Tanpa AIBA, Tinju Tetap Tampil di Olimpiade 2020

Liputan6.com, Jakarta Para petinju amatir yang berniat tampil di Olimpiade 2020 akhirnya bisa bernapas lega. Persiapan mereka selama ini tidak jadi sia-sia karena International Olympic Committee (IOC) batal mencoret cabang olahraga tinju dari ajang multieven empat tahunan tersebut.

Wacana ini sempat berkembang menyusul kacaunya pengelolaan organisasi tinju amatir dunia (AIBA). Namun belakangan IOC memilih tetap menyertakan tinju pada Olimpiade yang akan berlangsung tahun depan tapi melarang AIBA ikut campur.

Keputusan ini diambil oleh dewan eksekutif IOC, Rabu (22/5/2019) waktu setempat. Laporan setebal 30 halaman yang diterbitkan juga mencakup hasil penyelidikan terhadap keuangan dan tata kelola ogranisasi AIBA yang bertahun-tahun mengalami kekacauan. 

IOC sendiri telah membekukan AIBA pada Desember 2017. Ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan IOC terhadap etika dan pengelolaan keuangan AIBA pada November lalu. Sementara pada bulan Oktober, IOC telah menjatuhkan larangan seumur hidup bagi mantan presiden AIBA, CK Wu atas kelalaian dan kesalahan manajemen keuangan. 

Tanpa kehadiran AIBA, IOC membentuk satuan tugas untuk mengatur jalannya pertandingan tinju pada Olimpiade di Tokyo, Jepang, 2020 nanti. Lembaga ini akan dipimpin oleh salah seorang anggota IOC dan ketua federasi senam internasional, Morinari Watanabe.  

“Tentu ini penting bagi para atlet yang telah berlatih dan mempersiapkan diri,” kata John Coates, pria yang dipercaya IOC mengawasi kelancaran pertandingan usai pertemuan di Tokyo seperti dilansir BBC.

“Tentu ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh anggota dewan, tuan Watanabe tapi kami sama sekali tidak ragu kerjasama OC mampu memenuhi harapan dan mimpi atlet.”