapat tekanan dari bobotoh Persib.

“Saya sudah bicara ke bang Erwin (Ramdani) dan (Abdul) Aziz, mereka juga bilang saya harus mempersiapkan mental. Jauh-jauh hari saya sudah berpikir Persib ini tim besar dan saya harus siapkan mental. Tekanan di sepak bola sudah biasa, tapi saya sudah siap,” imbuh Frets.

Sumber: Bola.com

Ingin Bertahan Lebih Lama, Jordi Alba Malah Bingung dengan Barcelona

Liputan6.com, Barcelona – Jordi Alba ingin bertahan lebih lama dengan Barcelona. Namun, bek kiri asal Spanyol itu malah bingung dengan sikap manajemen Los Blaugrana, julukan Barcelona.

Dia bergabung dengan Barcelona pada 1 Juli 2012. Ketika itu Los Blaugrana membelinya dari Valencia seharga 10 juta euro atau setara dengan Rp 162 miliar (kurs saat ini).

Namun, hingga sekarang, dia belum melihat tanda-tanda Barcelona akan memperpanjang kontraknya. Padahal, masa bakti Jordi Alba bersama Los Blaugrana bakal berakhir pada 30 Juni 2020.

“Situasinya masih sama, saya ingin bertahan bersama Barcelona. Namun, saya tidak tahu di mana posisi klub,” ucapnya, dikutip dari Football Espana.

“Saya tidak tahu apakah mereka (manajemen) ingin memperbarui kontrak saya atau tidak. Saya belum dengar apa-apa, karena situasinya tidak bisa saya kendalikan,” kata bek Barcelona berusia 29 tahun tersebut.

2 dari 3 halaman

Diincar Juventus

Gaya pemain FC Barcelona, Jordi Alba usai membobol gawang Eibar pada lanjutan La Liga Santander di Ipurua stadium, Eibar, (17/2/2018). Barcelona menang 2-0.(AP/Alvaro Barrientos)

Situasi yang tak jelas bersama Barcelona membuat Juventus mencoba mencuri kesempatan. Raksasa Italia itu ingin mendatangkan Jordi Alba.

Pemilik 67 caps bersama Timnas Spanyol ini diyakini bakal memperkokoh lini pertahanan Juventus dengan pengalamannya.

Menurut Gazzetta dello Sport, Juventus telah menanyakan tentang ketersediaan pemain yang akan berusia 30 tahun pada Maret 2019. Juventus dapat mengajukan penawaran jika Barcelona bersedia melakukan bisnis.

3 dari 3 halaman

Statistik Jordi Alba

Berikut statistik Jordi Alba selama memperkuat Barcelona sejak 1 Juli 2012:

Main: 271

Menit main: 22.524

Gol: 14

Assist: 49

Kartu kuning: 48

Kartu merah: 2

Saksikan video pilihan berikut ini:

MU Tekuk Spurs, Solskjaer Belum Tergoda Jadi Pelatih Permanen

Liputan6.com, Jakarta Ole Gunnar Solskjaer enggan besar kepala setelah Manchester United (MU) berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 di Stadion Wembley, Minggu malam (13/1/2019). Padahal ini merupakan kali keenam secara beruntun Setan Merah memetik kemenenangan. 

Pencapaian ini melewati rekor legenda MU, Matt Busby yang bertahan 73 tahun. Kemenangan juga sekaligus mendekatkan Setan Kerah ke zona empat besar Liga inggris. 

Seperti dilansir Metro.co.uk, Solskjaer mengaku hanya menjalankan tugas sebagai pelatih. Dia juga tidak membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. 

“Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer usai pertandingan. “”Aku akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak saya tidak memikirkan itu sama sekali,” katanya menanggapi soal kontrak permanen di MU. 

Saat ini, Solskjaer memang hanya berstatus sebagai pelatih sementara atau caretaker. Dia mengisi kekosongan pelatih utama MU setelah pemecatan Jose Mourinho, Desember lalu. 

Sejauh ini, Solskjaer sudah memetik enam kemenangan beruntun bersama MU. Lima diraih saat Setan Merah tampil di ajang Liga Inggris, dan satu lagi saat tampil di Piala FA 2018/19. 

2 dari 2 halaman

Upaya Ekstra

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menginstruksikan pemainnya saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion Wambley, London (13/1). MU 1-0 atas Tottenham. (AP Photo/Matt Dunham)

MU sendiri tengah mencari sosok pelatih permanen yang tepat. Satu nama yang mencuat belakangan ini adalah pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino. Kiprah pria asal Argentina itu dianggap merupakan sosok yang tepat menggantikan The Special One. 

Hanya saja, MU butuh upaya ekstra untuk mewujudkan perpindahan tersebut. Sebab, Pochettino bukan tidak mungkin ingin tetap bertahan di Tottenham Hotspur. Selain itu, Setan Merah butuh sekitar 40 juta pound sterling untuk mendaratkannya di Old Trafford. 

Sementara itu, MU saat ini berada di posisi keenam klasemen sementara Liga Inggris. Setan Merah menyamai poin Arsenal-41 poin–yang berada di urutan kelima. Setelah mengalahkan Spurs, selanjutnya MU bakal menjamu Brighton dalam lanjutan Piala Liga Inggris. 

Setelah itu, MU bakal berhadapan dengan Arsenal di Piala FA. Sementara tiga laga lainnya, yakni Burnley, Leicester, dan Fulham siap mengadang langkah MU di Liga Inggris. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Terlambat Sadar, Cassano Seharusnya Bisa Sehebat Messi

Liputan6.com, Jakarta Antonio Cassano mengungkap sisi kelam yang pernah dilaluinya saat masih aktif sebagai pemain. Pria asal Itali yang pernah memperkuat sederet tim ternama Eropa itu mengaku seharusnya bisa seperti Lionel Messi bila mampu mengubah kebiasan buruknya kala itu. 

Cassano merupakan pemain yang dianugerahi talenta alami sebagai striker. Di masa keemasannya, pria kelahiran Bari, 12 Juli 1982 itu adalah penyerang yang kreatif.

Mengawali karier dari Bari, Cassano sempat memperkuat tim-tim elite sekaliber Real Madrid, AC Milan, Inter Milan, maupun AS Roma dan sempat berkostum Tim Nasional Italia. 

Cassano mengaku sangat senang bisa merasakan pengalaman tersebut. Meski demikian,  Cassano tidak terlalu puas dengan pencapaian masa lalunya. Sebab pria yang kini sudah berusia 36 tahun itu mengaku seharusnya bisa meraih hasil yang jauh lebih baik lagi. 

“Saya bermain dengan beberapa klub terkuat di dunia, tapi saya tidak bisa katakan kalau saya tidak bahagia atau beruntung. Saya bahkan tahu meski saya mengacau, saya akan mendapat kesempatan di tempat lain,” katanya kepada Sky Italia seperti dilansir Marca.  

“Seperti kata (mantan rekan setim di AS Roma, Francisco) Totti beberapa waktu lalu, saya hanya melakukan 50 persen dari apa yang mampu saya lakukan. Kadang-kadang saya adalah lokasi bencana dan saya benci latihan. Bila saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan 15 tahun berkarier, saya pasti sudah seperti (Lionel) Messi,” kata Cassano. 

2 dari 2 halaman

Kritik Penjualan Higuain

Mantan pemain Timnas Italia, Francesco Totti bercanda dengan Antonio Cassano pada laga Notte del Maestro di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Senin (21/5/2018). Laga ini merupakan seremoni gantung sepatu dari Andrea Pirlo. (AFP/Marco Bertorello)

Pada kesempatan yang sama, Cassano juga mengomentari rencana penjualan Gonzalo Higuain. Menurutnya, langkah tersebut tidak tepat bagi AC Milan yang tengah terpuruk. 

“Daripada jual dia, AC Milan sebaiknya membangun tim yang layak di sekitarnya,” katanya.

“Seandainya saya memiliki tongkat ajaib, saya akan tempatkan dia (Gonzalo Higuain) di posisi Icardi, sebab dia adalah juara sejati. Saya akan bilan ke Icardi,’Jika Anda ingin pergi, pergilah. Selamat jalan,’ Itul pendapat saya,” kata Cassano. 

Saksikan juga video di bawah ini:

Taktik Solskjaer Saat MU Pecundangi Spurs Dinilai Jitu

Liputan6.com, Manchester – Darren Fletcher memuji setinggi langit taktik Ole Gunnar Solskjaer saat Manchester United (MU) menumbangkan Tottenham Hotspur 1-0 di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Mantan gelandang MU mengakui taktik Solskjaer begitu jenius.

Laga MU melawan Spurs menjadi ajang pembuktian kualitas Solskjaer sebagai juru strategi. Sebelumnya, dia membawa MU meraih lima kemenangan beruntun, tapi belum pernah melawan tim kuat. Spurs adalah ujian yang sesungguhnya.

Solskjaer akhirnya mampu membuktikan diri. Dia memimpin MU mengalahkan Spurs melalui racikan taktik yang tepat dan pemilihan pemain yang jeli.

Fletcher pun memuji penampilan apik skuat MU, khususnya di babak pertama.

2 dari 3 halaman

Taktik Jenius

Proses terjadinya gol Mrcus Rashford pada laga lanjutan Premier League yang berlangsung di stadion Wembley, Inggris, Minggu (13/1). Man United menang atas Tottenham Hotspur 1-0. (AFP/Adrian Dennis)

Menurut Fletcher, babak pertama pertandingan itu adalah bukti kejeniusan Solskjaer dalam meramu taktik. MU memang tampil agresif sejak menit awal dengan memanfaatkan pemain-pemain cepat mereka, taktik ini membuat Spurs kerepotan.

“Babak pertama adalah soal taktik kelas atas. Rencananya di awal laga adalah untuk berlari menuju ruang-ruang kosong dan membuat Spurs kerepotan. Setiap kali mendapat kesempatan, mereka beusaha mengeksploitasi ruang kosong,” ujar Fletcher di dailymail.com.

“Mereka langsung menyerang Spurs di awal babak pertama. Mereka melakukan itu karena bek-bek sayap Spurs senang bermain melebar dan menyerang.”

3 dari 3 halaman

Menusuk ke Tengah

Kejeniusan Solskjaer terbukti ketika Marcus Rashford dan Anthony Martial tetap bermain melebar dan menusuk ke dalam ketika berhasil melewati bek sayap Tottenham. Taktik ini begitu merepotkan untuk barisan bek Spurs.

“Jadi rencana mereka adalah supaya Martial dan Rashford tetap bermain melebar dan berlari di sisi kosong antara Toby Alderweireld maupun Jan Vertonghen. Mereka melakukan itu sepanjang laga,” papar Fletcher

“Tidak ada bek yang mau berhadapan dua vs dua melawan Martial, Rashford, dan Lingard karena mereka cepat. Mereka memiliki kemampuan dan berbahaya,” tutup Fletcher.

Sumber: Bola.net

Juru Selamat Setan Merah

Liputan6.com, Manchester – Ketika pertama kali ditunjuk sebagai pelatih sementara Manchester United, harapan tinggi disematkan kepada Ole Gunnar Solskjaer. Ia diharapkan menyelamatkan Setan Merah.

Manchester United bak tim yang sedang sakit kala masih ditangani Jose Mourinho. Marcus Rashford dan kawan-kawan seperti kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaik.

Belum lagi perseteruan Mourinho dengan sejumlah pemain MU, termasuk Paul Pogba. Suasana ruang ganti tak kondusif, pemain dalam tekanan.

Solskjaer datang kembali ke Old Trafford dengan tujuan memperbaiki klub yang dicintainya. Status sebagai mantan pemain Manchester United cukup membantu pelatih asal Norwegia ini dalam bertugas.

Dia mendapat banyak dukungan, termasuk dari Sir Alex Ferguson, yang ikut mengutus orang kepercayaannya, Mike Phelan, untuk membantu tugas Solskjaer di jajaran pelatih.

Sejak Solskjaer mulai melatih pada 19 Desember 2018, Manchester United selalu menang, lima di antaranya di Liga Inggris dan satu lainnya di ajang Piala FA. Setan Merah bermain lebih lepas dan percaya diri.

Usai MU mengalahkan Tottenham Hotspur di Wembley, Solskjaer memecahkan rekor 72 tahun. Solskjaer menjadi pelatih MU pertama sepanjang sejarah yang sukses memenangi enam laga pertamanya secara beruntun.

Pelatih berusia 45 tahun ini melewati pencapaian Sir Matt Busby pada Agustus- September 1946. Ini jelas pertanda baik bagi Manchester United, yang sebelumnya seperti tim tanpa identitas.

2 dari 3 halaman

Semakin Matang

Ole Gunnar Solskjaer berhasil mengantarkan Manchester United menang telak 5-1 atas Cardiff City. (AP Photo/ Jon Super)

Solskjaer juga pelatih yang berbeda dengan ketika dia membawa Cardiff City degradasi pada Liga Inggris pada 2014. Pria yang kala masih menjadi pemain dijuluki Baby Face Assassin ini semakin matang di kursi pelatih.

Dia tahu apa yang harus dilakuan untuk David de Gea dan kawan-kawan. Permainan menyerang hasil racikannya terbukti ampuh untuk mengalahkan lawan-lawan MU.

Hebatnya, gawang MU clean sheet dalam tiga pertandingan terakhir. Artinya, pertahanan Setan Merah pun kini membaik sejak ditangani Solskjaer.

Solskjaer mendapat respek dari para pemain MU. Ruang ganti kembali bergairah. Ini juga menjadi kunci para pemain sanggup menerapkan strategi Solskjaer dengan sukacita.

3 dari 3 halaman

Pendekatan Berbeda

Pendekatannya kepada para pemain juga berbeda dari Mourinho. Dengan sederet hasil positif tersebut, dukungan Solskjaer untuk menjadi pelatih tetap MU bermunculan.

Namun, manajemen Setan Merah masih belum merespons. Menarik menyimak perjalanan MU bersama Solskjaer di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Saksikan video menarik di bawah ini

Srdan Lopicic Siap Buktikan Kemampuan di Persib

Liputan6.com, Bandung – Gelandang Srdan Lopicic tampak mengikuti sesi latihan perdana bersama Persib Bandung di Stadion Arcamanik, Senin (14/1/2019). Pemain asal Montenegro itu mengaku senang bisa berseragam Maung Bandung untuk mengarungi Liga 1 2019.

“Saya bangga dan terhormat bisa bermain untuk Persib. Pelatih (Miljan Radovic) sebelumnya menghubungi saya, dia bawa program bagus. Alasan saya datang ke sini karena Persib adalah tim paling besar di Asia dan bobotoh juga seperti itu,” kata Lopi, sapaan akrabnya.

Lopi mengatakan, atmosfer sepak bola di Bandung jadi alasannya untuk berseragam Persib. Ia pun tak ingin numpang lewat di klub yang mendatangkannya musim ini.

“Beberapa kali saya main lawan Persib di Bandung dan atmosfernya luar biasa. Jadi saya datang ke sini dengan hati dan untuk kasih bukti, semoga bisa berkontribusi,” ucapnya.

Pemain yang dikontrak Persib satu tahun ini menegaskan siap membuktikan diri. Walau banyak yang meragukan kontribusinya karena sudah menginjak 35 tahun.

“Kalau umur kita tidak bisa memprediksi, bisa saja pemain 20 tahun datang ke sini tapi tidak bisa “berlari”. Saya kelihatan umur 35, tapi kita tidak tahu dalam sepak bola siapa yang bisa memprediksi,” ujar Lopi.

2 dari 2 halaman

Janji Lopi

Bobotoh menyaksikan sesi latihan perdana Persib. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Ia berjanji dan meminta waktu hingga kompetisi mulai untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Persib. “Saya janji dan minta kasih waktu sampai kompetisi mulai Mei nanti. Saya siap beri bukti. Selama tujuh tahun main untuk tim besar baik di Montenegro maupun di sini, saya sudah memberi trofi,” katanya.

Lopicic merupakan salah satu pemain asing baru Persib. Dia bergabung bersama Esteban Vizcarra. Keduanya melengkapi dua nama sebelumnya yakni Bojan Malisic dan Ezechiel N’Douassel.

“Semua pemain baru ini merupakan rekomendasi pelatih kepala. Manajemen lalu menindaklanjuti dan ini merupakan hasil keputusan bersama di jajaran PT PBB,” ujar Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono.

Pelatih Real Madrid Bantah Punya Masalah Personal dengan Isco

Liputan6.com, Jakarta Isco kembali menjadi ‘cadangan mati’ saat Real Madrid bertandang ke markas Real Betis, Senin dini hari WIB (14/1/2019). Situasi ini semakin memperuncing spekulasi mengenai keretakan hubungan pemain Spanyol itu dengan sang pelatih, Santiago Solari. 

Real Madrid memang berhasil memetik 3 poin saat bertandang ke Benito Villamarín. Dalam duel ini, Los Blancos menang dengan skor 2-1. Dua gol Real Madrid dicetak oleh Luka Modric (13′) dan Dani Ceballos (88′). Sementara gol tuan rumah dicetak oleh Canales (67′).

Solari sebenarnya kehilangan banyak pemain jelang duel ini. Gareth Bale, Lucas Vazquez, Toni Kroos, Marco Asensio, dan Marcos Llorente tidak dibawa ke markas Real Betis.  

Namun situasi ini, Solari tidak juga memberi kesempatan Isco tampil. Meski masuk dalam daftar susunan pemain, Isco tetap menjadi penghangat bangku cadangan. Bahkan ketika Karim Benzema ditarik pada menit ke-46, Isco tidak juga dilirik Solari. Pelatih asal Argentina itu memilih menurunkan Cristo Gonzalez untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Benzema. 

Wajar bila situas ini memicu spekulasi yang lebih liar mengenai keretakan hubungan Solari dan Isco. Namun Solari dengan tegas membantah bila keputusan itu bersifat personal. 

“”Kami menghadapi pertandingan serius, kami adalah kami dan kami semua satu tim. Itu terdiri dari mereka yang bermain dan yang tidak,” kata Solari dilansir Fourfourtwo. 

“Jadi tidak ada jalannya, itu personal,” beber Solari. 

Bukan kali ini saja Solari menjadikan Isco sebagai ‘cadangan mati’. Setidaknya sudah enam kali pemain tersebut dibiarkan ‘membusuk’ di bench pemain. Hanya saja, menurut catatan Opta, Solari selalu mampu membawa Real Madrid menang tanpa kehadiran Isco.    

“Skuat adalah apa adanya, dan kami semua melakukan yang terbaik, saya sebagai pelatih, semua orang bisa bermain, mereka semua adalah bagian dari skuat,” beber Solari. 

2 dari 2 halaman

Warna-warni Ceballos

Gelandang Dani Ceballos baru merasakan 21 pertandingan Real Madrid di berbagai ajang pada musim ini. (AFP/Ander Gillenea)

Sementara itu, kemenangan atas Real Betis menjadi panggung bagi Dani Ceballos. Mantan pemain Real Betis itu tampil sebagai pahlawan usai mencetak gol penentu kemengan Los Blancos. Dia menjebol gawang mantan klubnya pada menit ke-88 untuk membawa Real Madrid kembali memimpin setelah gol Luka Modric sempat dibalas oleh Canales.

“Ceballos memiliki warna-warna ini di hatinya dan selalu emosional saat kembali ke tempat yang pernah ditinggalkan sebelumnya,” beber Solari. 

“Sepak bola punya hukum yang ajaib untuk mantan yang selalu menyakitkan, hari ini menguntungkan kami dan itu adalah salah satu hal yang sering berulang,” kata Solari.

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Piala Super Italia: Juventus Hindari Drama Adu Penalti Kontra AC Milan

Liputan6.com, Jeddah – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri menghindari drama adu penalti melawan AC Milan di King Abdullah Sports City, Jedah, Rabu (16/1/2019) atau Kamis dini hari WIB pada ajang Piala Super Italia.

Di pertandingan terakhir Piala Super Italia melawan AC Milan, 23 Desember 2016, Juventus kalah dalam drama adu penalti dengan skor 3-4. Mereka bermain imbang 1-1 dalam waktu 120 menit.

Catatan tersebut membuat Allegri tak mau bermain hingga drama adu penalti. Dia ingin Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan meraih kemenangan di waktu normal.

“Melawan Milan, Rabu nanti merupakan pertandingan satu kali (bukan kandang tandang). Sebelumnya mereka mengalahkan kami lewat adu penalti,” kata Allegri kepada Rai Sport.

“Untuk itu, setidaknya kami akan menghindari babak tambahan atau adu penalti di laga nanti. Tapi secara keseluruhan, Juventus siap bermain,” ucap pria berusia 51 tahun tersebut, menambahkan.