Tim U-23 Arung Jeram Putri Indonesia Rebut Juara Dunia di Australia

Tim U-19 Men Indonesia, juga telah berhasil memperoleh posisi kedua dunia dengan skor 887 terpaut 85 poin di bawah tuan rumah, tim Australia yang berhasil mencapai skor 972. Pada nomor Sprint dan Down River Race atau pengarungan jarak panjang, walau dengan tubuh jauh lebih kecil dari lawan-lawannya, tim ini telah mampu bertarung lebih baik dari pesaing kuatnya Republik Ceko.

Posisi tim pada nomor Down River inilah yang akhirnya membawa tim pada peringkat II dunia. Absennya tim Turki yang pada WRC 2017 menduduki peringkat pertama pada semua mata lomba di divisi U19 Men juga turut mengangkat prestasi tim yang berlaga di nomor ini.

“Secara teknik tim bersaing secara merata, namun tim tertinggal di penguasaan medan serta mengalami kendala di peralatan yang digunakan,” ujar pelatih tim, Wawan Purwana.

Menurutnya latihan tim belum maksimal, sebelum latihan mereka pergi ke sekolah hingga sore hari dan harus naik motor ke lokasi latihan sejauh 40km dari Cianjur ke Sungai Citarum. Sehingga latihan baru dapat dimulai menjelang magrib. Sebagai pelatih “Kang Wawan” begitu julukannya sebenarnya mentargetkan untuk mendapat 2 emas, namun target ini belum dapat dicapai.

Di luar tim muda tersebut, Tim Open Men Indonesia masih harus mengakui keunggulan para legendaris di dunia arung jeram, seperti tim dari Brazil, tim yang selama 4x kejuaraan R6 terakhir menjadi juara dunia, yaitu pada 2011, 2013, 2015 dan 2017. Tim Indonesia pada akhirnya berada di urutan ke 8 di bawah Brazil, Russia, New Zealand, Japan, Republik Ceko, China dan German.

Tim China yang merupakan pendatang baru, pada nomor Head to Head dan Slalom tiba-tiba melejit ke nomor 1 dan 3, sementara di nomor Sprint dan Down River berada di urutan ke 13. Indonesia mencatat prestasi terbaiknya pada kelas ini ketika menjadi tuan rumah pada WRC 2015, yaitu peringkat ke-2 dunia.